blog 1200x675-43

Tips Diet Sukses 1 Minggu yang Mudah Dilakukan

Sebelum membahas secara lengkap tips diet sukses 1 minggu, ada baiknya untuk mengingat-ingat lagi kebiasaan kita saat melakukan diet.

Saat hendak memulai diet, kita cenderung memilih program yang diklaim bisa memberikan hasil lebih cepat. Setelah membaca protokol, paling tidak 1 minggu pertama akan kita jalani dengan serius sambil memantau hasilnya.

Jika berat badan kita berhasil turun dengan cepat, kita akan semangat untuk melanjutkan diet. Namun, jika penurunannya lambat atau stagnan, kita cenderung memilih berhenti karena merasa diet tidak berhasil.

Diet 1 minggu dalam artikel ini akan membahas cara sukses menurunkan berat badan, dengan target yang realistis dan aman. Harapannya, motivasi untuk melanjutkan diet ke minggu-minggu berikutnya juga jadi lebih tinggi.

cara menurunkan berat badan 5kg dalam 1 minggu

Berikut Adalah Tips Diet Yang Realistis dan Aman Untuk Dilakukan

Memahami Diet yang Aman

Sebelum menjalankan diet, kita sebaiknya tahu kondisi kesehatan, alergi makanan, target diet, hingga budget yang dimiliki.

Jika memiliki kondisi atau riwayat kesehatan tertentu, ada baiknya untuk melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Tujuannya, agar kita bisa tahu penyesuaian seperti apa yang perlu diperhatikan, agar program diet yang dilakukan tidak mengganggu atau memperburuk kesehatan.

Baca Juga : Adakah Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat?

Diet yang aman berfokus pada pilihan dan konsumsi makanan dalam moderasi. Tidak semata-mata dikurangi atau dihindari saja. Lalu yang paling penting, diet yang dilakukan tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh kita.

Diet yang aman juga bisa dijalankan dalam jangka waktu lama dan dijadikan gaya hidup seperti program GGL.

Penurunan Berat Badan yang Normal dalam Seminggu

Berharap bisa segera langsing adalah hal yang wajar. Namun, kita juga harus tahu berapa penurunan berat badan yang normal dalam seminggu. Untuk menghindari efek samping pada tubuh, penurunan berat badan per minggu yang dianggap normal adalah sekitar 0,45-0,9 kg.

Apabila penurunan berat badan lebih dari 0,9 kg, risiko penurunan massa otot, penurunan metabolisme, hingga malnutrisi bisa saja terjadi. Itu sebabnya, pembatasan kalori harus dievaluasi kembali secara berkala agar penurunan berat badan tidak berlebihan.

menu diet 1 minggu turun 5kg

Tips Diet Sukses 1 Minggu

Faktor terbesar yang membuat diet kita gagal adalah tidak disiplin dan konsisten. Berikut beberapa tips yang bisa kita terapkan untuk melatih diri jadi lebih disiplin dan konsisten.

Mencatat Makanan yang Dikonsumsi

Mencatat makanan yang dimakan dan kalori yang masuk ke tubuh sangat penting untuk membantu penurunan berat badan. Dengan mencatat kalori makanan dan minuman, kita bisa menjaga agar konsumsi harian tidak melebihi batas defisit kalori.

Hal yang sama juga diterapkan pada aplikasi GGL. Sudah ada batas defisit kalori harian yang disesuaikan dengan tubuh kita. Ada juga fitur penghitung kalori dan nutrisi pada asupan yang kita konsumsi. Alhasil, mencatat makanan dan minuman sehari-hari jadi lebih mudah diterapkan.

Memasak Sendiri di Rumah

Memasak sendiri bisa mencegah kita untuk makan atau jajan sembarangan. Kita juga bisa lebih mudah memilih bahan makanan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi, termasuk mengontrol penggunaan bahan-bahan tertentu (gula, garam, dan minyak) agar tidak berlebihan.

Baca Juga : Makanan Tinggi Protein Bikin Gemuk, Benarkah?

Apabila merasa malas, coba lakukan meal preparation terlebih dahulu. Jadi, saat akan makan tinggal dihangatkan atau langsung dimasak sesuai dengan porsi yang sudah disiapkan sebelumnya.

