blog 1200x675-13

7 Manfaat Jahe Bagi Tubuh, Turunkan Berat Badan dan Banyak Lagi

Pasti ada beberapa manfaat jahe yang sudah pernah kita dengar sebelumnya. Bukan sekadar bumbu penambah rasa pada masakan, jahe juga memiliki manfaat kesehatan. Wajar saja kalau salah satu jenis rimpang ini sudah digunakan sebagai obat tradisional sejak dulu.

Jahe mengandung banyak nutrisi penting. Vitamin C dan B merupakan vitamin utama yang kadarnya cukup tinggi di dalam jahe. Mineral seperti kalium dan magnesium juga terkandung secara alami di dalamnya.

Lebih lagi, jahe juga mengandung fitokimia yang terdiri dari gingerol, shogaol, paradol, dan zingerone. Senyawa inilah yang memberikan sensasi pedas dan hangat yang kita rasakan. Beberapa senyawa tersebut juga memiliki banyak efek farmakologis (pencegahan dan pengobatan penyakit) yang akan kita bahas lebih lanjut di artikel ini.

Manfaat Jahe untuk Meredam Rasa Mual

Inilah 7 Manfaat Jahe Bagi Tubuh Yang Wajib Kamu Tahu

1. Meredam Rasa Mual

Salah satu manfaat jahe yang umum diketahui banyak orang adalah meredam rasa mual. Mual yang biasanya terjadi pada wanita hamil atau kondisi lainnya seperti mabuk darat dan laut, pasca operasi, maupun efek samping kemoterapi bisa diatasi dengan jahe.

Jahe mempercepat pengosongan lambung dan merangsang kontraksi antrum lambung sehingga makanan bisa segera disalurkan ke usus. Efek anti emetik (anti muntah) ini disebabkan oleh gingerol dan shogaol yang terkandung secara alami dalam jahe.

Untuk mengatasi mual, kita bisa membuat teh jahe dengan cara memarut sepotong kecil jahe (kurang lebih 2 ruas jari) yang diseduh dengan air hangat. Kita juga bisa menambahkan air lemon atau madu untuk memberi rasa.

manfaat jahe bagi tubuh untuk gula dan lemak dalam darah

2. Mengatur Gula dan Lemak dalam Darah

Selain meredam rasa mual, kandungan gingerol dalam jahe juga diketahui bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan penyerapan glukosa sehingga gula darah bisa terkontrol.

Penurunan signifikan pada kadar gula darah puasa (GDP) dan HbA1C (hemoglobin A1C) merupakan tanda penyakit diabetes yang menurun setelah konsumsi jahe. Perbaikan profil lipid juga terlihat karena jahe mampu menurunkan kolesterol jahat LDL dan trigliserida.

Baca Juga : Makanan yang Mengandung Lemak Baik Bagi Tubuh

Penderita diabetes melitus disarankan untuk minum teh seduhan jahe setiap pagi untuk membantu mengatur kadar gula darah.

3. Manfaat Jahe untuk Mencegah Kanker

Kandungan gingerol, shogaol, paradol, dan zerumbone dalam jahe bersifat anti tumor. Semua senyawa ini dapat mengaktifkan berbagai enzim yang bisa mencegah pertumbuhan sel kanker.

Tidak hanya mencegah, senyawa aktif dalam jahe tersebut juga bisa mengendalikan tingkat keparahan berbagai jenis kanker seperti kanker kolon (usus besar), lambung, ovarium, hati, kulit, payudara, dan prostat.

4. Mencegah dan Mengobati

Peradangan Peradangan seperti gastritis, arthritis, esofagitis, dan hepatitis tidak hanya disebabkan faktor biologis seperti infeksi virus, bakteri, maupun parasit, tetapi juga faktor fisik seperti panas, asap rokok, maupun benda asing lainnya.

Manfaat jahe telah lama diketahui sebagai penambah imun alami yang bisa memerangi peradangan yang dialami oleh tubuh.

 

5. Pereda Nyeri

Salah satu “sensor” dalam tubuh yang mengatur rasa nyeri, yakni TRP-1, diketahui sensitif terhadap bahan makanan yang memiliki sifat “panas” seperti jahe. Hal ini membuat jahe bisa digunakan sebagai pereda nyeri yang lebih aman dikonsumsi untuk jangka waktu lama.

Kandungan gingerol dan zingerone dalam jahe bertanggung jawab dalam mengurangi rasa nyeri, terutama dysmenorrhea (nyeri haid). Konsumsi jahe dua hari sebelum datang bulan diketahui bisa mengurangi sakit yang dirasakan selama masa menstruasi.

Baca Juga : 4 Manfaat Jahe Merah Berdasarkan Penelitian

Tidak hanya saat haid, jahe juga bisa digunakan untuk mengurangi migrain dan sakit kepala, nyeri punggung bagian bawah, hingga nyeri dada yang disebabkan penyakit jantung.

Manfaat Jahe untuk Mencegah Kanker

6. Anti Mikroba

Manfaat jahe bagi tubuh lainnya adalah menekan pertumbuhan berbagai bakteri merugikan seperti Staphylococcus aureus, Listeria monocytogenes, dan Helicobacter pylori. Tidak hanya itu, senyawa bioaktif dalam jahe juga bisa meningkatkan efektivitas obat antibiotik dalam mengatasi penyakit.

7. Bantu Turunkan Berat Badan

Jahe memiliki efek anti obesitas yang bisa bantu turunkan berat badan. Caranya dengan beberapa mekanisme seperti meningkatkan termogenesis, pemecahan lemak (lipolisis), menekan pembentukan jaringan lemak (lipogenesis), menghambat penyerapan lemak dalam usus, dan mengendalikan nafsu makan.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa konsumsi jahe dapat menurunkan berat badan dan mengurangi lingkar pinggang.

Baca Juga : Adakah Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat?

Sekarang kita semakin tahu bahwa jahe terbukti baik untuk kesehatan. Namun tidak berarti kita hanya mengandalkan jahe untuk menjaga tubuh kita tetap prima. Tetap jalani gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan seimbang dan rutin berolahraga. Aplikasi GGL bisa membantu kita menjalaninya.

Perlu diingat pula, konsumsi jahe tidak dimaksudkan untuk mengganti obat-obatan yang biasa kita konsumsi, terutama bagi penderita diabetes dan kanker. Manfaatkan jahe sebagai tambahan untuk menjaga kesehatan kita.

Kita bisa share artikel ini untuk menginformasikan manfaat jahe bagi tubuh ke orang-orang yang kita sayangi.

Rokok Herbal

Penelitian Tentang Rokok Herbal: Apakah Lebih Aman?

Beberapa orang ingin beralih dari rokok tembakau dan mulai mencari-cari penelitian tentang rokok herbal. Alasan utamanya karena pengaruh buruk rokok tembakau bagi kesehatan.

Rokok herbal mengandung berbagai jenis tanaman yang dipercaya bermanfaat bagi tubuh. Karena tidak mengandung daun tembakau, maka rokok herbal pun tidak mengandung nikotin. Seperti yang kita tahu, nikotin adalah senyawa yang menimbulkan adiksi (kecanduan).

Ini sebabnya ada banyak orang percaya kalau rokok herbal bisa dijadikan bantuan untuk beralih dari rokok tembakau. Apakah benar rokok herbal bisa jadi alternatif yang lebih sehat dan aman dari rokok tembakau? Simak ulasan GGL kali ini sampai habis, yuk!

Penelitian tentang rokok herbal

Ulasan Penelitian Tentang Rokok Herbal

Apa itu Rokok Herbal?

