pengaruh stres terhadap berat badan

Pengaruh Stres Terhadap Berat Badan: Menurunkan atau Menaikkan?

Apa ada pengaruh stres terhadap berat badan? Ya, tentu ada. Stres adalah reaksi yang diberikan tubuh ketika menghadapi ancaman, tekanan, atau situasi baru di sekitar kita. Stres tidak hanya berdampak pada psikis, namun juga fisik kita.

Pengaruh stres ini mungkin bisa terjadi apabila kondisi ini tidak segera ditangani. Apakah akan menyebabkan penurunan atau peningkatan berat badan? Ini bervariasi dari satu orang ke yang lainnya.

Stres bisa mempengaruhi nafsu makan dan kecenderungan untuk memilih jenis makanan yang kurang sehat.

Baca artikel ini lebih jauh untuk mengetahui seperti apa stres memengaruhi berat badan kita, termasuk cara pengelolaan stres agar perubahan berat badan tidak terjadi.

Apakah Stres Bisa Menurunkan BB?

Rasa sedih saat kehilangan seseorang atau sesuatu yang berharga, tekanan dari lingkungan, serta kejadian kurang menyenangkan lainnya bisa membuat kita berada di kondisi stres akut. Kondisi ini dapat memicu peningkatan hormon adrenalin yang membuat nafsu makan kita menurun.

Beberapa orang bahkan kehilangan nafsu makan sama sekali sehingga melewatkan waktu makan. Jika dibiarkan, stres akut dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Sering kali penurunan berat badan karena stres terjadi hanya sementara. Berat badan kita akan kembali membaik saat tekanan berangsur-angsur berkurang.

pengaruh stres bisa menaikkan berat badan

Berat Badan Justru Naik Saat Stres, Apakah Normal?

Pada zaman dahulu, nenek moyang kita memanfaatkan kondisi stres untuk keluar dari situasi yang mengancam jiwa. Mekanisme ini disebut respons “fight or flight”. Respons ini membuat tubuh melepaskan gula ke dalam darah sehingga otot kita memiliki energi untuk melarikan diri dari predator atau ancaman fisik lainnya.

Namun di zaman modern, sebagian besar stres yang kita rasakan bersifat psikis (pertengkaran, tekanan kerja, kekhawatiran finansial, dan lainnya) daripada fisik. Tubuh kita masih merespons dengan cara yang sama, seolah-olah stres psikis yang kita rasakan adalah ancaman fisik.

Sayangnya karena tidak benar-benar digunakan untuk aktivitas fisik, kelebihan energi ini malah disimpan kembali dalam bentuk lemak. Jadi benar, stres, terutama yang kronis, bisa menyebabkan berat badan bertambah.

Lebih lagi sebuah studi membuktikan bahwa stres yang berkepanjangan bisa menurunkan massa otot kita. Padahal kita tahu bahwa otot adalah “alat” pembakar lemak alami yang dimiliki tubuh. Ini akan memperparah penumpukan lemak dalam tubuh.

Baca Juga : 4 Cara Menaikkan Berat Badan dengan Sehat

Selain itu pada saat stres, tubuh kita mengaktivasi HPA-axis yang menyebabkan pelepasan hormon kortisol. Hormon kortisol dikenal sebagai “hormon stres” yang mendorong kita untuk makan lebih banyak.

Di saat yang bersamaan, selain fisiologis, mekanisme psikologis pun terjadi saat kita stres. Tekanan yang dirasakan terus menerus membuat kita mengharapkan “penghargaan” dari sesuatu. Umumnya, konsumsi makanan yang manis dan tinggi lemak adalah cara paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk sejenak melupakan stres yang kita alami.

Bagaimana Cara Hindari Kenaikan BB Karena Stres?

American Psychological Association mengungkapkan, sebenarnya makanan manis dan tinggi lemak seperti cokelat, es krim, kue, dan camilan lainnya tidak benar-benar bisa meningkatkan mood kita. Ini berarti kita tidak perlu mengonsumsi makanan kurang sehat tersebut untuk mengatasi stres yang kita alami.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Baik menurunkan atau menaikkan, perubahan berat badan dikarenakan stres harus benar-benar kita tangani dengan serius. Apabila tidak, bukan hanya berat badan yang terdampak, sistem imun dan kesehatan kita juga bisa menurun.

Walaupun menurunkan tingkat stres perlu waktu, kita masih bisa mengelola stres dengan mengatur efek hormon kortisol yang meningkat ini dengan melakukan relaksasi, meditasi, yoga, atau mengatur pernapasan.

Olahraga juga sangat penting. Menghabiskan waktu setidaknya setengah jam untuk olahraga aerobik, resistensi, atau peregangan (contoh: yoga), terbukti bisa mengurangi stres.

Terakhir, hindari makanan padat energi, yakni jenis makanan atau minuman yang mengandung kalori tinggi namun tidak ada nutrisinya. Jenis makanan ini terbukti bisa berpengaruh buruk pada keseimbangan hormon stres kita.

Baca Juga : Makanan Tinggi Protein Bikin Gemuk, Benarkah?

Mengaplikasikan pola makan sehat tidak lagi sulit dengan aplikasi GGL. Dengan mengontrol pola makan, pengaruh stres terhadap berat badan bisa kita atasi. Ini karena kalori yang kita konsumsi akan diubah menjadi energi, bukan menjadi lemak dan disimpan oleh tubuh.

makanan berkarbohidrat tinggi

Bolehkah Makan Makanan Berkarbohidrat Tinggi Saat Diet?

Makanan berkarbohidrat tinggi selalu dianggap sebagai biang kerok pemicu kenaikan berat badan dan obesitas. Selain itu, mengonsumsi makanan karbohidrat tinggi juga disebut-sebut dapat meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya.

Alhasil, saat menjalankan diet, beberapa orang memilih untuk mengurangi konsumsi karbohidrat atau menghentikannya sama sekali. Padahal, tubuh kita butuh karbohidrat untuk beroperasi.

Jadi apakah karbohidrat benar-benar berbahaya untuk tubuh? Simak artikel GGL di bawah ini untuk mendapatkan jawabannya.

Kebutuhan Karbohidrat Harian

Dalam satu hari, orang dewasa dan anak-anak di atas usia 1 tahun dianjurkan untuk mengonsumsi karbohidrat minimal 130 gram. Jumlah ini harus dipenuhi agar tubuh kita dapat memproduksi cukup glukosa untuk berfungsi dan memenuhi kebutuhan otak.

Selanjutnya rekomendasi persentase makronutrien, karbohidrat mendapatkan porsi sekitar 40-55% dari total kalori harian. Artinya jika total kalori harian kita sebanyak 2.000 kalori, karbohidrat akan mendapatkan porsi sekitar 800-1100 kalori.