Melakukan Olahraga Secara Rutin

Saat melakukan aktivitas ini, Exercise Activity Thermogenesis (EAT) atau pembakaran energi saat olahraga akan meningkat. Efeknya, total energy expenditure pun ikut bertambah. Artinya, ada lebih banyak kalori yang dipakai, di mana jika dibarengi dengan defisit kalori, akan membuat kita jadi lebih ramping.

Baca Juga : Bisakah Diet Tanpa Olahraga?

Membuat Target yang Realistis

Untuk permulaan, target diet yang aman adalah sekitar 5% dari berat badan. Jika memiliki berat badan 100 kg, berarti target awalnya adalah menurunkan 5 kg. Setelah berhasil menurunkan 5 kg, hitung kembali target berikutnya.

Karena target normal untuk 1 minggu berada di kisaran 0,45-0,9 kg. Artinya untuk target 5 kg, kita butuh waktu sekitar 6-11 minggu.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal untuk Target Diet

Mencukupi Kebutuhan Air

Menurut penelitian, minum air sebelum setiap kali makan, sebanyak 3 kali sehari, bisa membantu penurunan berat badan lebih banyak dari yang tidak melakukannya. Selain itu, mencukupi kebutuhan cairan juga mencegah kita dehidrasi dan makan terlalu banyak.

Diet bisa sukses meski hanya dilakukan 1 minggu saja. Namun, jangan berharap terjadi perubahan yang besar. Untuk menurunkan berat badan lebih banyak, kita harus lebih sabar dan lebih konsisten.

Hal terpenting dari tips diet sukses 1 minggu sebenarnya bukan perubahannya. Namun, kedisiplinan dan adaptasi kita untuk menjalani gaya hidup baru seperti yang diajarkan GGL. Lambat laun, perubahan besar akan tampak mulai dari bentuk tubuh yang lebih ideal hingga peningkatan kesehatan.

blog 1200x675-13

7 Manfaat Jahe Bagi Tubuh, Turunkan Berat Badan dan Banyak Lagi

Pasti ada beberapa manfaat jahe yang sudah pernah kita dengar sebelumnya. Bukan sekadar bumbu penambah rasa pada masakan, jahe juga memiliki manfaat kesehatan. Wajar saja kalau salah satu jenis rimpang ini sudah digunakan sebagai obat tradisional sejak dulu.

Jahe mengandung banyak nutrisi penting. Vitamin C dan B merupakan vitamin utama yang kadarnya cukup tinggi di dalam jahe. Mineral seperti kalium dan magnesium juga terkandung secara alami di dalamnya.

Lebih lagi, jahe juga mengandung fitokimia yang terdiri dari gingerol, shogaol, paradol, dan zingerone. Senyawa inilah yang memberikan sensasi pedas dan hangat yang kita rasakan. Beberapa senyawa tersebut juga memiliki banyak efek farmakologis (pencegahan dan pengobatan penyakit) yang akan kita bahas lebih lanjut di artikel ini.

Manfaat Jahe untuk Meredam Rasa Mual

Inilah 7 Manfaat Jahe Bagi Tubuh Yang Wajib Kamu Tahu

1. Meredam Rasa Mual

Salah satu manfaat jahe yang umum diketahui banyak orang adalah meredam rasa mual. Mual yang biasanya terjadi pada wanita hamil atau kondisi lainnya seperti mabuk darat dan laut, pasca operasi, maupun efek samping kemoterapi bisa diatasi dengan jahe.

Jahe mempercepat pengosongan lambung dan merangsang kontraksi antrum lambung sehingga makanan bisa segera disalurkan ke usus. Efek anti emetik (anti muntah) ini disebabkan oleh gingerol dan shogaol yang terkandung secara alami dalam jahe.

Untuk mengatasi mual, kita bisa membuat teh jahe dengan cara memarut sepotong kecil jahe (kurang lebih 2 ruas jari) yang diseduh dengan air hangat. Kita juga bisa menambahkan air lemon atau madu untuk memberi rasa.

manfaat jahe bagi tubuh untuk gula dan lemak dalam darah

2. Mengatur Gula dan Lemak dalam Darah

Selain meredam rasa mual, kandungan gingerol dalam jahe juga diketahui bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan penyerapan glukosa sehingga gula darah bisa terkontrol.