Ramuan herbal Asia memang sudah digunakan untuk tujuan pengobatan dari berabad-abad yang lalu. Dengan tujuan memperluas pasar, pada tahun 2000 beberapa negara di Asia berinovasi dengan memproduksi ramuan herbal dalam bentuk rokok.

Sejak saat itu, masyarakat mulai meminati rokok herbal. Mereka percaya dapat memperoleh manfaat kesehatan yang sama.

Rokok herbal tidak mengandung tembakau seperti rokok pada umumnya. Beberapa jenis rokok herbal ada yang terdiri dari campuran passion flower, rambut jagung, kelopak bunga mawar, daun teratai, akar manis, melati, ginseng, dan bunga semanggi merah yang memang sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

Penelitian Tentang Rokok Herbal

Sejauh ini belum ada penelitian tentang rokok herbal yang menyebutkan jenis rokok ini baik untuk kesehatan. Ramuan herbal memang baik untuk dikonsumsi dalam bentuk minuman atau makanan, namun lain cerita jika dibakar dalam bentuk rokok.

Ini karena semua jenis tanaman, baik yang digunakan sebagai obat tradisional sekalipun, jika dibakar akan membentuk senyawa sisa yakni tar, karbon monoksida, dan jenis racun lainnya.

Tar merupakan cairan lengket berwarna cokelat yang bisa mengendap di dalam paru-paru dan menutupi jalur pernapasan. Karbon monoksida juga sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Inilah yang menjadi alasan utama kalau rokok herbal tidak lebih baik daripada rokok tembakau.

Baca Juga : Apakah Rokok Elektrik Berbahaya dibanding Rokok Tembakau?

Mendukung hal tersebut, studi dari Korean Society of Toxicology mendapati bahwa asap yang dihasilkan rokok herbal mengandung beberapa komponen beracun yang jumlahnya lebih banyak dari rokok tembakau.

Senyawa beracun seperti amino aromatik, benzo[α]pyrene, serta komponen fenolik seperti hidrokuinon, resorsinol, dan katekol dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, gangguan pendengaran dan pernapasan, serta bersifat karsinogen (pemicu kanker dan tumor).

Tepatkah Mengganti Rokok Tembakau ke Rokok Herbal

Tepatkah Mengganti Rokok Tembakau ke Rokok Herbal?

Walaupun memiliki klaim bebas kandungan tembakau, beberapa merek rokok herbal terbukti mengandung campuran tanaman obat dan daun tembakau. Ada pula yang hanya menyemprotkan ekstrak herbal pada daun tembakau yang sudah dikeringkan.

Lebih lagi rokok herbal sering dipromosikan sebagai alternatif rokok yang mengandung tar lebih rendah. Survey membuktikan klaim tersebut membuat 86% responden percaya bahwa rokok herbal lebih menyehatkan daripada rokok tembakau biasa.

Kandungan nikotin yang memberikan efek candu, ditambah dengan persepsi bahwa rokok herbal lebih sehat daripada rokok biasa dapat menyebabkan penggunanya merokok lebih banyak daripada sebelumnya.

Ini didukung hasil sebuah studi yang mengatakan bahwa para perokok yang telah mengganti rokok tembakaunya dengan rokok herbal cenderung akan merokok lebih banyak daripada sebelumnya.

Baca Juga : Adakah Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat?

Federal Trade Commission membuat pernyataan bahwa sedikit atau tidak adanya kandungan tembakau tidak serta merta membuat rokok baik untuk dihisap. Mereka bahkan dengan gamblang menyebutkan bahwa tidak ada rokok yang sebenarnya aman untuk manusia.

Sejauh ini belum ada penelitian tentang rokok herbal yang membuktikan bahwa produknya membawa manfaat untuk kesehatan kita. Jadi, jangan terkecoh dengan kata “herbal” ini ya. Sebaiknya hindari rokok, apa pun jenisnya. Jika merasa artikel ini membantu pemahaman kita, share yuk! Supaya semakin banyak orang akan sadar akan bahaya merokok.

blog 1200x675-23

6 Buah-buahan untuk Asam Lambung yang Sehat dan Aman

Punya asam lambung kadang bikin kita was-was soal memilih makanan. Karena salah makan bisa memicu gejala dan rasa sakitnya. Tapi tenang, masih ada kok makanan yang bisa kita konsumsi dengan aman, termasuk beberapa jenis buah-buahan untuk asam lambung.

Kabar baiknya, mereka yang lebih sering makan buah, makin kurang pula risiko untuk mengalami asam lambung atau GERD. Ini karena buah memiliki serat yang sangat mungkin dapat mencegah terjadinya refluks.

Studi yang sama secara spesifik menyebutkan hasil sebagai berikut;

  • Perempuan dengan asupan buah dan sayur tinggi 36% lebih rendah untuk mengalami GERD.
  • Orang overweight atau obesitas yang mengonsumsi buah 42% lebih rendah untuk mengalami GERD.
  • Orang yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 25 kg/m2 dengan asupan buah dan sayur tinggi 53% lebih rendah untuk mengalami GERD.

Agar mendapat efek baik yang serupa, berikut beberapa buah yang dapat kita konsumsi.

Buah Persik adalah buah penurun asam lambung

6 Buah-buahan untuk Asam Lambung

1. Buah Persik

Buah persik dikenal dapat membantu mengatasi diabetes, masalah kulit, hingga kanker kolorektal (usus besar). Ini karena kandungan serat pada buah persik yang tinggi. Kandungan asamnya yang rendah cocok untuk penderita asam lambung.

Buah kecil berbulu ini kaya akan vitamin dan mineral. Kita bisa mendapat manfaat dari vitamin A, B6, B12, juga vitamin C dengan mengonsumsi buah persik. Mineralnya ada kalsium, zat besi, serta magnesium.

Buah apel adalah buah buahan untuk asam lambung

2. Buah Apel

Mengonsumsi buah apel dapat membantu mengurangi asam serta menenangkan gejala asam lambung. Dikatakan, buah apel bisa kita konsumsi setelah makan, atau sebelum tidur untuk menetralkan asam pada lambung. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini.

Saat memilih apel, sebaiknya pilih yang berwarna merah. Karena apel hijau cenderung lebih asam. Perlu diingat juga, kalau apel yang dijus tidak memiliki efek basa yang sama untuk menetralkan asam. Jadi konsumsi saja buah apel utuh.

Baca Juga : Antara Jus dan Buah Segar, Mana yang Lebih Baik?

Selain mengandung banyak vitamin dan mineral yang kaya, buah apel juga mengandung pectin yang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Pectin adalah jenis serat yang dapat mencegah kolesterol menumpuk pada dinding pembuluh darah.

Buah Melon adalah Buah-buahan untuk Asam Lambung

3. Buah Melon

Buah melon termasuk buah yang mengandung asam, tapi ternyata angka pH buah yang satu ini tidak begitu rendah (pH rendah di bawah 7 artinya mengandung asam). Angkanya justru mendekati netral (antara 6,1 – 6,5). Jadi masih aman untuk kita konsumsi dengan moderasi.

Baca Juga : Makanan Tinggi Protein Bikin Gemuk, Benarkah?

Belum lagi manfaat buah melon juga tidak sedikit. Buah melon kaya kandungan beta karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A dan C pada buah melon dapat bertindak sebagai antioksidan dan melindungi tubuh dari radikal bebas.

Buah Pisang adalah Buah-buahan untuk Asam Lambung

4. Buah Pisang

Buah pisang diketahui memiliki pH yang tinggi, dan aman untuk asam lambung. Bahkan, mengonsumsi pisang disebut-sebut dapat mengatasi lapisan kerongkongan yang mengalami iritasi gara-gara asam lambung naik.