Mengonsumsi karbohidrat lebih tinggi (>70%) atau lebih rendah (<40%) dari rekomendasi bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Bahkan, bisa meningkatkan risiko kematian dan penurunan ekspektasi hidup.

makanan berkarbohidrat tinggi

Manfaat Karbohidrat untuk Tubuh

Selama diet kita sebaiknya tidak menghindari konsumsi karbohidrat. Karena asupan yang satu ini punya banyak peran di dalam tubuh.

Manfaat sekaligus peran utama karbohidrat adalah menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh. Saat masuk ke saluran cerna, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa. Selanjutnya, glukosa akan masuk ke pembuluh darah dan dialirkan ke seluruh sel tubuh untuk membantunya berfungsi dengan benar.

Jika glukosa yang didapatkan dari makanan berlebih, tubuh akan menyimpannya di hati atau otot dalam bentuk glikogen. Kandungan glikogen dalam hati digunakan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.

Salah satu jenis karbohidrat adalah serat. Mengonsumsi serat dalam jumlah cukup dapat membantu pencernaan berfungsi dengan baik. Selain itu, serat juga berperan untuk membantu penurunan berat badan dan mencegah naiknya kolesterol.

Makanan Berkarbohidrat Tinggi yang Menyehatkan

Karbohidrat menyuplai energi dalam jumlah banyak untuk tubuh. Namun, kita juga harus memilih sumber karbohidrat yang tepat untuk mengurangi risiko dan memaksimalkan manfaatnya. Berikut rekomendasi makanan berkarbohidrat tinggi yang menyehatkan.

Oatmeal

Sekitar 70% kandungan oatmeal adalah karbohidrat. Kandungan yang besar ini berisi serat beta glucan yang tinggi. Serat ini bermanfaat untuk menurunkan penyerapan kolesterol dan menekan kenaikan kolesterol jahat (LDL) dalam darah.

Pisang

Pisang mengandung gula dan pati dengan kadar yang bervariasi. Saat masih mentah, kandungan pati lebih banyak. Begitu pisang masak, kadar gulanya akan bertambah dan memunculkan rasa manis.

Pati pada pisang bagus untuk pencernaan karena memberikan makanan pada bakteri baik di usus. Sebaliknya, pisang yang sudah matang tinggi potasium dan bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Ubi Jalar

Sekitar 100 gram ubi jalar mengandung 20 gram karbohidrat total yang terdiri dari pati, gula, dan serat. Selain itu, ubi jalar juga mengandung vitamin A, vitamin C, dan potasium. Rutin makan umbi ini juga dapat menyuplai antioksidan yang bisa melawan radikal bebas.

Apel

Setiap 100 gram buah apel mengandung 12-14 gram karbohidrat. Selain itu terdapat kandungan serat, vitamin C, dan antioksidan. Apel cocok sekali dimakan sebagai camilan karena bisa mengganjal lapar dan menstabilkan tekanan darah.

Kacang Merah

Karbohidrat dalam kacang merah terdiri dari serat dan pati. Setiap 100 gram kacang merah mengandung 60 gram karbohidrat, 25 gram serat, dan 24 gram protein. Kandungan ini membuat orang yang mengonsumsi kacang merah kenyang lebih lama.

Mengonsumsi kacang merah secara rutin bisa menurunkan risiko kanker usus. Selain itu, bisa juga menstabilkan kadar gula darah di dalam tubuh.

Konsumsi karbohidrat sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan. Kecuali, bagi penderita diabetes yang memang harus memperhatikan asupan karbohidrat mereka. Pastikan sumber karbohidrat yang dikonsumsi memiliki indeks glikemik yang aman agar tidak memicu lonjakan kadar gula darah.

Jadi, bolehkah mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi saat diet? Jawabannya ditentukan dengan tujuan diet dan kondisi medis yang dimiliki. Selain itu, cek kalori dari karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh dengan aplikasi GGL agar tidak melebihi target harian.

air lemon dan kopi

Air Lemon dan Kopi Bisa Menurunkan Berat Badan, Apa Benar?

Sudah pernah lihat video tren di TikTok yang mengklaim kalau minum kombinasi air lemon dan kopi bisa membantu menurunkan berat badan? Beberapa video testimoni tersebut bahkan menunjukkan perubahan badan yang ekstrem. Tidak heran kalau kita juga jadi ingin mencoba tren yang satu ini. Tapi, apa benar kombinasi kopi dan lemon bisa menurunkan berat badan?

Baik kopi dan lemon memang punya manfaatnya masing-masing untuk kesehatan. Minum kopi juga disebut bermanfaat untuk mengurangi risiko beberapa tipe kanker, mengurangi risiko diabetes tipe 2, serta penyakit jantung, hati, depresi, hingga alzheimer dan parkinson. Sama halnya dengan lemon yang juga dikenal dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, serta dapat melindungi jantung dan sistem imun tubuh.

Terlepas dari manfaat kesehatan kopi dan lemon tersebut, kita perlu melihat lebih spesifik kontribusi masing-masing bahan ini pada penurunan berat badan. Lalu manfaatnya saat keduanya dicampurkan. Berikut pembahasannya.

kopi hitam

Kopi dapat Meningkatkan Metabolisme

Dalam sebuah penelitian, kafein di dalam minuman kopi disebutkan dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Tepatnya dengan dosis kafein 10 mg per kg berat badan subyek, metabolisme dapat ditingkatkan hingga 13%.

Namun, dalam penelitian yang sama, juga ditekankan bahwa efek peningkatan metabolisme serta pembakaran lemak tidak terjadi pada semua kasus. Karena bisa jadi lemak hanya sebatas dimobilisasi dan tidak dibakar. Konsumsi kafein dapat membakar 24% lemak, sementara 76% lemak lainnya hanya dimobilisasi.

Dari penelitian ini kita jadi tahu kalau sumbangsih kopi sebenarnya hanya sebatas meningkatkan metabolisme tubuh. Sekadar meningkatkan metabolisme tubuh tanpa mengontrol asupan dan pengeluaran energi tidak akan membantu proses penurunan berat badan.

perasan air lemon

Peran Air Lemon untuk Penurunan Berat Badan

Ada satu penelitian yang menerapkan diet detoks lemon pada perempuan Korea Selatan yang kelebihan berat badan. Dalam penelitian ini para subyek diminta untuk mengonsumsi campuran jus lemon, serta sirop maple dan palm untuk satu minggu. Hasil dari penelitian menunjukkan kalau diet detoks ini dapat mengurangi lemak dalam tubuh.

Namun yang perlu ditekankan adalah, dalam penelitian ini pembatasan kalori (defisit kalori) juga diterapkan. Selain itu, belum ada bukti solid yang menunjukkan bahwa mengonsumsi lemon (jus) saja dapat membakar lemak atau berdampak langsung pada penurunan berat badan.