Penurunan signifikan pada kadar gula darah puasa (GDP) dan HbA1C (hemoglobin A1C) merupakan tanda penyakit diabetes yang menurun setelah konsumsi jahe. Perbaikan profil lipid juga terlihat karena jahe mampu menurunkan kolesterol jahat LDL dan trigliserida.

Baca Juga : Makanan yang Mengandung Lemak Baik Bagi Tubuh

Penderita diabetes melitus disarankan untuk minum teh seduhan jahe setiap pagi untuk membantu mengatur kadar gula darah.

3. Manfaat Jahe untuk Mencegah Kanker

Kandungan gingerol, shogaol, paradol, dan zerumbone dalam jahe bersifat anti tumor. Semua senyawa ini dapat mengaktifkan berbagai enzim yang bisa mencegah pertumbuhan sel kanker.

Tidak hanya mencegah, senyawa aktif dalam jahe tersebut juga bisa mengendalikan tingkat keparahan berbagai jenis kanker seperti kanker kolon (usus besar), lambung, ovarium, hati, kulit, payudara, dan prostat.

4. Mencegah dan Mengobati

Peradangan Peradangan seperti gastritis, arthritis, esofagitis, dan hepatitis tidak hanya disebabkan faktor biologis seperti infeksi virus, bakteri, maupun parasit, tetapi juga faktor fisik seperti panas, asap rokok, maupun benda asing lainnya.

Manfaat jahe telah lama diketahui sebagai penambah imun alami yang bisa memerangi peradangan yang dialami oleh tubuh.

 

5. Pereda Nyeri

Salah satu “sensor” dalam tubuh yang mengatur rasa nyeri, yakni TRP-1, diketahui sensitif terhadap bahan makanan yang memiliki sifat “panas” seperti jahe. Hal ini membuat jahe bisa digunakan sebagai pereda nyeri yang lebih aman dikonsumsi untuk jangka waktu lama.

Kandungan gingerol dan zingerone dalam jahe bertanggung jawab dalam mengurangi rasa nyeri, terutama dysmenorrhea (nyeri haid). Konsumsi jahe dua hari sebelum datang bulan diketahui bisa mengurangi sakit yang dirasakan selama masa menstruasi.

Baca Juga : 4 Manfaat Jahe Merah Berdasarkan Penelitian

Tidak hanya saat haid, jahe juga bisa digunakan untuk mengurangi migrain dan sakit kepala, nyeri punggung bagian bawah, hingga nyeri dada yang disebabkan penyakit jantung.

Manfaat Jahe untuk Mencegah Kanker

6. Anti Mikroba

Manfaat jahe bagi tubuh lainnya adalah menekan pertumbuhan berbagai bakteri merugikan seperti Staphylococcus aureus, Listeria monocytogenes, dan Helicobacter pylori. Tidak hanya itu, senyawa bioaktif dalam jahe juga bisa meningkatkan efektivitas obat antibiotik dalam mengatasi penyakit.

7. Bantu Turunkan Berat Badan

Jahe memiliki efek anti obesitas yang bisa bantu turunkan berat badan. Caranya dengan beberapa mekanisme seperti meningkatkan termogenesis, pemecahan lemak (lipolisis), menekan pembentukan jaringan lemak (lipogenesis), menghambat penyerapan lemak dalam usus, dan mengendalikan nafsu makan.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa konsumsi jahe dapat menurunkan berat badan dan mengurangi lingkar pinggang.

Baca Juga : Adakah Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat?

Sekarang kita semakin tahu bahwa jahe terbukti baik untuk kesehatan. Namun tidak berarti kita hanya mengandalkan jahe untuk menjaga tubuh kita tetap prima. Tetap jalani gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan seimbang dan rutin berolahraga. Aplikasi GGL bisa membantu kita menjalaninya.