Layaknya buah apel, pisang pun mengandung pectin. Itu sebabnya pisang dapat membantu memperlancar sistem pencernaan kita. Mengonsumsi pisang juga bikin kita cepat kenyang dan tidak makan berlebihan.

Buah Pepaya adalah Buah-buahan untuk Asam Lambung

5. Buah Pepaya

Ada dua enzim pada buah pepaya yang bersifat anti peradangan, yakni enzim papain dan chymopapain. Karena sifat anti peradangannya, buah pepaya juga dapat membantu mengatasi rasa nyeri akut, radang sendi, serta asma.

Baca Juga : Cara Defisit Kalori untuk Pemula

Enzim papain terutama dapat menjaga sistem pencernaan. Yakni membantu meredakan sembelit dan kembung. Mengonsumsi pepaya juga diketahui dapat meningkatkan sistem imun kita untuk melawan bakteri dan penyakit.

Buah Semangka adalah buah untuk asam lambung tinggi

6. Buah Semangka

Kandungan air pada buah semangka termasuk tinggi. Ini dianggap baik bagi penderita GERD karena dapat membantu mengencerkan asam lambung, dan menetralkannya. Itu sebabnya mengonsumsi buah semangka diyakini dapat mengurangi gejala asam lambung.

Hal yang sama juga terjadi saat kita mengonsumsi air putih. Secara khusus, konsumsi air mineral yang tinggi kandungan hidrogen karbonat lebih baik efeknya dalam mengurangi tingkat keparahan refluks asam.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal untuk Target Diet

Walau sebagian besar buah-buahan di atas tidak masuk kategori buah yang asam, tapi menjaga porsi konsumsi tetap wajib kita lakukan. Karena gejala asam lambung tidak hanya dipicu makanan asam saja.

Konsumsi makanan dalam jumlah terlalu banyak dalam satu waktu juga dapat memicu gejalanya.

Tidak ada salahnya juga untuk mencoba berkonsultasi dengan dokter, terutama jika kondisi GERD yang kita alami sudah cukup parah.

Karena GERD erat kaitannya dengan pola konsumsi, ada baiknya kita juga memperhatikan asupan-asupan selain buah-buahan untuk asam lambung. Ketahui apa saja makanan dan minuman yang sebaiknya kita hindari demi mengurangi gejala asam lambung.

Informasi ini bisa kita dapatkan juga dengan membaca artikel GGL lainnya seputar asam lambung.

makanan yg harus dihindari penderita asam lambung

4 Pantangan Asam Lambung untuk Cegah Heartburn

Demi cegah heartburn, kita yang memiliki GERD perlu memperhatikan beberapa pantangan asam lambung yang perlu dihindari. Mulai dari makanan, minuman, hingga camilan. Upaya ini bisa kita lakukan untuk mengurangi frekuensi terjadinya gejala.

Asam lambung ini salah satu masalah kesehatan yang dialami kira-kira sepertiga orang di seluruh dunia. Selain pola makan, jenis makanan yang kita konsumsi juga bisa memicu gejala asam lambung. Berikut beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari.

Makanan asam adalah makanan yang dihindari asam lambung

4 Pantangan Asam Lambung untuk Cegah Heartburn

1. Makanan Tinggi Asam

Seperti yang kita tahu, lower esophageal sphincter (LES) atau katup yang membatasi kerongkongan dan lambung adalah akar masalah asam lambung. Jika katup ini tidak menutup dengan benar, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan memicu gejala GERD.

Ternyata, tekanan LES dipengaruhi oleh jenis makanan yang kita konsumsi. Salah satunya adalah makanan tinggi asam.

Baca Juga : Makanan Tinggi Protein Bikin Gemuk, Benarkah?

Konsumsi makanan dan minuman tinggi asam dapat menyebabkan iritasi langsung pada mukosa esofagus (lapisan rongga kerongkongan). Pada saat yang sama, asupan tinggi asam ini juga dapat menurunkan tingkat pH di dalam lambung kita, dan menunda pengosongan lambung.

Contoh makanan yang tinggi asam adalah buah-buahan sitrus, makanan atau minuman tinggi gula, dan makanan olahan. Selain itu, tomat, cokelat, dan permen mint juga dapat memicu asam lambung.

makanan lemak adalah makanan yang dihindari asam lambung

2. Makanan yang Digoreng dan Tinggi Lemak

Makanan tinggi lemak yang sering kita konsumsi dapat menurunkan kemampuan motilitas katup LES. Artinya katup LES jadi sulit menutup dan membuka dengan normal. Ini membuat asam lambung dengan mudah naik kembali ke kerongkongan. Itu sebabnya jenis makanan itu termasuk pantangan asam lambung yang harus dihindari.

Baca Juga : Makanan yang Mengandung Lemak Baik Bagi Tubuh

Makanan tinggi lemak ini termasuk mentega, susu, keju, es krim, krimer, saus salad, daging berlemak, makanan tinggi kandungan santan, dan makanan yang digoreng. Apalagi jika digoreng menggunakan minyak bekas.

Salah satu solusi yang bisa kita lakukan adalah mulai mencoba beralih ke metode masak yang lain. Contohnya menumis, merebus, mengukus, atau memanggang. Opsi lainnya yang juga bisa dicoba adalah memilih jenis minyak yang lebih sehat seperti minyak kanola atau minyak zaitun misalnya, serta mengurangi jumlah penggunaannya.

makanan pedas makanan yang dihindari asam lambung

3. Makanan Pedas

Sebuah studi di Korea Selatan tahun 2017 memeriksa pengaruh makanan pedas pada GERD. Hasilnya, masakan-masakan pedas favorit orang Korea Selatan terbukti memicu gejala asam lambung. Masakan jjigae yang pedas jadi salah satu makanan pemicunya.

Tidak hanya jjigae saja. Makanan-makanan pedas lainnya juga dapat menimbulkan iritasi langsung pada rongga kerongkongan bagian bawah (dekat dengan katup LES). Peradangan ini bisa memperparah heartburn.

Pada cabai merah ada kandungan neurotoxin capcaisin. Kandungan ini disebutkan jadi salah satu penyebab makanan di lambung kita lebih lama diproses. Kondisi ini dapat memicu naiknya asam lambung.

Masih dalam studi yang sama, selain makanan pedas, makanan tinggi lemak, asin, dan tinggi karbohidrat sederhana seperti tepung-tepungan (Ultra Processed Food) juga disebutkan dapat memicu asam lambung. Contohnya seperti ramen dan topokki.

makanan berakohol adalah makanan yang dihindari asam lambung

4. Beberapa Jenis Minuman Berkafein Alkohol

Setelah memperhatikan apa saja makanan yang jadi pantangan asam lambung, kita juga perlu memantau minuman kita. Jenis minuman yang harus dihindari ini termasuk alkohol, minuman berkafein, soda atau minuman berkarbonasi, serta minuman asam seperti jus tomat.

Minuman berkarbonasi dapat meningkatkan distensi (penumpukan gas) di dalam lambung. Di saat yang sama minuman berkarbonasi juga dapat mengendurkan katup LES.

Minuman cokelat juga dapat mengurangi kinerja katup LES. Minuman beralkohol secara khusus dapat melemahkan otot-otot lambung, dan mengganggu proses pencernaan.

Lalu, bagaimana caranya memantau semua asupan dan pantangan ini? Salah satu solusi mudah adalah dengan memanfaatkan aplikasi GGL. Contoh, untuk makanan tinggi lemak. Kita bisa memasukkan jenis makanan untuk memeriksa kandungan lemaknya.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Dengan menggunakan fitur yang sama, kita juga bisa menentukan porsi makanan kita. Alhasil kita masih bisa mendapat asupan lemak baik yang cukup untuk tubuh, sembari menghindari terjadinya heartburn atau gejala asam lambung yang lain.