Air perasan lemon juga kerap dikonsumsi dengan campuran air. Dampak peningkatan metabolisme, serta dampak mengenyangkan saat mengonsumsi minuman ini disebabkan oleh air putih dan bukan hanya dari sari lemon itu sendiri. Dengan kata lain, manfaat yang sama pun bisa didapatkan dengan hanya meminum lebih banyak air putih.

Kombinasi Air Lemon dan Kopi

Jadi, apa benar kombinasi kopi dan lemon bisa menurunkan berat badan? Dikonsumsi secara terpisah, kopi dan lemon memang bisa membantu menurunkan berat badan. Tapi dampaknya tidak signifikan. Mengombinasikan keduanya pun tidak berarti dampaknya jadi berlipat ganda. Selain itu belum ada bukti ilmiah yang mendukung khasiat kombinasi ini.

Kalaupun kita mencoba mengonsumsi kedua kombinasi ini dan ternyata berat badanmu turun, dapat dipastikan ada faktor-faktor lain yang terlibat.

Faktor pertama adalah kita perlu melakukan pembatasan kalori yang cukup ketat. Ini terjadi jika meminum air lemon dan kopi sembari mengurangi asupan makanan. Misalnya kita minum kopi dan lemon di pagi hari tanpa diikuti dengan sarapan. Ini tentu saja akan mengurangi total asupan kalori harian, jadi wajar saja jika berat badan menurun.

Faktor lainnya adalah jika memiliki gaya hidup yang aktif atau bahkan suka berolahraga. Dengan begini kemungkinan berat badan turun juga semakin tinggi. Jadi bukan semata-mata karena kontribusi dari kopi dan lemon.

Hal lainnya yang penting untuk diperhatikan adalah kombinasi kopi dan lemon ini bisa jadi kabar buruk bagi yang punya masalah asam lambung. Karena tingkat asam yang cukup tinggi dari campuran keduanya. Selain itu, kita juga harus tahu bahwa ada efek samping jika mengonsumsi kopi terlalu banyak dari asupan yang disarankan untuk satu harinya.

Alih-alih menurunkan berat badan dengan berfokus pada minuman-minuman “ajaib”, ada baiknya kita melakukan diet yang lebih sehat. Mulai dengan defisit kalori yang aman, pola makan yang konsisten, serta lebih aktif bergerak dan berolahraga. Hal yang sama juga diterapkan oleh para member di komunitas GGL. Kamu bisa bergabung untuk memperbaiki pola diet.

Untitled design (90)

Apakah Lemak Bisa Berubah Menjadi Otot dan Sebaliknya ?

Salah satu tujuan hampir setiap orang yang ingin menurunkan berat badan adalah mengubah lemak menjadi otot. Mereka melakukan olahraga angkat beban dengan harapan lemak mereka berubah menjadi otot sehingga tubuh terlihat lebih bagus. Tapi, apakah benar jika lemak bisa berubah menjadi otot ataupun sebaliknya otot bisa berubah menjadi lemak jika tidak digunakan?

Jawaban singkatnya adalah tidak bisa dan tidak mungkin. Proses pembakaran lemak dan pembentukan otot tidak sesederhana saling bertukar. Lemak dan otot memiliki susunan sel yang berbeda. Membandingkan keduanya sama seperti membandingkan langit dan bumi.

Perbedaan lemak dan otot

Jaringan lemak atau disebut juga dengan jaringan adiposa terdiri atas susunan asam lemak dan trigliserida. Susunan lemak terdiri atas tiga unsur kimia yakni karbon, hidrogen, dan oksigen. Sedangkan otot merupakan bagian tubuh yang terdiri dari serat-serat asam amino penyusun protein. Asam amino terdiri atas unsur kimia nitrogen. Perbedaan susunan unsur kimia dari kedua jaringan ini membuatnya tidak dapat saling bertransformasi.

Apakah Lemak Bisa Berubah Menjadi Otot

Jaringan yang berubah ketika berat badan turun

Secara umum, penurunan berat badan merupakan kombinasi dari penurunan lemak, otot, maupun simpanan glikogen, termasuk hilangnya massa air. Jadi, kamu tidak bisa berpikir untuk hanya menghilangkan lemak saja. Jika terjadi penurunan berat badan, maka terjadi pula perubahan komposisi dalam tubuh kamu.

Tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi ketika kamu melakukan defisit kalori. Ketika terjadi pembakaran lemak, maka lemak berubah menjadi energi, karbon dioksida, air, dan hasil metabolit lain, bukan berubah menjadi otot. Defisit kalori yang disarankan adalah mengurangi asupan kurang lebih 500 kkal dari total kebutuhan kalori harian kamu. Melakukan defisit kalori terlalu berlebihan dapat mengakibatkan kamu kehilangan banyak massa otot.

cara menghilangkan lemak dan meningkatkan otot

Bagaimana cara menghilangkan lemak dan meningkatkan otot

Diet yang baik adalah diet yang melakukan defisit kalori yang tidak berlebihan, mengonsumsi sumber protein yang cukup untuk mempertahankan massa otot, dan melakukan olahraga resistant training minimal 3 kali/pekan agar kekuatan dan fungsi otot tetap terjaga.

Kamu dapat melakukan kombinasi antara diet dan aktivitas fisik. Manajemen berat badan tidak hanya terkait dengan ‘makan sedikit’ atau ‘olahraga banyak’. Namun, kamu perlu melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Aktivitas fisik akan mempengaruhi keseimbangan energi, tergantung pada jenis, intensitas, dan durasinya. Olahraga resistant training atau latihan beban, juga lebih disarankan untuk membangun dan menjaga massa otot demi meningkatkan laju metabolisme.

Pengaturan jenis makanan juga perlu kamu lakukan. Apalagi terkait pemilihan sumber protein dan lemak. Jika kamu tidak ingin kehilangan terlalu banyak massa otot ketika turun berat badan, kamu perlu memperhatikan kecukupan protein. Sebuah studi menyebutkan bahwa ada beberapa strategi yang dapat dilakukan agar ketika memangkas lemak di tubuh, otot tidak ikut hilang. Strategi tersebut antara lain tidak melakukan pembatasan kalori terlalu besar, memonitoring asupan protein baik dari segi waktu dan kualitas, dan memilih makanan dengan densitas energi yang rendah, yaitu makanan utuh yang tinggi serat dan rendah lemak.

Terdapat interaksi antara jaringan lemak dan otot yang saling terkait. Otot yang tidak digunakan akan mengalami penurunan massa. Penurunan massa otot ini berdampak pada penurunan kapasitas oksidasi lemak. Kondisi ini menyebabkan akumulasi jaringan adiposa (lemak) terutama pada bagian perut.