Perlu diingat pula, konsumsi jahe tidak dimaksudkan untuk mengganti obat-obatan yang biasa kita konsumsi, terutama bagi penderita diabetes dan kanker. Manfaatkan jahe sebagai tambahan untuk menjaga kesehatan kita.

Kita bisa share artikel ini untuk menginformasikan manfaat jahe bagi tubuh ke orang-orang yang kita sayangi.

Rokok Herbal

Penelitian Tentang Rokok Herbal: Apakah Lebih Aman?

Beberapa orang ingin beralih dari rokok tembakau dan mulai mencari-cari penelitian tentang rokok herbal. Alasan utamanya karena pengaruh buruk rokok tembakau bagi kesehatan.

Rokok herbal mengandung berbagai jenis tanaman yang dipercaya bermanfaat bagi tubuh. Karena tidak mengandung daun tembakau, maka rokok herbal pun tidak mengandung nikotin. Seperti yang kita tahu, nikotin adalah senyawa yang menimbulkan adiksi (kecanduan).

Ini sebabnya ada banyak orang percaya kalau rokok herbal bisa dijadikan bantuan untuk beralih dari rokok tembakau. Apakah benar rokok herbal bisa jadi alternatif yang lebih sehat dan aman dari rokok tembakau? Simak ulasan GGL kali ini sampai habis, yuk!

Penelitian tentang rokok herbal

Ulasan Penelitian Tentang Rokok Herbal

Apa itu Rokok Herbal?

Ramuan herbal Asia memang sudah digunakan untuk tujuan pengobatan dari berabad-abad yang lalu. Dengan tujuan memperluas pasar, pada tahun 2000 beberapa negara di Asia berinovasi dengan memproduksi ramuan herbal dalam bentuk rokok.

Sejak saat itu, masyarakat mulai meminati rokok herbal. Mereka percaya dapat memperoleh manfaat kesehatan yang sama.

Rokok herbal tidak mengandung tembakau seperti rokok pada umumnya. Beberapa jenis rokok herbal ada yang terdiri dari campuran passion flower, rambut jagung, kelopak bunga mawar, daun teratai, akar manis, melati, ginseng, dan bunga semanggi merah yang memang sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

Penelitian Tentang Rokok Herbal

Sejauh ini belum ada penelitian tentang rokok herbal yang menyebutkan jenis rokok ini baik untuk kesehatan. Ramuan herbal memang baik untuk dikonsumsi dalam bentuk minuman atau makanan, namun lain cerita jika dibakar dalam bentuk rokok.

Ini karena semua jenis tanaman, baik yang digunakan sebagai obat tradisional sekalipun, jika dibakar akan membentuk senyawa sisa yakni tar, karbon monoksida, dan jenis racun lainnya.

Tar merupakan cairan lengket berwarna cokelat yang bisa mengendap di dalam paru-paru dan menutupi jalur pernapasan. Karbon monoksida juga sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Inilah yang menjadi alasan utama kalau rokok herbal tidak lebih baik daripada rokok tembakau.

Baca Juga : Apakah Rokok Elektrik Berbahaya dibanding Rokok Tembakau?

Mendukung hal tersebut, studi dari Korean Society of Toxicology mendapati bahwa asap yang dihasilkan rokok herbal mengandung beberapa komponen beracun yang jumlahnya lebih banyak dari rokok tembakau.

Senyawa beracun seperti amino aromatik, benzo[α]pyrene, serta komponen fenolik seperti hidrokuinon, resorsinol, dan katekol dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, gangguan pendengaran dan pernapasan, serta bersifat karsinogen (pemicu kanker dan tumor).

Tepatkah Mengganti Rokok Tembakau ke Rokok Herbal

Tepatkah Mengganti Rokok Tembakau ke Rokok Herbal?

Walaupun memiliki klaim bebas kandungan tembakau, beberapa merek rokok herbal terbukti mengandung campuran tanaman obat dan daun tembakau. Ada pula yang hanya menyemprotkan ekstrak herbal pada daun tembakau yang sudah dikeringkan.

Lebih lagi rokok herbal sering dipromosikan sebagai alternatif rokok yang mengandung tar lebih rendah. Survey membuktikan klaim tersebut membuat 86% responden percaya bahwa rokok herbal lebih menyehatkan daripada rokok tembakau biasa.