Berbicara soal pantangan asam lambung, ada beberapa hal lain juga yang perlu diperhatikan selain asupan kita. Yakni beralih ke gaya hidup yang lebih sehat. Caranya dengan mulai menurunkan atau menjaga berat badan, berhenti merokok, serta menerapkan pola makan yang lebih teratur.

Rokok Elektrik Berbahaya dibanding Rokok Tembakau

Apakah Rokok Elektrik Berbahaya dibanding Rokok Tembakau?

“Apakah rokok elektrik berbahaya?” Kalimat ini sering ditanyakan oleh kebanyakan orang, terutama mereka yang belum pernah atau berencana mencoba rokok elektrik. Banyak klaim yang menyatakan rokok elektrik lebih aman dari rokok tembakau.

Rokok elektrik tidak mengandung nikotin seperti rokok tembakau. Nikotin diketahui bersifat adiktif, yakni dapat membuat penggunanya kecanduan. Tidak adanya senyawa ini menjadi alasan kenapa rokok elektrik dianggap lebih baik daripada rokok tembakau.

Berhenti merokok bisa jadi keputusan yang berat karena prosesnya sulit untuk dijalani. Karena tidak ada kandungan berbahaya, rokok elektrik disebut-sebut dapat membantu penggunanya untuk lepas dari rokok tanpa proses yang menyiksa.

Namun apakah benar rokok elektrik tidak mengandung zat-zat racun yang membahayakan tubuh? Apakah benar rokok elektrik bisa jadi pilihan yang lebih baik daripada rokok tembakau? Simak ulasan selengkapnya di bawah!

Apakah Rokok Elektrik Berbahaya dibanding Rokok Tembakau

Perbedaan Rokok Elektrik dan Rokok Tembakau

Rokok tembakau, yang dikenal juga dengan sebutan kretek, kawung, cerutu, atau filter, adalah rokok yang terbuat dari irisan daun tembakau lalu dilinting menggunakan kertas. Praktik membakar rokok tembakau menghasilkan asap yang kemudian dihirup dan dihembuskan oleh penggunanya.

Di sisi lain, rokok elektrik adalah sebuah alat kecil yang dapat mengubah cairan menjadi uap (aerosol). Uap inilah yang perannya sama dengan asap pada rokok tembakau, sama-sama dihirup oleh penggunanya. Rokok elektrik juga memiliki berbagai julukan seperti e-cigs, e-hookas, mods, atau vape.

Tanpa perlu membakar tembakau, rokok elektrik tidak menghasilkan tar dan karbon monoksida, yakni dua komponen rokok tembakau yang paling berbahaya.

Tar merupakan partikel kimia yang dihasilkan saat tembakau dibakar. Partikel ini meninggalkan zat sisa berupa cairan lengket berwarna coklat atau kuning yang kemudian menumpuk di dalam paru-paru saat terhirup. Lama-kelamaan paru-paru kita yang semula berwarna merah muda akan menjadi abu-abu atau hitam karenanya.

Karbon monoksida juga merupakan produk bakaran tembakau yang bersifat mengikat hemoglobin dalam darah. Alhasil oksigen yang seharusnya ada pada darah tergantikan oleh karbon monoksida sehingga tubuh akan kekurangan oksigen.

Apakah rokok elektrik berbahaya? Sejauh ini, ya.

Apakah Rokok Elektrik Berbahaya?

“Uap” memiliki kesan yang lebih positif dari “asap”. Ini adalah alasan lainnya kenapa rokok elektrik dianggap lebih aman daripada rokok tembakau. Padahal uap yang dihasilkan rokok elektrik bukanlah berasal dari air biasa, melainkan cairan khusus yang ternyata kandungannya tidak kalah berbahaya dari rokok tembakau.

Cairan khusus atau yang disebut juga liquid hadir dalam berbagai varian rasa dan menjadi daya tarik tersendiri rokok elektrik. Sayangnya, perisa ini berasal dari bahan kimia diacetyl yang sifatnya merusak sel dan dikaitkan dengan penyakit pernapasan seperti bronkiolitis obliterans.

Baca Juga : Cara Defisit Kalori untuk Pemula

Dua komponen utama liquid yakni PG (1,2- propanediol) dan gliserin berfungsi mencegah liquid cepat mengering. Zat kimia ini dapat menyebabkan iritasi pernapasan dan meningkatkan risiko penyakit asma bagi penggunanya.

Liquid yang dipanaskan juga menghasilkan uap yang mengandung formaldehyde, acetaldehyde, dan acrolein serta logam berat seperti timbal, kadmium, nikel, dan timah yang diketahui memiliki efek beracun yang tinggi.

Lebih lagi, klaim bahwa rokok elektrik tidak mengandung nikotin seperti tembakau terbukti tidak benar. Di banyak penelitian, nikotin ditemukan di dalam liquid dalam tingkat yang berbeda-beda. Hal ini semakin diperparah karena tidak adanya regulasi yang mengatur batasan kandungan nikotin pada liquid rokok elektrik.

Nikotin bersifat karsinogenik dan sangat adiktif. Environmental Research and Public Health bahkan menemukan pengguna rokok elektrik berisiko mengalami kecanduan yang lebih berat daripada rokok tembakau, terutama di kalangan orang dewasa muda.

Apakah Rokok Elektrik Pengganti Rokok Tembakau yang Lebih Aman?

Berhenti merokok membawa banyak keuntungan bagi kesehatan kita. Tetapi mengganti rokok tembakau menjadi rokok elektrik sebagai “terapi” untuk menghentikan kecanduan, bukanlah langkah yang tepat.

Penelitian mendapati, orang yang terbiasa merokok elektrik cenderung akan menghisap rokok tembakau lebih banyak daripada mereka yang tidak menggunakan rokok elektrik sama sekali.

Baca Juga : Makanan Tinggi Protein Bikin Gemuk, Benarkah?

Artinya, alih-alih membuat kita lepas dari kecanduan rokok tembakau, rokok elektrik justru menimbulkan masalah baru yakni kecanduan yang lebih parah dan masalah kesehatan lainnya.

Jadi apabila kita berkomitmen untuk berhenti merokok sebaiknya hindari sama sekali konsumsi nikotin, termasuk rokok elektrik.

Apakah Rokok Elektrik Berbahaya

Bagaimana Cara Berhenti Merokok?

1. Menentukan motivasi dan menyiasati waktu

Tentukan motivasi berhenti merokok seperti menghindari masalah kesehatan, meningkatkan penampilan, berhemat, dan lain-lain.

Setelah itu pilih kapan saja saat yang tepat untuk mengurangi konsumsi rokok. Misalnya kita cenderung merokok lebih banyak di hari kerja, bisa dicoba untuk dikur

angi atau berhenti sama sekali di akhir pekan. Dengan ini kita bisa membiasakan tubuh untuk beradaptasi.

2. Beritahu keluarga dan kolega soal rencana berhenti merokok

Keluarga dan teman bisa jadi support system yang mendorong kita untuk berhenti. Kita juga bisa melakukan upaya berhenti merokok bersama teman yang sama-sama ingin berhenti. Dikelilingi lingkungan yang tidak merokok dapat membantu kita lebih mudah mengurangi dorongan untuk merokok.

3. Ganti rokok dengan mengunyah sesuatu

Saat keinginan merokok tinggi, kita bisa mengunyah sesuatu seperti buah-buahan, coklat, atau permen karet.