Selain itu, kecepatan metabolisme dari dua jaringan ini juga saling terkait. Di dalam tubuh, otot lebih aktif secara metabolik dibandingkan lemak. Jika ada dua orang dengan berat badan sama sedang duduk, dan salah satu dari mereka memiliki rasio otot yang lebih tinggi, maka ia akan membakar lebih banyak kalori walau mereka sama-sama sedang duduk. Memiliki otot yang lebih banyak membantu kamu untuk membakar lebih banyak kalori dan lebih mudah menghilangkan massa lemak.

Ternyata mekanisme perubahan lemak menjadi otot tidak serta merta bisa saling berubah bergantian saja. Perubahan massa lemak menjadi massa otot atau sebaliknya harus melalui tahapan kompleks di dalam tubuh. Tapi yang jelas, kamu harus tetap semangat hidup sehat, bergerak aktif, dan melakukan olahraga. Kamu bisa memulai hidup lebih aktif bersama GGL, kami memiliki program workout untuk pemula dan kamu bisa memulai dengan itu.

arbucks (3)

Diet yang Benar dengan Pola Pikir Berikut Ini

Diet yang benar tidak melulu soal makan, olahraga, dan timbangan. Memiliki pola pikir yang tepat juga penting untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Karena faktanya, ada banyak orang gagal menjalankan program diet yang diklaim “pasti berhasil”. Faktor gagal diet ini ada banyak. Salah satunya adalah tidak memiliki mindset diet yang tepat.

Sepenting apakah pola pikir atau mindset diet itu?

Kita semua tahu kalau menurunkan berat badan bukanlah perkara mudah. Mengatur pola makan, memilih menu imbang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian, berolahraga, serta menimbang dan mengukur badan. Semua rutinitas ini butuh konsistensi dan kesabaran. Tidak sedikit yang menyerah di tengah jalan, atau merasa sudah gagal diet hanya karena ngemil sedikit.

Menjaga agar kita bisa konsisten, tetap semangat melakukan rutinitas tersebut, serta memotivasi diri sendiri membutuhkan pola pikir yang tepat. Berikut beberapa pola pikir yang sebaiknya kita miliki saat sedang menjalankan diet.

Pilih Susahmu

Memiliki badan yang gemuk itu tidak mudah. Saat hendak membeli pakaian, susah mendapatkan ukuran yang nyaman di badan. Pilihan untuk pakaian dengan mode terkini juga terbatas, karena sedikit yang menyediakan pakaian trendy dengan ukuran ekstra. Belum lagi soal perasaan minder dengan penampilan kita.

Ini baru soal penampilan, belum lagi perkara gangguan kesehatan dan risiko penyakit karena kelebihan berat badan.

Untuk jadi ramping pun sama, ada susahnya juga. Susah karena kita harus mengubah hampir sebagian besar pola hidup kita selama ini. Pola makan yang tidak teratur harus diperbaiki, kebiasaan begadang harus dikurangi, serta rasa malas bergerak dan berolahraga juga harus dibasmi. Mudah kelihatannya, tapi susah untuk dilakukan.

Intinya, gemuk susah, mau ramping juga harus ada usaha. Kita harus memilih “susah” yang mau kita jalani. Ingat, menurunkan berat badan dan jadi ramping memang tidak gampang, tapi bukan berarti tidak mungkin. Pertimbangkan juga manfaat-manfaat sepadan yang akan kita peroleh.

Pilih Susahmu

Diet yang Benar Tidak Instan

Pola pikir diet yang benar dan tak kalah penting berikutnya adalah memahami bahwa di dunia ini tidak ada yang instan. Untuk berubah jadi lebih baik, kita butuh proses dan waktu. Seperti halnya seorang bayi yang butuh waktu untuk bisa belajar berjalan dan berbicara.

Hal-hal yang instan sifatnya hanya sementara dan tidak tahan lama. Sama halnya dengan diet untuk menurunkan berat badan. Kita tidak bisa mengharapkan diet instan yang menjanjikan berat badan dapat turun dalam hitungan hari untuk menjamin tubuh kita bisa tetap ramping dan sehat selamanya.

Sedikit upaya lebih baik daripada tidak ada upaya sama sekali. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Perubahan yang susah, jika dilakukan sedikit demi sedikit bisa memberikan hasil yang jauh lebih optimal dan tahan lama.

Diet yang Benar Berfokus Pada Progres

Perubahan abadi tidak bisa didapatkan dengan instan. Diet untuk menurunkan berat badan pun demikian. Tubuh butuh waktu untuk memproses perubahan sebelum memberikan hasil yang bisa kita lihat di cermin atau timbangan. Alih-alih terlalu berfokus pada hasil, cobalah berfokus pada setiap progres yang dicapai setiap hari.

Terlalu fokus pada hasil bisa membuat kita stres saat melakukan diet. “Kok berat badan nggak turun, ya?” pikir kita dalam hati saat melihat timbangan. Padahal ukuran lingkar badan sudah berkurang beberapa puluh senti. Saking fokusnya sama timbangan, sampai-sampai progres yang sudah dicapai tidak terlihat dan dirasa tidak cukup baik.

Berfokuslah pada progres-progres kecil yang dicapai setiap hari. Tidak perlu terburu-buru. Progres tetaplah progres, sekecil apa pun itu. Ini dapat membuat kita lebih menikmati perjalanan diet kita.

Diet yang Benar Berfokus Pada Progres

Motivasi Butuh Diperbarui

Satu lagi hal penting yang perlu jadi bagian dari pola pikir saat diet. Sadarilah bahwa motivasi tidak bisa bertahan selamanya. Ada saat di mana motivasi yang kita miliki di awal program diet tidak lagi relevan dengan situasi kita sekarang. Semangat yang awalnya sangat tinggi, lama-lama mulai berkurang dan akhirnya hilang. Tidak heran kalau ada yang berhenti diet di tengah jalan.

Itu sebabnya penting untuk kita kembali melakukan evaluasi diri. Mengingatkan diri tentang motivasi awal melakukan diet. Motivasi perlu diperbarui agar semangat kita kembali berapi-api lagi. Menemukan kembali motivasi ini bisa dilakukan sendiri atau dengan berdiskusi dengan teman, suami, atau istri yang mendukung kita melakukan diet.

Hal yang sama juga dilakukan oleh member yang bergabung di dalam komunitas GGL. Selain memberi tips dan saran untuk menjalankan diet, melihat progres yang dibagikan para member di dalam komunitas juga jadi motivasi baru bagi kita. Dengan pola pikir yang tepat, kita juga bisa menikmati program diet yang benar yang kita jalankan tersebut.