Kandungan nikotin yang memberikan efek candu, ditambah dengan persepsi bahwa rokok herbal lebih sehat daripada rokok biasa dapat menyebabkan penggunanya merokok lebih banyak daripada sebelumnya.

Ini didukung hasil sebuah studi yang mengatakan bahwa para perokok yang telah mengganti rokok tembakaunya dengan rokok herbal cenderung akan merokok lebih banyak daripada sebelumnya.

Baca Juga : Adakah Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat?

Federal Trade Commission membuat pernyataan bahwa sedikit atau tidak adanya kandungan tembakau tidak serta merta membuat rokok baik untuk dihisap. Mereka bahkan dengan gamblang menyebutkan bahwa tidak ada rokok yang sebenarnya aman untuk manusia.

Sejauh ini belum ada penelitian tentang rokok herbal yang membuktikan bahwa produknya membawa manfaat untuk kesehatan kita. Jadi, jangan terkecoh dengan kata “herbal” ini ya. Sebaiknya hindari rokok, apa pun jenisnya. Jika merasa artikel ini membantu pemahaman kita, share yuk! Supaya semakin banyak orang akan sadar akan bahaya merokok.

cara menggemukan badan dengan susu dancow dan energen

Apakah Cara Menggemukkan Badan dengan Susu Efektif?

Cara menggemukkan badan dengan susu sering dipraktikkan oleh banyak orang. Karena kandungan lemak, gula, dan protein yang tinggi, susu dianggap sebagai makanan padat nutrisi yang “manjur” menaikkan berat badan.

Susu bisa disebut sebagai makanan “komplit” karena mengandung nutrisi penting seperti kalsium, fosfor, vitamin B, potasium, dan vitamin D. Lebih lagi, susu merupakan sumber protein yang baik karena semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh terkandung di susu.

Nah, sebelum kita memutuskan untuk menggemukkan badan dengan susu, kita harus tahu dulu efek konsumsi susu pada tubuh kita. Simak ulasan ini sampai habis dan share artikelnya ke orang-orang terdekat kita!

cara gemukin badan dengan susu

Ulasan Tentang Cara Menggemukkan Badan dengan Susu

Apakah Susu Bisa Menggemukkan Badan?

Beberapa orang sulit naik berat badannya karena mereka memang makan lebih sedikit dari kebutuhan harian mereka. Makan lebih sedikit bisa disebabkan karena tidak ada waktu, tidak nafsu makan, atau malas makan.

Dalam kasus ini, minum susu mungkin bisa membantu. Karena berbentuk cairan namun padat gizi, susu bisa jadi alternatif yang praktis untuk dikonsumsi.

Baca Juga : Makanan yang Mengandung Lemak Baik Bagi Tubuh

Di sisi lain, ada orang yang memiliki metabolisme cepat sehingga kalori yang masuk lebih cepat dibakar. Alhasil tidak ada penumpukan lemak di dalam tubuh. Untuk kasus ini, minum susu saja tidak cukup. Perlu ada pendekatan gizi lainnya seperti pengaturan asupan kalori dan waktu makan.

Selanjutnya, perihal susu bisa meningkatkan berat badan atau tidak sudah dijawab oleh International Journal of Obesity. Susu bisa memiliki efek netral dan positif pada berat badan.

Efek netral maksudnya, saat kita mengonsumsi susu dalam jumlah secukupnya, berat badan kita tidak akan bertambah. Misalnya kebutuhan kalori kita sebanyak 2.000 kalori, 1.700 kita dapatkan dari makanan, sedangkan 300 kalori sisanya dipenuhi dari dua gelas susu. Ini tidak akan membuat berat badan kita naik.

Baca Juga : Adakah Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat?

Sedangkan efek positif berarti, memang benar susu bisa meningkatkan berat badan apabila dikonsumsi sebagai “tambahan” dari makanan kita. Misalnya 2.000 kalori sudah bisa kita penuhi dari makanan, namun kita tetap minum susu setelah makan sebagai kalori tambahan.

Berat badan akan naik kalau kita makan lebih banyak kalori daripada yang dibutuhkan. Ini tidak hanya berlaku pada susu, tapi juga untuk semua makanan.