4. Usahakan untuk terus menyibukkan diri

Mengalihkan perhatian agar pikiran kita tidak dipenuhi dengan keinginan merokok juga bisa membantu. Kita bisa melakukan perkerjaan rumah seperti mencuci piring, membereskan rumah, atau tetap sibuk di tempat kerja.

Rutin berolahraga juga bisa membantu. Kita bisa jalan kaki, yoga, jogging, atau menerapkan program olahraga GGL yang mudah diikuti pemula.

5. Berkonsultasi dengan dokter

Bagi para pecandu berat, mengatasi keinginan untuk merokok akan sangat sulit. Berkonsultasi dengan dokter atau tenaga profesional bisa jadi opsi untuk menjalani perawatan bahkan pengobatan yang lebih intensif.

Walaupun ada banyak penelitian yang menyatakan rokok elektrik berbahaya, tak banyak pula yang mengklaim rokok elektrik lebih baik daripada rokok tembakau. Hal ini bisa dimaklumi karena tren rokok elektrik terbilang cukup baru sehingga efeknya bagi kesehatan, terutama jangka panjang masih belum sepenuhnya dipahami.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal untuk Target Diet

“Jadi, apakah rokok elektrik berbahaya?” Jika dilihat dari kandungannya, tentu bisa kita simpulkan jenis rokok ini berpengaruh negatif bagi kesehatan. Oleh sebab itu apa pun jenis rokoknya, sebaiknya kita hindari. Share artikel ini untuk meneruskan informasi yang baru saja kita dapatkan ke orang-orang di sekitar kita.

manfaat jahe merah untuk wanita

4 Manfaat Jahe Merah Berdasarkan Penelitian

Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) merupakan salah satu herba yang banyak dibeli selama pandemi COVID-19. Salah satu alasannya, karena masyarakat percaya kalau manfaat jahe merah bisa bantu atasi sesak napas saat mengalami COVID-19.

Namun, masih belum ada penelitian yang secara spesifik memeriksa apa benar manfaat jahe merah efektif atasi COVID-19. Jadi, apa sebenarnya manfaat tanaman herbal yang satu ini berdasarkan penelitian yang ada? Mari kita periksa sama-sama!

manfaat jahe merah adalah
Gambar oleh DEZALB dari Pixabay

4 Manfaat Jahe Merah Berdasarkan Penelitian

1. Memiliki Kemampuan Anti Bakteri

Jahe merah diketahui memiliki kemampuan anti bakteri yang baik. Kemampuan anti bakteri ini artinya dapat membasmi, serta menekan kemampuan bakteri untuk bereproduksi kembali di dalam tubuh. Dengan begini badan kita bisa lebih sehat.

Dari penelitian yang dilakukan, ekstrak dari daun dan rimpang jahe merah yang dibuat menjadi minyak mampu menurunkan aktivitas beberapa bakteri. Salah satunya adalah bakteri gram-negatif yang paling sering ditemui yaitu Escherichia coli atau E. coli.

Tidak semua jenis bakteri ini berbahaya. Namun, E. coli yang masuk ke tubuh lewat mulut saat mengonsumsi makanan atau minuman dapat menyebabkan diare.

2. Membantu Penyembuhan Kanker

Dari penelitian yang dilakukan, ekstrak dari jahe merah ternyata dapat membantu proses kemoterapi pada pasien kanker kolon atau usus besar. Ekstrak jahe merah dikombinasikan dengan agen kemoterapi 5-fluorouracil (5-FU) dalam penelitian ini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah berhasil meningkatkan aktivitas cytotoxic dari 5-FU pada sel kanker. Artinya, agen kemoterapi 5-FU akan bekerja lebih efektif membunuh sel kanker jika dicampurkan dengan ekstrak jahe merah.

Konsumsi jahe merah secara langsung dalam bentuk minuman atau jamu mungkin dapat membantu mencegah kanker. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang efek anti kanker jahe merah sendiri.

3. Manfaat Jahe Merah untuk Atasi Radikal Bebas

Ada satu penelitian yang subjeknya rutin minum ekstrak jahe (Zingiber officinale Roscoe) selama 30 hari. Hasilnya, malonaldehyde menurun dan vitamin E di dalam darah meningkat. Berkurangnya kadar malonaldehyde dan tingginya vitamin E adalah indikator sedikitnya radikal bebas di dalam tubuh kita.

Sama halnya dengan jahe, jahe merah juga mengandung gingerol dan shogaol. Dua zat ini dikenal bersifat anti kanker, antioksidan dan anti peradangan. Itu sebabnya manfaat jahe merah juga berpotensi untuk mengatasi radikal bebas.

 

manfaat jahe merah adalah

4. Membantu Meringankan Nyeri Haid

Ternyata kebiasaan minum jamu dengan tambahan jahe merah dan kunyit memang bisa menurunkan rasa nyeri.

Untuk mengurangi nyeri haid, umumnya wanita akan mengonsumsi jamu dengan kandungan kunyit dan jahe merah. Setelah diminum, rasa nyeri yang intens perlahan menurun hingga akhirnya hilang, dan memungkinkan kita untuk beraktivitas dengan nyaman.

Baca Juga : Lingkar dan Berat Badan Naik saat Haid? Ini Penyebabnya!

Hal ini sudah terbukti dalam sebuah penelitian. Tiga puluh mahasiswi yang mengalami nyeri haid diminta minum jamu rempah jahe merah dan kunyit. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa jamu tersebut berpengaruh dalam mengurangi rasa sakit saat haid.

Manfaat jahe merah memang banyak, tapi cara mengonsumsinya juga harus benar. Misal, tidak menggunakan jahe merah instan yang mengandung pengawet dan gula. Perhatikan juga efek samping seperti sakit perut jika mengonsumsi jahe merah berlebihan.

Selain mengonsumsi jahe merah sebagai minuman herbal atau jamu, kita juga tetap perlu menjaga pola makan GGL dan rutin berolahraga. Dengan begini kita bisa memulai gaya hidup yang lebih sehat.

olahraga bagi penderita asma

Olahraga bagi Penderita Asma yang Aman dan Bikin Bugar

Kiat-kiat olahraga bagi penderita asma memang sedikit berbeda. Dalam beberapa kasus intensitas olahraga yang dilakukan memang perlu dibatasi, namun bukan berarti tidak bisa berolahraga sama sekali.

Asma adalah penyakit peradangan pada saluran udara ke paru-paru. Singkatnya asma membuat bernapas jadi sulit. Meski begitu, penderita asma yang mulai berolahraga secara bertahap dapat mengurangi risiko gejala atau serangan asma selama berolahraga.

Bagi penderita asma yang mendapat lampu hijau dari dokter untuk berolahraga, disarankan untuk melakukan olahraga yang berfokus untuk meningkatkan kapasitas paru-paru dan mengatur napas.

Bagikan artikel ini untuk teman atau kerabat yang memiliki asma, agar mereka tahu cara untuk tetap aktif bergerak dan bugar. Berikut ulasan selengkapnya.

Asma yang Dipicu oleh Olahraga

Salah satu alasan mengapa orang yang memiliki asma enggan berolahraga adalah karena aktivitas fisik yang satu ini dapat memicu munculnya gejala bahkan serangan asma. Kondisi ini dikenal dengan istilah Exercise-Induced Bronchoconstriction (EIB).

Bernapas saat olahraga dan istirahat berbeda. Saat berolahraga kita cenderung bernapas lewat mulut yang membuat udara dingin serta kering masuk ke paru-paru. Ini dapat membuat otot-otot saluran napas jadi kencang dan meningkatkan risiko serangan asma atau EIB.

Gejala yang biasanya dialami termasuk sesak napas, sesak di dada, batuk kering, dan napas jadi pendek.