Cara Mengetahui Tubuh Sudah Kenyang

Cara Mengetahui Tubuh Sudah Kenyang

Tubuh kita bekerja dengan sistem yang sangat detail. Bahkan untuk urusan lapar dan kenyang pun ada sistem yang mengatur. Sistem ini memungkinkan kita untuk tahu kapan saatnya harus makan, dan kapan saatnya harus berhenti makan. Sayangnya, kebiasaan makan yang buruk dapat membuat tubuh kesulitan mendeteksi sinyal rasa lapar dan kenyang dengan akurat.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas tentang cara otak memberi sinyal rasa kenyang, seperti apa tandanya kalau kita sudah kenyang, serta penyebab yang membuat tubuh sulit memberi dan mengenali sinyal lapar dan kenyang yang tepat. Berikut ulasan selengkapnya.

Sinyal Rasa Kenyang

Saat perut kosong, otak akan memberikan sinyal lapar dengan merilis hormon ghrelin. Kita lalu mengonsumsi makanan untuk mengatasi rasa lapar tersebut. Makanan yang masuk akan perlahan memenuhi rongga lambung. Saraf-saraf pada dinding otot lambung yang penuh dengan makanan, kemudian akan mengirim sinyal melalui saraf vagus ke hipotalamus.

Hipotalamus adalah bagian otak yang salah satu tugasnya adalah mengontrol asupan makanan dengan merilis hormon yang memberi sinyal lapar, atau kenyang pada tubuh kita. Dengan kata lain, hipotalamus bertugas untuk memberi kita tanda kapan tubuh butuh asupan makanan, dan kapan tubuh sudah mendapat asupan yang cukup dengan merilis hormon leptin.

Namun, proses di atas hanyalah satu dari beberapa cara otak mengetahui apakah tubuh kita sudah kenyang makan. Saat makanan dicerna oleh tubuh, nutrisi yang diperoleh dari makanan akan bergerak dan memicu dirilisnya hormon untuk dikirim ke otak. Salah satunya adalah hormon cholecystokinin.

Saat hormon cholecystokinin mencapai hipotalamus, ia akan mengurangi hormon ghrelin (rasa lapar) dan memperbanyak hormon leptin (kenyang). Hormon ini juga akan memperlambat gerak makanan dari lambung ke usus dan membuat kita kenyang lebih lama, sekaligus memberitahu tubuh bahwa kita sudah makan.

Selain itu, saat kita makan pankreas juga akan melepaskan insulin. Insulin lalu merangsang sel lemak untuk memproduksi hormon leptin yang juga akan dikirim ke hipotalamus. Sekali lagi untuk memberi informasi bahwa asupan makanan telah diproses dan sinyal rasa kenyang bisa dilepaskan.

Cara Mengetahui Tubuh Sudah Kenyang

Tanda Kalau Tubuh Sudah Kenyang Makan

Setelah mengetahui bagaimana cara otak memberi sinyal rasa kenyang, ada juga beberapa tanda yang bisa dirasakan pada tubuh saat sudah kenyang makan. Salah satu tanda yang paling umum dan mudah dirasakan adalah saat perut membesar atau terasa lebih kencang. Selain itu, kita juga akan merasa tidak nyaman atau “penuh” pada perut saat sudah kenyang.

Saat sedang lapar, nafsu makan meningkat. Kondisi ini dapat mendorong kita untuk makan dengan lahap. Begitu kita sudah kenyang, selera makan pun akan berangsur-angsur berkurang. Tanda lainnya kalau kita sudah kenyang adalah, kita sudah tidak berselera untuk melanjutkan makan.

Saat sudah kenyang kita juga akan merasa seperti mendapat energi tambahan. Ada perasaan puas yang muncul setelah tubuh merasa kenyang.

Penyebab Sulit Merasa Kenyang

Tapi apa yang terjadi jika kita tidak merasakan tanda-tanda kalau tubuh sudah kenyang? Alih-alih merasa cukup, kita terus makan dan berakhir dengan porsi yang berlebihan. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan hal ini terjadi. Pertama, makanan yang dikonsumsi memang tidak mengenyangkan. Mengonsumsi makanan olahan misalnya, dibutuhkan porsi ekstra untuk membuat kita merasa kenyang. Itu pun tidak bertahan lama, sampai kita merasa lapar lagi.

Kedua, ada yang salah dengan cara makan kita. Salah satu yang sering terjadi adalah makan terlalu cepat. Mengonsumsi makanan terlalu cepat tidak memberi tubuh waktu yang cukup untuk memproses informasi bahwa ada asupan makanan yang masuk. Tubuh butuh setidaknya 20 menit untuk dapat memproses informasi aktivitas makan dan merilis sinyal kenyang.

Baca Juga : Cara Defisit Kalori untuk Pemula

Jadi, solusi untukmu ada tiga. Pertama, perhatikan makanan yang hendak dikonsumsi. Pilihlah makanan utuh yang mengenyangkan serta kaya nutrisi. Kedua, makanlah dengan tenang dan tidak terburu-buru. Nikmati makanan tersebut. Ketiga, tidak ada salahnya menggunakan bantuan aplikasi GGL untuk memantau kandungan nutrisi makanan yang dikonsumsi setiap hari. Tujuannya supaya pola dan kebiasaan makan jadi lebih baik.

Apa Benar Kopi Dapat Membantu Membakar Lemak?

Apa Benar Kopi Dapat Membantu Membakar Lemak?

Minuman populer yang satu ini memang memiliki banyak manfaat. Mulai dari meningkatkan energi hingga berpotensi menekan risiko beberapa penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, stroke, dan kanker hati. Tidak hanya itu, minum kopi juga disebut-sebut dapat membantu membakar lemak.

Manfaat minum kopi diyakini bisa membantu menurunkan berat badan jika dikonsumsi dengan tepat. Kamu disarankan untuk minum kopi tanpa gula, cream, atau topping lainnya. Lalu, bagaimana cara kopi bekerja menurunkan berat badan? Dapatkah kopi membantu membakar lemak? Mari kita periksa bersama faktanya.

Dampaknya Tidak Begitu Signifikan

Dalam sebuah studi ditemukan bahwa terjadi peningkatan pengeluaran energi hingga 13% setelah minum kopi. Namun, mengonsumsi kopi saja ternyata tidak lebih efektif dampaknya jika dibandingkan dengan mengonsumsi kopi disertai dengan berolahraga.

Peningkatan pengeluaran energi sebanyak 13% mungkin terdengar banyak. Namun pada kenyataannya tidak begitu signifikan. Jika dibandingkan dengan kondisi saat tidak minum kopi dan minum kopi, selisih peningkatan energinya hanya sebanyak 0,15 kkal/menit. Jadi setelah 210 menit minum kopi, peningkatan pengeluaran energi yang terjadi hanya sebanyak 31,5 kalori saja.

Apa Benar Kopi Dapat Membantu Membakar Lemak?

Hanya Efektif Pada Subyek Tertentu

Studi lainnya dilakukan pada 10 wanita bertubuh ramping dan 10 wanita obesitas. Setelah mengonsumsi kafein terlihat bahwa pengeluaran energi meningkat. Dalam studi yang sama ditemukan bahwa kafein mempengaruhi metabolisme energi di dalam tubuh. Namun, ditemukan perbedaan dampak kedua karakter subyek yang berbeda ini.