Perhitungan kalori bisa kita lacak dengan mudah menggunakan aplikasi GGL. Fitur kalkulator kalori bisa memberi tahu kita apakah jumlah kalori yang masuk setiap harinya sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum.

 

Bagaimana Cara Menggemukkan Badan dengan Susu?

Umumnya untuk naik setengah kilo berat badan dalam seminggu, kita perlu tambahan 500 kalori setiap harinya. Ini berarti apabila kebutuhan dasar kita sebanyak 2.000, kita perlu 2.500 kalori untuk menaikkan berat badan.

Susu full cream, mengandung sekitar 149 kalori dalam 250 ml. Rutin minum setidaknya segelas susu sebagai tambahan setelah kita makan, bisa secara signifikan meningkatkan asupan kalori kita dalam sehari.

Selain dengan cara diminum, susu juga bisa kita tambahkan ke dalam makanan lainnya seperti telur, oatmeal, smoothies atau jus buah, sup, maupun teh dan kopi.

Susu mengandung protein lengkap, di mana di dalamnya mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk otot. Susu juga mengandung lemak yang bisa jadi bahan bakar otot kita.

cara menggemukkan badan dengan susu

Cara Sehat Lain untuk Menambah Berat Badan

Susu bukan satu-satunya cara yang sehat untuk menggemukkan badan. Hal pertama yang harus dilakukan, terutama bagi kita yang memiliki metabolisme tinggi, adalah jangan pernah melewatkan waktu makan.

Makan tiga kali sehari dan konsumsi snack di antara waktu makan adalah pola yang ideal. Kita bisa menambahkan makanan tinggi kalori seperti keju, kacang tanah dan kacang-kacangan lainnya, telur, granola, alpukat, tepung roti maupun buah kering.

Kedua, tingkatkan asupan protein. Konsumsi protein tanpa lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, biji-bijian, dan kacang-kacangan bisa membantu kita menaikkan berat badan dengan cara yang sehat pula.

Baca Juga : Makanan Tinggi Protein Bikin Gemuk, Benarkah?

Tambahkan pula minyak ke dalam makanan kita. Untuk alternatif yang lebih sehat kita bisa menggunakan minyak ikan, minyak zaitun, atau minyak alpukat.

Terakhir, jangan lupa berolahraga. Olahraga resistensi atau angkat beban adalah latihan yang bisa membentuk massa otot di tubuh kita. Dengan begini berat badan kita naik karena meningkatnya massa otot, bukan karena lemak yang menumpuk.

Susu adalah makanan tinggi kalori, sumber protein, dan zat gizi penting lainnya yang baik bagi tubuh. Susu bisa meningkatkan berat badan dan massa otot kita dengan cara yang lebih sehat. Share cara menggemukkan badan dengan susu ini ke orang-orang di sekitar kita, ya!

Rokok Elektrik Berbahaya dibanding Rokok Tembakau

Apakah Rokok Elektrik Berbahaya dibanding Rokok Tembakau?

“Apakah rokok elektrik berbahaya?” Kalimat ini sering ditanyakan oleh kebanyakan orang, terutama mereka yang belum pernah atau berencana mencoba rokok elektrik. Banyak klaim yang menyatakan rokok elektrik lebih aman dari rokok tembakau.

Rokok elektrik tidak mengandung nikotin seperti rokok tembakau. Nikotin diketahui bersifat adiktif, yakni dapat membuat penggunanya kecanduan. Tidak adanya senyawa ini menjadi alasan kenapa rokok elektrik dianggap lebih baik daripada rokok tembakau.

Berhenti merokok bisa jadi keputusan yang berat karena prosesnya sulit untuk dijalani. Karena tidak ada kandungan berbahaya, rokok elektrik disebut-sebut dapat membantu penggunanya untuk lepas dari rokok tanpa proses yang menyiksa.

Namun apakah benar rokok elektrik tidak mengandung zat-zat racun yang membahayakan tubuh? Apakah benar rokok elektrik bisa jadi pilihan yang lebih baik daripada rokok tembakau? Simak ulasan selengkapnya di bawah!