Umumnya kasus EIB ini dianggap masih mudah untuk diatasi. Apalagi jika kita sudah memeriksakan diri dan dibekali beberapa saran pencegahan serta obat-obatan dari dokter. Itu sebabnya kita yang memiliki asma pun masih sangat mungkin untuk berolahraga.

Baca Juga : Makanan Tinggi Protein Bikin Gemuk, Benarkah?

Sebagai catatan tambahan, penderita asma bisa melakukan hampir semua jenis olahraga, kecuali scuba diving. Lalu untuk mencegah serangan asma saat atau setelah olahraga, kita bisa menerapkan tips- tips di bawah ini;

  • Berkonsultasilah dulu dengan dokter tentang program olahraga yang akan dilakukan serta apakah akan ada perubahan pada obat-obatan yang harus dikonsumsi. Tanyakan juga soal hal-hal yang harus diperhatikan jika hendak mulai berolahraga.
  • Pastikan untuk meminum semua obat sesuai dengan resep dokter. Siapkan bronchodilator untuk mengatasi gejala sebelum atau sesudah berolahraga.
  • Selalu bawa obat saat akan berolahraga.
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga. Pastikan juga untuk melakukan pendinginan setelah berolahraga.
  • Jangan memaksakan diri tetap berolahraga jika gejala asma muncul walau terasa ringan.
  • Lanjutkan olahraga jika gejala hilang setelah minum obat. Jika tidak, sebaiknya tidak melanjutkan olahraga dan segera minum obat pereda lagi, lalu memeriksakan diri ke dokter.

Disclaimer: Tips pencegahan dan saran medis dari dokter bisa jadi berbeda sesuai dengan kondisi asma dan fisik setiap orang.

olahraga aman bagi penderita asma

Melakukan Aktivitas Fisik Non-Olahraga

Alih-alih melakukan aktivitas olahraga langsung, kita bisa mulai dengan melakukan aktivitas fisik non-olahraga. Yakni aktivitas fisik yang bernuansa rekreasi daripada latihan. Selain menyenangkan, intensitasnya pun tidak begitu berat. Berikut beberapa contohnya.

Berjalan Kaki

Jalan kaki adalah aktivitas fisik sederhana tapi banyak sekali manfaatnya. Berjalan kaki membantu kita membiasakan diri jadi lebih aktif, membakar kalori, memperkuat tulang, serta baik untuk kesehatan mental.

Baca Juga : Bisakah Diet Tanpa Olahraga?

GGL menyarankan untuk berjalan setidaknya 10.000 langkah per hari. Ini setara dengan berjalan kaki selama 1,5-2 jam sehari. Berjalan di dalam rumah atau kantor juga masuk hitungan.

Mendaki

Tidak berarti kita harus pergi mendaki gunung yang sangat tinggi dan susah medannya. Ada banyak pilihan trek pendakian yang mudah serta cocok untuk orang awam. Jika tidak ada area pendakian, kita juga bisa berjalan kaki dengan memilih medan yang menanjak.

Bersepeda

Jika memiliki sepeda di rumah, berkeliling area tempat tinggal sambil bersepeda santai bisa kita lakukan. Menggunakan sepeda statis juga tidak masalah.

Pilihan Olahraga bagi Penderita Asma

Selain menerapkan pilihan aktivitas fisik di atas, kita juga bisa melakukan beberapa jenis olahraga berikut. Yakni olahraga yang banyak melibatkan kinerja jantung dan paru-paru, seperti latihan kardio.

Olahraga kardio ini contohnya seperti jogging, berenang, atau olahraga permainan seperti tenis, badminton, atau voli. Kita bisa memilih satu atau lebih untuk dilakukan demi tetap menjaga kebugaran tubuh.

Selain olahraga kardio, penderita asma juga bisa melakukan latihan resistensi. Latihan resistensi dapat membantu kita untuk melatih kekuatan otot. Jika akan mengombinasikan latihan kardio dan resistensi, kita disarankan untuk melakukan latihan resistance lebih dulu lalu kardio. Pastikan untuk tidak memaksakan diri, kecuali kita sudah cukup kuat.

Baca Juga : 4 Cara Menaikkan Berat Badan dengan Sehat

Untuk latihan resistensi sendiri, kita bisa menerapkan program low impact dari GGL. Program olahraga ini sudah dirancang dengan intensitas ringan. Jadi jauh lebih cocok juga untuk dilakukan penderita asma.

Olahraga bagi penderita asma bukanlah hal yang tabu. Hal yang perlu kita lakukan adalah berkonsultasi dengan dokter, mempersiapkan diri, serta berolahraga secukupnya. Kita juga bisa berolahraga bersama teman atau kerabat agar merasa lebih aman.

cara turunkan asam urat

Cara Turunkan Asam Urat untuk Redakan Rasa Nyeri

Siapa bilang asam urat itu penyakit orang tua? Buktinya data dari World Health Organization (WHO, 2015) menyebutkan kalau ada 32% orang di bawah 34 tahun yang mengalami asam urat. Itu sebabnya kita semua, tua atau muda, perlu tahu cara turunkan asam urat yang tepat.

Penyebab umum terjadinya asam urat adalah kandungan purin yang terlalu banyak di dalam tubuh. Tingginya kadar purin dapat menghambat upaya ginjal untuk membuang zat ini (agar kadarnya tetap seimbang). Ini akan memicu kristal asam urat menumpuk di area sendi.

Umumnya orang yang menderita asam urat akan merasakan nyeri yang tiba-tiba muncul pada area persendian, pembengkakan, serta kulit memanas. Untuk mengurangi rasa nyeri ini, berikut beberapa cara yang bisa kita terapkan.

Disclaimer: Disarankan untuk tetap memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat diagnosa serta perawatan dan pengobatan yang akurat. Karena kondisi tubuh serta gejala asam urat bisa beragam pada setiap orang.

Jaga Asupan Makanan Sehari-hari

Untuk mencegah kadar purin meningkat di dalam tubuh, penting bagi kita untuk tetap menjaga asupan. Tidak hanya makanan yang mengandung purin saja, ada juga beberapa makanan lain yang tidak mengandung purin namun perlu dihindari. Ini karena beberapa makanan tersebut berpotensi memicu asam urat.

Berikut cara turunkan asam urat, yakni dengan menghindari daftar makanan berikut.

  • Hindari makanan yang mengandung pemanis buatan. Kurangi juga konsumsi jus buah yang banyak mengandung high-fructose corn syrup.
  • Kurangi konsumsi lemak jenuh dari daging merah, ayam, serta produk susu tinggi lemak. Batasi juga konsumsi makanan berminyak (digoreng).
  • Jeroan, hati, serta roti manis disebutkan memiliki kadar purin yang tinggi. Sebaiknya dihindari.
  • Ada juga beberapa makanan laut yang tinggi purin. Beberapa di antaranya termasuk ikan teri, kerang, sarden, dan tuna kaleng.

Sebaliknya, beberapa makanan berikut bisa kita konsumsi untuk membantu redakan kondisi asam urat.

  • Produk susu rendah lemak.
  • Daging ayam tanpa lemak.
  • Kacang kedelai.
  • Buah-buahan: jeruk, lemon, cherry, berry.
  • Berbagai jenis sayuran. Purin dalam sayuran disebutkan tidak memicu peningkatan kadar asam urat layaknya purin dari makanan hewani.
  • Walau ada ikan yang tinggi purin, ternyata ada juga beberapa jenis ikan yang masih aman dikonsumsi. Contohnya; ikan sebelah (flounder), lele, salmon, dan sole. Ikan-ikan ini bergizi dan baik untuk kesehatan.