Pengeluaran energi ini terjadi karena adanya peningkatan pembakaran lemak dan karbohidrat secara bersamaan. Pada wanita bertubuh ramping pembakaran lemak yang memicu pengeluaran energi meningkat hingga 29%. Sementara pada wanita obesitas hanya meningkat sebanyak 10%. Selain itu, efek termogenesis pada wanita bertubuh ramping masih terus berlangsung hingga malam hari.

Studi ini menemukan konsumsi kafein dapat memicu pembakaran lemak. Namun ditekankan juga bahwa pembakaran lemak tersebut lebih efektif dialami oleh wanita dengan tubuh ramping.

Dapat Meningkatkan Performa Berolahraga

Sebuah kajian yang dipublikasikan oleh British Journal of Sports Medicine memeriksa 21 hasil studi seputar konsumsi kafein. Kajian ini menyebutkan bahwa kopi bersifat ergogenik, yakni dapat mempengaruhi metabolisme yang membuat performa saat berolahraga jadi meningkat. Efek ini dapat terlihat setelah mengonsumsi 2 cangkir kopi sekitar 60 menit sebelum berolahraga.

Secara spesifik di dalam kajian ini, efek ergogenik dari kafein terlihat saat melakukan latihan ketahanan aerobik, melatih kekuatan otot, daya tahan otot, power, daya lompat, serta latihan kecepatan. Butuh penelitian lanjut untuk melihat adakah efek ergogenik yang sama saat melakukan aktivitas gerak lainnya.

Baca Juga : Cara Defisit Kalori untuk Pemula

Melihat bahasan studi ini, menurunkan berat badan dengan mengonsumsi kopi hanya bisa terlihat hasilnya jika disertai juga dengan berolahraga. Kajian ini tidak membahas secara spesifik bagaimana konsumsi kopi atau kandungan kafein di dalamnya dapat membakar lemak.

Efek Samping Konsumsi Berlebihan

Minum kopi jelas tidak ada salahnya selama dilakukan dengan moderasi, termasuk saat sedang diet. Namun ada batasan konsumsi yang harus diperhatikan. Konsumsi kafein per hari yang disarankan adalah tidak lebih dari 400 mg, yakni sekitar 4-5 cangkir kopi per hari (1 cangkir =118 ml). Ini adalah batas yang aman untuk dikonsumsi.

Dengan adanya batasan konsumsi ini, kita tidak bisa minum kopi berlebihan karena bukannya membantu membakar lemak, justru efek sampingnya yang terasa. Terlalu banyak minum kopi dapat menyebabkan sakit perut, rasa mual, sakit kepala, jantung berdetak cepat, cemas, dan insomnia.

Jadi, apa benar kopi dapat membantu membakar lemak? Jawabannya benar, jika dilihat dari beberapa studi yang dirujuk di atas. Namun ada beberapa hal yang harus kita perhatikan juga. Pertama, pembakaran lemak yang meningkatkan pengeluaran energi ini ternyata tidak cukup signifikan untuk membuat berat badan turun.

Kedua, dampak peningkatan energi ini hanya terlihat pada subyek tertentu saja. Dalam hal ini pada kita yang berbadan gemuk dan cenderung obesitas, dampaknya tidak banyak. Ketiga, tidak bisa hanya mengandalkan minum kopi saja untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan.

Baca Juga : Cara Tepat Makan Oatmeal untuk Diet

Lebih baik fokus memperbaiki pola makan, rutin berolahraga, dan mendapat tidur yang cukup. Dengan cara ini, hasilnya bisa lebih optimal dan lebih baik juga untuk kesehatan. Hal yang sama juga dilakukan oleh para member GGL dengan bantuan aplikasi untuk memantau makanan dan olahraga.

cara cek progres diet

Cara Cek Progres Diet dengan Mudah dan Akurat

Cara cek progres diet dengan menimbang badan adalah hal yang paling umum dilakukan. Setelah menjalani pola makan dengan baik, berolahraga secara teratur, dan tetap konsisten dengan pola hidup tersebut. Namun pada saat berdiri di atas timbangan, rasa kecewa muncul karena angka timbangan ternyata tidak menunjukkan penurunan yang berarti. Tapi jangan putus asa!

Angka yang ditunjukkan oleh timbangan berat badan memang tidak bohong, tapi juga tidak mencerminkan segalanya. Berikut ini, GGL telah merangkum beberapa cara yang mudah dan akurat untuk mengecek progres diet.

Alasan Untuk Tidak Mengandalkan Timbangan Berat Badan

Saat kita menimbang berat badan, angka yang tercantum pada alat adalah berat total dari seluruh tubuh, termasuk lemak, otot, tulang, dan organ. Padahal di saat kita menjalani diet, penurunan yang dimaksud adalah penurunan massa lemak, sehingga mengandalkan timbangan berat badan saja sebagai alat dan cara cek progres diet bisa jadi bukan metode yang terbaik.

Alasan lain kenapa timbangan berat badan tidak cukup “akurat” dalam memantau progres diet adalah karena berat badan kita seringkali berubah pada saat-saat tertentu, seperti:

  1. Penambahan berat air (water weight gain): karena tubuh terdiri dari 70% air, perubahan berat badan akan terjadi setiap kali kita minum atau makan makanan tinggi garam. Asupan garam yang tinggi membuat tubuh menyimpan cairan ekstra untuk mengencerkan kelebihan natrium di dalam tubuh, hasilnya berat badan kita juga akan bertambah karena air.
  2. Penambahan massa otot: kita mungkin saja terlihat semakin ramping tanpa benar-benar melihat adanya perubahan pada berat badan kita. Ini terjadi ketika di saat yang bersamaan kita kehilangan massa lemak tubuh, kita juga meningkatkan massa otot.
  3. Penambahan isi perut: asupan makanan juga dapat menyebabkan berat badan kita sedikit meningkat sesaat setelah makan dan pada saat makanan dicerna di dalam tubuh.

Cara Melacak Progres Diet dengan Mudah dan Akurat

Menimbang berat badan secara berkala bisa menjadi “pedang bermata dua” bagi kita.  Di satu sisi menimbang berat badan terbukti menjadi metode yang efektif untuk mendorong penurunan berat badan. Di sisi lain, apabila penurunan angka tidak terlihat, kita cenderung akan merasa putus asa dan tidak percaya diri. Untuk itu, coba gunakan cara-cara dibawah ini untuk mengukur kemajuan, sehingga kita tetap termotivasi mencapai “body goals”.