Apakah Rokok Elektrik Berbahaya dibanding Rokok Tembakau

Perbedaan Rokok Elektrik dan Rokok Tembakau

Rokok tembakau, yang dikenal juga dengan sebutan kretek, kawung, cerutu, atau filter, adalah rokok yang terbuat dari irisan daun tembakau lalu dilinting menggunakan kertas. Praktik membakar rokok tembakau menghasilkan asap yang kemudian dihirup dan dihembuskan oleh penggunanya.

Di sisi lain, rokok elektrik adalah sebuah alat kecil yang dapat mengubah cairan menjadi uap (aerosol). Uap inilah yang perannya sama dengan asap pada rokok tembakau, sama-sama dihirup oleh penggunanya. Rokok elektrik juga memiliki berbagai julukan seperti e-cigs, e-hookas, mods, atau vape.

Tanpa perlu membakar tembakau, rokok elektrik tidak menghasilkan tar dan karbon monoksida, yakni dua komponen rokok tembakau yang paling berbahaya.

Tar merupakan partikel kimia yang dihasilkan saat tembakau dibakar. Partikel ini meninggalkan zat sisa berupa cairan lengket berwarna coklat atau kuning yang kemudian menumpuk di dalam paru-paru saat terhirup. Lama-kelamaan paru-paru kita yang semula berwarna merah muda akan menjadi abu-abu atau hitam karenanya.

Karbon monoksida juga merupakan produk bakaran tembakau yang bersifat mengikat hemoglobin dalam darah. Alhasil oksigen yang seharusnya ada pada darah tergantikan oleh karbon monoksida sehingga tubuh akan kekurangan oksigen.

Apakah rokok elektrik berbahaya? Sejauh ini, ya.

Apakah Rokok Elektrik Berbahaya?

“Uap” memiliki kesan yang lebih positif dari “asap”. Ini adalah alasan lainnya kenapa rokok elektrik dianggap lebih aman daripada rokok tembakau. Padahal uap yang dihasilkan rokok elektrik bukanlah berasal dari air biasa, melainkan cairan khusus yang ternyata kandungannya tidak kalah berbahaya dari rokok tembakau.

Cairan khusus atau yang disebut juga liquid hadir dalam berbagai varian rasa dan menjadi daya tarik tersendiri rokok elektrik. Sayangnya, perisa ini berasal dari bahan kimia diacetyl yang sifatnya merusak sel dan dikaitkan dengan penyakit pernapasan seperti bronkiolitis obliterans.

Baca Juga : Cara Defisit Kalori untuk Pemula

Dua komponen utama liquid yakni PG (1,2- propanediol) dan gliserin berfungsi mencegah liquid cepat mengering. Zat kimia ini dapat menyebabkan iritasi pernapasan dan meningkatkan risiko penyakit asma bagi penggunanya.

Liquid yang dipanaskan juga menghasilkan uap yang mengandung formaldehyde, acetaldehyde, dan acrolein serta logam berat seperti timbal, kadmium, nikel, dan timah yang diketahui memiliki efek beracun yang tinggi.

Lebih lagi, klaim bahwa rokok elektrik tidak mengandung nikotin seperti tembakau terbukti tidak benar. Di banyak penelitian, nikotin ditemukan di dalam liquid dalam tingkat yang berbeda-beda. Hal ini semakin diperparah karena tidak adanya regulasi yang mengatur batasan kandungan nikotin pada liquid rokok elektrik.

Nikotin bersifat karsinogenik dan sangat adiktif. Environmental Research and Public Health bahkan menemukan pengguna rokok elektrik berisiko mengalami kecanduan yang lebih berat daripada rokok tembakau, terutama di kalangan orang dewasa muda.

Apakah Rokok Elektrik Pengganti Rokok Tembakau yang Lebih Aman?

Berhenti merokok membawa banyak keuntungan bagi kesehatan kita. Tetapi mengganti rokok tembakau menjadi rokok elektrik sebagai “terapi” untuk menghentikan kecanduan, bukanlah langkah yang tepat.

Penelitian mendapati, orang yang terbiasa merokok elektrik cenderung akan menghisap rokok tembakau lebih banyak daripada mereka yang tidak menggunakan rokok elektrik sama sekali.