Pilih Minuman yang Tepat

Jangan malas minum air putih! Minum lebih banyak air putih bisa bantu redakan asam urat. Salah satu alasannya karena air yang kita minum berkontribusi jadi pelumas pada area sendi yang bisa mengurangi rasa nyeri di sana.

Pastikan kita mendapat asupan air putih sebanyak 4,1-6 liter per hari.

Tidak hanya itu, air putih juga dapat membantu meredakan asam urat dengan mengencerkannya. Semakin encer, akan semakin mudah pula bagi ginjal untuk mengeluarkan asam urat dan mencegah pembentukan kristal serta nyeri pada sendi.

Boston University School of Medicine Study melakukan survey yang hasilnya menunjukkan bahwa, orang yang minum lebih dari 8 gelas (sekitar 2 liter) air putih sehari mengalami penurunan serangan asam urat hingga 48%.

Sebaliknya, minuman yang sebaiknya kita hindari adalah minuman manis dan minuman beralkohol, seperti soda dan bir. Dua jenis minuman ini dapat memicu asam urat. Minuman beralkohol terutama, dapat memicu asam urat kambuh kembali di masa depan.

Untuk kopi, masih bisa dikonsumsi selama dalam moderasi. Ini karena kopi disebutkan aman, dan berpotensi menekan risiko terjadinya asam urat. Namun, pastikan kopi yang diminum tidak menggunakan gula, krimer, atau topping lainnya.

cara turunkan asam urat

Menurunkan Berat Badan

Kelebihan berat badan dan obesitas ternyata dapat meningkatkan risiko asam urat. Ini karena tumpukan lemak perut menghasilkan bahan kimia yang disebutkan dapat memicu peradangan. Itu sebabnya kita disarankan untuk mengurangi atau menjaga berat badan tetap ideal.

Orang yang lebih gemuk lebih berisiko mengalami asam urat 10 tahun lebih awal daripada mereka yang berat badannya normal. Semakin berat bobot badan kita, semakin menurun efisiensi kerja ginjal kita. Alhasil orang gemuk memiliki risiko 10 kali lebih banyak mengalami asam urat.

Selain asam urat, berat badan berlebih ini juga bisa membuat kita berisiko mengalami beberapa penyakit lainnya seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

Pemulihan dengan Pengobatan

Selain pola makan, konsumsi obat-obatan juga bisa meningkatkan risiko asam urat. Obat-obatan yang dimaksud termasuk obat diuretik, aspirin dengan dosis rendah, cyclosporine, serta niasin dalam dosis besar.

Jika ada dari kita yang mengonsumsi obat-obatan di atas, berkonsultasi dengan dokter adalah solusi paling tepat untuk menemukan metode perawatan yang sesuai.

Pengobatan yang dilakukan oleh dokter biasanya akan berfokus untuk mengurangi rasa nyeri serta mencegah asam urat kambuh lagi. Pengobatan juga bisa berfokus untuk mengatasi kerusakan pada persendian.

Dalam kondisi yang lebih parah, pengobatan medis akan dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Komplikasi asam urat bisa menyerang jantung dan ginjal.

Berolahraga dengan Rutin

Biasanya, kita memang tidak disarankan untuk berolahraga saat mengalami asam urat. Karena asam urat menyerang area persendian, akibatnya tubuh cenderung sulit untuk bergerak. Apalagi jika harus melakukan aktivitas fisik yang berat.

Oleh sebab itu, berolahraga bisa dilakukan sebagai bentuk pemulihan setelah asam urat sudah sembuh. Tentunya bisa kita mulai dengan olahraga yang ringan. Tujuannya untuk mengembalikan kekuatan serta pergerakan otot-otot di sekitar sendi.

Program low impact dari GGL bisa jadi salah satu opsi untuk mulai berolahraga dengan intensitas yang ringan. Karena gerakannya sederhana, kita bisa melakukannya dengan nyaman di rumah. Untuk menjaga asupan makan pun bisa memakai aplikasi GGL.

Intinya, cara turunkan asam urat di atas sebenarnya menuntut kita untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Mulai dari menjaga asupan hingga berolahraga. Bagikan artikel ini untuk orang terdekat, agar mereka tahu bagaimana cara efektif atasi asam urat yang mengganggu.

cara menghitung berat badan ideal untuk target diet

Cara Menghitung Berat Badan Ideal untuk Target Diet

Bingung menentukan body goal untuk diet? Salah satu solusi termudah adalah dengan mengetahui cara menghitung berat badan ideal. Setelah tahu berat badan ideal untuk kita, lebih mudah juga untuk menentukan target body goal dan diet kita.

Menjadikan berat badan ideal sebagai target diet, adalah langkah realistis agar target lebih terasa masuk akal dan memudahkan kita untuk lebih konsisten. Kita juga jadi cenderung menerapkan cara diet yang lebih sehat dan aman bagi tubuh dan kesehatan.

Untuk mengetahui berapa berat badan ideal dan cara menentukan target diet, simak artikel berikut selengkapnya.

Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Ada banyak cara menghitung berat badan ideal. Namun dalam artikel ini kita hanya akan membahas dua cara saja yang paling mudah untuk diterapkan.

Disclaimer: Metode penghitungan berat badan dapat berbeda tergantung kebutuhannya, terutama untuk kebutuhan medis terkait penentuan dosis obat serta perawatan penyakit.

Umumnya cara hitung yang digunakan mengacu pada rumus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes):

 

Pria: (Tinggi badan dalam cm – 100) x 90%

Wanita: (Tinggi badan dalam cm – 100) x 85%

 

Jika seorang pria memiliki tinggi 170 cm, maka berat badan idealnya sekitar (170 – 100) x 90% = 63 kg.

Selain formula dari Kemenkes di atas, ada satu lagi formula yang juga umum digunakan untuk menghitung berat badan ideal:

 

Pria: 22 x (Tinggi badan dalam meter)2

Wanita: 22 x ((Tinggi badan – 10) dalam meter)2

 

Seorang pria memiliki tinggi badan 170 cm, berat badan ideal sesuai formula ini maka konversi dulu 170 cm menjadi 1,7 meter lalu masukkan ke dalam rumus. Hasilnya berat idealnya adalah 63,6 kg.

Penurunan Berat Badan yang Aman

Setelah mengetahui berat badan ideal, kita bisa menghitung kira-kira berapa berat badan yang harus diturunkan. Katakanlah pria dengan tinggi 170 cm dan berat badan 90 kg, memiliki berat badan ideal sebesar 63,6 kg. Artinya berat badan yang harus diturunkan adalah 26,4 kg.

Target 26,4 kg tidak bisa diturunkan dalam 2-3 bulan saja. Karena penurunan berat badan yang dianggap normal, aman, dan lebih stabil adalah antara 0,45-0,9 kg per minggu. Penurunan berat badan yang stabil seperti ini juga lebih konsisten mendapat hasil dan mencapai target.

Menurunkan berat badan yang aman juga dilakukan dengan menerapkan defisit kalori dalam batas aman. Kita dapat melakukan defisit sebanyak 20-35% dari total kebutuhan kalori harian.

Jika pembatasan kalori atau defisit dilakukan secara berlebihan, metabolisme bisa menurun dan massa otot berkurang.

Menentukan Target Diet yang Tepat

Target diet umumnya dibagi menjadi dua, yakni target jangka pendek dan jangka panjang. Target jangka panjang adalah berat badan ideal yang sudah dicari sebelumnya atau mendekati angka itu. Lalu untuk target jangka pendek, yakni target selama 1-2 bulan pertama.