Cara Cek Progres Diet dengan Mudah dan Akurat

1. Mengukur Lingkar Tubuh dengan Pita Ukur (Measuring Tape)

Cara ini cukup akurat dan simpel karena kita tidak memerlukan alat yang mahal dan kemampuan khusus untuk melakukannya. Kita hanya perlu menggunakan pita ukur dan melakukan pengukuran pada area-area tersebut. Berikut cara untuk melakukannya:

  • Lengan: Tandai titik tengah antara tulang pundak (akromion) dan siku tangan (caput radius), kemudian lingkarkan pita ukur tepat di titik tengah lengan.
  • Dada: Lingkarkan pita ukur tepat di bawah ketiak atau di bagian dada yang paling lebar (untuk wanita). Pastikan pita bersentuhan langsung dengan permukaan tubuh dan tidak terlalu ketat.
  • Perut/pinggang: Ukur lingkar perut di 3 titik yang berbeda. Lingkarkan pita ukur 3 jari di atas pusar, tepat di bagian pusar, dan 3 jari di bawah pusar. Pastikan otot perut tetap rileks dan tidak menggembung saat mengambil napas.
  • Pinggul: Tempatkan pita ukur di bagian terbesar area pinggul.
  • Paha: Ukur lingkar paha tepat di bawah lipatan gluteal (bagian bawah bokong), pastikan posisi tegak dan berat badan sama-sama ditopang kedua kaki.
  • Betis: Ukur lingkar betis saat sedang duduk, tekuk lutut dan lingkarkan pita ukur pada bagian terbesar betis.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal untuk Target Diet

2. Melihat Bagaimana Baju Lamamu bisa Muat Dipakai

Kita juga dapat menggunakan pakaian lama untuk melihat kemajuan kita. Pilih salah satu baju dan celana yang sedikit ketat kemudian coba setiap minggu untuk melihat bagaimana pakaian tersebut terlihat lebih longgar atau lebih nyaman dipakai.

3. Dokumentasikan Progres dengan Foto

Meskipun kita dapat melihat kondisi tubuh sendiri di cermin setiap hari, tapi tetap saja, sulit untuk memperhatikan apakah ada kemajuan yang terlihat. Cara yang lebih baik untuk memantau progres diet adalah dengan mengambil foto.

Baca Juga : Adakah Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat?

Saat kita mengambil foto, pastikan baju yang kita kenakan adalah pakaian pas badan yang menunjukkan setiap lekuk tubuh dengan jelas. Pastikan pula postur tubuh tegak dan ambil foto dari tiga angle yakni depan, samping, dan belakang. Foto dapat diambil seminggu sekali dengan baju, postur, dan angle yang sama.

Berat badan bukanlah satu-satunya cara untuk mengukur kesuksesan progres diet kita. Menggunakan cara-cara cek progres diet di atas untuk mengukur kemajuan kita dapat membantu kita untuk tetap berada di “jalur yang benar” dan lebih berfokus pada penurunan massa lemak tubuh. Gunakan juga aplikasi GGL yang bisa membantu untuk tetap konsisten menjalani diet. Yuk gabung sekarang!

Inilah gaya hidup aktif

5 Manfaat Gaya Hidup Aktif untuk Kesehatan

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), ada 60-85% orang di dunia yang gaya hidupnya tidak aktif bergerak. Padahal ada banyak manfaat gaya hidup aktif untuk kesehatan yang bisa kita dapatkan. Mulai dari manfaat fisik, emosional, sampai manfaat mental.

WHO juga menyebutkan bahwa gaya hidup mager alias malas gerak ini ternyata dapat meningkatkan banyak penyebab kematian. Termasuk melipatgandakan risiko penyakit-penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, bahkan kanker.

Supaya kita jadi termotivasi untuk lebih aktif bergerak, berikut beberapa manfaat baik hidup aktif yang telah dirangkum GGL.

1. Menurunkan dan Menjaga Berat Badan Ideal

Salah satu alasan berat badan bertambah adalah karena asupan kalori harian yang lebih besar daripada yang digunakan oleh tubuh.

Untuk itu aktif bergerak serta berolahraga akan sangat membantu kita untuk menurunkan atau menjaga berat badan. Tidak heran kalau dua dari empat komponen Total Daily Energy Expenditure (TDEE) atau total pengeluaran energi (kalori) harian berhubungan dengan “bergerak”.

Aktivitas non-olahraga atau Non-Exercise Activity Thermogenesis (NEAT) disebutkan membakar hingga 15% dari total pengeluaran energi harian. Sementara aktivitas olahraga atau Exercise Activity Thermogenesis (EAT) membakar 5% dari total pengeluaran energi harian. Jadi wajar saja kalau aktivitas gerak berdampak pada berat badan kita.

5 Manfaat Gaya Hidup Aktif untuk Kesehatan

2. Tidak Membuat Kita Cepat Lapar

Menerapkan gaya hidup aktif, terutama dengan berolahraga, kita justru jadi tidak mudah merasa lapar.

Ini sudah dibuktikan dalam sebuah studi yang memeriksa dampak berolahraga terutama pada perubahan nafsu makan, rasa lapar, serta asupan makanan. Studi ini menyebutkan bahwa dengan berolahraga kadar hormon ghrelin (rasa lapar) justru menurun, dan di saat yang sama hormon leptin (rasa kenyang) meningkat.

Tidak hanya itu, studi yang sama juga menyebutkan adanya perubahan respon saraf terkait nafsu makan. Setelah melihat makanan tertentu nafsu makan cenderung menurun. Hal ini juga berdampak pada banyaknya asupan yang dikonsumsi subyek tersebut.

3. Menguatkan Tulang dan Otot

Semakin bertambah umur, kondisi tulang dan otot kita juga akan mengalami penurunan kondisi. Tapi jika mempertahankan gaya hidup aktif, kita dapat menguatkan tulang juga otot. Apalagi jika kita melakukan latihan resistance (ketahanan) seperti latihan beban misalnya, kita dapat meningkatkan kekuatan dan kepadatan mineral tulang.

Tidak hanya tulang saja, otot-otot tubuh pun jadi lebih kuat. Aktivitas fisik yang kita lakukan sehari-hari, terutama latihan resistance akan membuat otot bekerja lebih keras daripada biasanya. Oleh sebab itu otot akan “bertumbuh” dan meningkat. Baik itu kekuatannya, ukuran, tenaga, serta ketahanannya.

Otot yang kuat dapat mempertahankan kemampuan beraktivitas kita setiap hari serta memperlambat osteoporosis dan penurunan kondisi otot saat bertambah usia.

4. Menekan Risiko Penyakit Kronis

Dengan tetap aktif bergerak, baik itu berjalan kaki atau mengerjakan rutinitas harian, kita sudah bisa merasakan banyak manfaat hidup aktif untuk kesehatan tubuh kita. Apalagi jika disertai dengan olahraga yang rutin. Menerapkan gaya hidup seperti ini dapat membantu menekan risiko penyakit kronis.