Baca Juga : Cara Menaikkan Berat Badan

Hindari untuk mematok angka yang terlalu besar. Target yang ditentukan ini harus realistis, mudah dicapai, dan tidak menyiksa tubuh. Normalnya, target jangka pendek adalah 5% dari berat badan awal sebelum diet.

Jika memiliki berat badan 90 kg, target 1-2 bulan ke depan adalah menurunkan sekitar 4,5 kg. Setelah target terpenuhi, kita bisa membuat target jangka pendek baru dan menyesuaikan kalori defisitnya lagi agar tidak menyebabkan efek negatif pada tubuh.

Mendapatkan berat badan ideal adalah impian semua orang. Sayangnya, banyak yang gagal karena target yang dibuat tidak realistis. Selain itu diet juga dijalankan secara sembarangan dan tidak terkontrol dengan baik.

Untuk mencapai body goal, terapkan cara menghitung berat badan ideal di atas. Berikutnya, buat target yang jelas diikuti dengan pola makan yang baik dan olahraga. Apabila membutuhkan teman untuk sharing progres, bergabunglah ke GGL. Ada fitur Support Group yang bisa bantu kita tetap semangat menurunkan berat badan.

cara turunkan kolestrol tinggi

5 Cara Turunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Obat

Tidak sedikit orang yang mencari cara turunkan kolesterol tinggi. Kolesterol memiliki banyak peran penting di dalam tubuh, seperti menjaga dinding sel kita tetap fleksibel dan terlibat dalam pembuatan beberapa hormon. Namun jika jumlahnya berlebihan, bisa berbahaya.

Saat kadarnya terlampau tinggi, kolesterol akan menempel pada dinding pembuluh darah dan menyumbatnya. Kondisi ini dapat memicu risiko serangan jantung atau stroke. Kolesterol dikatakan tinggi apabila kadarnya mencapai ³5.2 nmol/l atau ³200 mg/dl.

Tidak semua kolesterol itu buruk. Berdasarkan tipenya, kolesterol dibagi 2 yakni Low-Density Lipoprotein (LDL) dan High-Density Lipoprotein (HDL). LDL adalah kolesterol jahat yang bisa menumpuk pada pembuluh darah. Sedangkan HDL adalah kolesterol baik yang dapat mengangkut kelebihan kolesterol dalam tubuh untuk dibawa kembali ke hati.

Intinya, kadar LDL harus kita turunkan, sedangkan kadar HDL harus kita tingkatkan untuk mengatasi masalah kolesterol. Ini dapat dilakukan dengan memodifikasi pola hidup kita. Yuk, simak caranya di bawah ini!

1. Pilih Makanan yang Tepat

Kolesterol adalah lemak, jadi hal pertama yang harus kita kurangi adalah asupan lemak itu sendiri. Lemak jenuh dan lemak trans adalah jenis lemak yang harus kita hindari atau setidaknya kita batasi konsumsinya.

Hindari atau batasi konsumsi daging merah hewani (red meat), makanan olahan, kue kering, keju, margarin dan mentega yang mengandung lemak jahat.

Sebagai gantinya, pilih lemak baik seperti omega-3 yang bisa dengan mudah kita dapatkan di ikan laut (mackerel, tuna, herring), maupun kacang-kacangan yang berasal dari pohon seperti almond, mete, dan kedelai.

2. Meningkatkan Aktivitas Fisik

Latihan resistensi (resistance) atau angkat beban terbukti efektif meningkatkan HDL hingga 13,2%. Latihan resistensi bisa kita lakukan dengan mengangkat beban seperti dumbbell atau resistance bands maupun angkat beban tubuh sendiri seperti push-up, crunches, dan squat. Semua latihan ini bisa dilakukan setidaknya 3 kali/minggu dengan durasi 40-50 menit setiap sesinya.

Latihan resistensi mungkin lebih efektif dalam meningkatkan HDL. Namun pada dasarnya, jika fokus kita adalah menurunkan kolesterol, semua jenis olahraga, baik resistensi maupun aerobik, sama-sama bermanfaat bagi tubuh kita.

American Health Association (AHA) menyarankan untuk setidaknya berolahraga aerobik selama 150 menit setiap minggunya untuk menurunkan kolesterol. Contoh olahraga aerobik yang bisa dilakukan adalah berjalan, berenang, atau bersepeda.

Pada saat kita aktif bergerak, tubuh akan memproduksi hormon yang menarik LDL dalam darah kembali ke hati. Dari sini LDL akan diubah menjadi cairan empedu untuk kemudian dibuang keluar tubuh. Jadi, semakin banyak kita bergerak, semakin banyak pula kolesterol yang akan dibuang oleh tubuh.

3. Menurunkan Berat Badan

Pemilihan makanan secara tepat yang dikombinasikan dengan aktivitas fisik tidak hanya bertujuan untuk menurunkan kolesterol namun juga menurunkan berat badan. Orang yang telah berhasil menurunkan berat badan antara 5 – 10% dari berat badan awal saja menunjukkan perbaikan besar pada kadar kolesterol total dan trigliserida.

Menurunkan berat badan harus kita lakukan dengan benar. Program diet GGL bisa jadi solusi terbaik untuk kita. GGL menyediakan panduan pola makan yang sehat dan program olahraga yang mudah diikuti oleh pemula. Klik di sini untuk gabung, ya!

berhenti merokok bisa menurunkan kolesterol tinggi

4. Berhenti Merokok

Sudah bukan rahasia lagi kalau rokok berdampak buruk bagi tubuh. Tidak hanya pada paru-paru, merokok juga bisa meningkatkan kolesterol jahat di tubuh. Rokok memicu pelepasan hormon katekolamin yang membuat tubuh kita melepaskan asam lemak bebas.

Asam lemak ini akan meningkatkan konsentrasi LDL dan menurunkan HDL. Seperti yang sudah kita bahas di atas, LDL yang jumlahnya melebihi HDL membuat kolesterol sulit untuk dibuang tubuh dan pada akhirnya akan menumpuk di pembuluh darah dan menyumbatnya.

5. Atur Rasa Stres

Selain faktor eksternal di atas, stres juga bisa jadi faktor yang meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Ini karena, saat kita berada di bawah tekanan mental, tubuh kita akan bersiap untuk melindungi diri, yang biasa disebut dengan “fight-or-flight response”.

Respons ini akan memicu pelepasan hormon kortisol, yakni hormon yang diproduksi kelenjar adrenal saat kita sedang stres.

Pelepasan hormon ini membuat kita menghasilkan lebih banyak energi. Sayangnya energi ini tidak benar-benar kita gunakan untuk aktivitas fisik, sehingga nantinya secara bertahap akan menumpuk sebagai jaringan lemak dan kolesterol jahat.

Stres bisa muncul karena banyak faktor. Bisa karena lingkungan, pekerjaan, maupun hal lainnya. Walaupun tidak bisa dihindari, kita tetap dapat mengatur rasa stres dengan pola hidup yang sehat seperti berolahraga, tidur yang cukup, dan makan makanan bergizi.

Kita juga bisa mencari waktu untuk istirahat sejenak dari rutinitas yang kita jalani atau berkomunikasi dengan orang terdekat maupun tenaga profesional seperti psikolog.

Kolesterol memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita, tapi apabila jumlahnya tidak terkontrol, kolesterol justru merugikan kita. Kalau kadar kolesterol sudah melewati ambang batas seperti ini, perubahan gaya hidup adalah pengobatan lini pertama yang harus kita lakukan.

Selain menerapkan pola hidup sehat, pastikan untuk rutin memeriksakan kadar kolesterol kita setiap 3 bulan sekali sampai kadarnya normal kembali. Share artikel tentang cara turunkan kolesterol tinggi ini ke orang-orang yang kita sayangi.