Baca Juga : Malas Gerak Bisa Sebabkan Penyakit Jantung

Banyak beraktivitas fisik dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Itu sebabnya risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke juga dapat dikurangi. Sindrom metabolik yang disebabkan oleh penumpukan lemak di area pinggang, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan gula darah tinggi juga bisa dihindari.

Dengan aktif bergerak risiko terkena kanker juga bisa berkurang. Ini termasuk kanker pada kandung kemih, payudara, usus, kerongkongan, ginjal, paru-paru, perut, dan endometrium (lapisan terdalam rahim).

5. Baik untuk Kesehatan Mental

Terakhir, manfaat yang tidak kalah penting buat kita jika konsisten menerapkan gaya hidup aktif, yakni manfaat kesehatan mental. Dengan melakukan berbagai aktivitas fisik secara rutin, kita dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa cemas dan stres. Pastinya, lebih aktif bergerak juga dapat meningkatkan kualitas hidupmu.

Tidak hanya itu, saat kita berolahraga, terjadi juga peningkatan sirkulasi darah yang menuju ke otak. Ini kemudian akan memicu perbaikan suasana hati dan stres. Itu sebabnya berolahraga dapat mengurangi kecemasan, depresi, serta memperbaiki suasana hati yang sedang tidak baik.

Baca Juga : 4 Cara Agar Tidak Malas Olahraga Lagi

Adanya banyak manfaat gaya hidup aktif untuk kesehatan di atas, kita bisa memulai  gaya hidup yang lebih sehat dari sekarang. Kita juga bisa bergabung dengan komunitas GGL yang banyak berbagi seputar pola hidup sehat yang mereka terapkan. Termasuk kiat lebih aktif serta membahas program-program latihan yang bisa kita terapkan sendiri di rumah.

Obesitas Disebabkan Faktor Keturunan

Apakah Obesitas Disebabkan Faktor Keturunan?

Keturunan atau genetik adalah faktor penentu mengapa penampilan fisik kamu saat ini cenderung identik dengan kedua orang tuamu. Tapi apa benar obesitas disebabkan oleh faktor keturunan? Baca artikel ini sampai habis, ya!

Jawabannya adalah ya, beberapa penelitian memang membuktikan bahwa genetik bisa jadi salah satu penyebab masalah pada berat badan. Jadi, apabila orangtuamu mengalami obesitas, kemungkinan besar kamu juga akan mengalami obesitas. Namun obesitas tentu tidak terjadi tanpa faktor lain seperti asupan makan berlebih dan aktivitas fisik yang kurang.

Apakah Gen Obesitas itu Ada?

Peneliti menemukan bahwa FTO atau Fat Mass and Obesity-Associated sebagai variasi gen yang berkaitan langsung pada kejadian obesitas. Orang yang memiliki gen FTO memiliki risiko 20-30% lebih besar mengalami obesitas daripada orang yang tidak.

Gen lain seperti MC4R dan PPARG juga dapat merangsang nafsu makan berlebihan dan merangsang perkembangan jaringan lemak. Selain tiga jenis gen tersebut, 50 jenis gen lainnya juga digadang-gadang menjadi penyebab terjadinya obesitas pada seseorang.

Untungnya memiliki gen penyebeb obesitas tersebut bukan berarti kegemukan adalah takdir yang tidak bisa kita ubah lagi. Faktanya, sejauh ini genetik hanya memberikan kontribusi kecil terhadap risiko obesitas. Pola hidup salah yang justru dapat “mengaktifkan” gen obesitas yang mungkin kita miliki.

Bagaimana Pola Hidup dapat Mempengaruhi Gen Obesitas yang Ada?

Kegemukan dan obesitas merupakan hasil dari ketidakseimbangan energi dalam jangka panjang, dimana jumlah energi yang masuk dari makanan yang kita konsumsi, lebih banyak daripada jumlah energi yang dipakai tubuh untuk beraktivitas fisik dan menjaga fungsi organ agar kita tetap hidup.

Selain genetik yang diturunkan, kebiasaan dan pola hidup dalam keluarga sangat berdampak pada terjadinya obesitas. Anggota keluarga dengan berat badan berlebih akan cenderung menyajikan makanan berlemak dengan porsi besar setiap kali makan. Studi lain juga menegaskan bahwa kebiasaan tidak aktif bergerak dalam sebuah keluarga bisa menjadi faktor utama dalam meningkatnya risiko obesitas pada anak.

Pola hidup di era modern saat ini seperti makan terlalu cepat, kurang tidur, tingkat stress yang tinggi, dan kurangnya aktivitas fisik juga dapat mendukung tubuh kita dalam membuat cadangan energi berupa lemak. Hal-hal tersebutlah yang meningkatkan masalah obesitas di seluruh dunia.

Obesitas Disebabkan Faktor Keturunan

1. Pengaruh Aktivitas Fisik pada Gen Obesitas

Walaupun gen FTO  meningkatkan risiko kejadian obesitas, tidak berarti kita kehilangan harapan untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Sebuah studi membuktikan bahwa mereka yang berusaha untuk bergerak aktif  walaupun membawa gen FTO, dapat menurunkan risiko terjadinya obesitas sebesar 30% daripada mereka yang membawa gen FTO namun tidak aktif bergerak.

Penelitian lain juga membuktikan aktivitas fisik seperti satu jam melakukan jogging atau berenang setiap minggu dapat menurunkan BMI (Body Mass Index) sekitar 0,5 kg/m2 pada orang yang secara genetik memiliki risiko mengalami obesitas.

2. Pengaruh Kebiasaan Makan pada Gen Obesitas

Orang yang membawa gen FTO cenderung memiliki nafsu makan yang lebih tinggi sehingga jumlah asupan makanan yang dimakan pun lebih banyak. Pembawa gen ini juga akan cenderung lebih memilih makanan pada energi yang tinggi lemak dan tinggi karbohidrat. Sebaliknya juga, apabila kamu makan makanan yang tinggi lemak, kamu akan mengaktifkan gen FTO.

Cara untuk memutus “lingkaran setan” tersebut adalah dengan memperhatikan komposisi seimbang pada makanan kita sehari-hari dan rutin melakukan aktivitas fisik. Kombinasi keduanya dapat mengubah kecenderungan terjadinya obesitas pada individu pembawa gen FTO.

Sekarang kita semakin tahu bahwa walaupun genetik memiliki peran dalam terjadinya obesitas maupun overweight, efeknya cenderung sangat kecil dan bahkan tidak akan berpengaruh pada penampilan fisik kita. Usahakanlah untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup dan rutin berolahraga. Aplikasi GGL dapat membantumu menentukan kebutuhan gizi secara akurat serta menyediakan  berbagai program olahraga yang mudah kamu ikuti. Yuk gabung sekarang!