Baca Juga : Makanan Tinggi Protein Bikin Gemuk, Benarkah?

Artinya, alih-alih membuat kita lepas dari kecanduan rokok tembakau, rokok elektrik justru menimbulkan masalah baru yakni kecanduan yang lebih parah dan masalah kesehatan lainnya.

Jadi apabila kita berkomitmen untuk berhenti merokok sebaiknya hindari sama sekali konsumsi nikotin, termasuk rokok elektrik.

Apakah Rokok Elektrik Berbahaya

Bagaimana Cara Berhenti Merokok?

1. Menentukan motivasi dan menyiasati waktu

Tentukan motivasi berhenti merokok seperti menghindari masalah kesehatan, meningkatkan penampilan, berhemat, dan lain-lain.

Setelah itu pilih kapan saja saat yang tepat untuk mengurangi konsumsi rokok. Misalnya kita cenderung merokok lebih banyak di hari kerja, bisa dicoba untuk dikur

angi atau berhenti sama sekali di akhir pekan. Dengan ini kita bisa membiasakan tubuh untuk beradaptasi.

2. Beritahu keluarga dan kolega soal rencana berhenti merokok

Keluarga dan teman bisa jadi support system yang mendorong kita untuk berhenti. Kita juga bisa melakukan upaya berhenti merokok bersama teman yang sama-sama ingin berhenti. Dikelilingi lingkungan yang tidak merokok dapat membantu kita lebih mudah mengurangi dorongan untuk merokok.

3. Ganti rokok dengan mengunyah sesuatu

Saat keinginan merokok tinggi, kita bisa mengunyah sesuatu seperti buah-buahan, coklat, atau permen karet.

4. Usahakan untuk terus menyibukkan diri

Mengalihkan perhatian agar pikiran kita tidak dipenuhi dengan keinginan merokok juga bisa membantu. Kita bisa melakukan perkerjaan rumah seperti mencuci piring, membereskan rumah, atau tetap sibuk di tempat kerja.

Rutin berolahraga juga bisa membantu. Kita bisa jalan kaki, yoga, jogging, atau menerapkan program olahraga GGL yang mudah diikuti pemula.

5. Berkonsultasi dengan dokter

Bagi para pecandu berat, mengatasi keinginan untuk merokok akan sangat sulit. Berkonsultasi dengan dokter atau tenaga profesional bisa jadi opsi untuk menjalani perawatan bahkan pengobatan yang lebih intensif.

Walaupun ada banyak penelitian yang menyatakan rokok elektrik berbahaya, tak banyak pula yang mengklaim rokok elektrik lebih baik daripada rokok tembakau. Hal ini bisa dimaklumi karena tren rokok elektrik terbilang cukup baru sehingga efeknya bagi kesehatan, terutama jangka panjang masih belum sepenuhnya dipahami.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal untuk Target Diet

“Jadi, apakah rokok elektrik berbahaya?” Jika dilihat dari kandungannya, tentu bisa kita simpulkan jenis rokok ini berpengaruh negatif bagi kesehatan. Oleh sebab itu apa pun jenis rokoknya, sebaiknya kita hindari. Share artikel ini untuk meneruskan informasi yang baru saja kita dapatkan ke orang-orang di sekitar kita.

asam amino esensial adalah

Asam Amino Esensial dan Fungsinya Bagi Tubuh

Sebagian besar fungsi tubuh tidak dapat bekerja tanpa ada asam amino (amino acids). Ini sebabnya asupan yang satu ini dianggap vital dalam operasional tubuh. Seberapa penting kandungan ini? Berikut ulasan lengkap seputar apa itu asam amino esensial dan fungsinya bagi tubuh kita.

Apa Itu Asam Amino?

Tubuh kita membutuhkan 20 jenis asam amino untuk dapat tumbuh dan berfungsi dengan baik. Kandungan ini pada dasarnya adalah basis blok protein yang punya banyak peran dalam tubuh kita.

Kandungan ini lalu dibagi jadi dua jenis. Esensial (essential amino acids) dan non-esensial (non-essential amino acids).

Kategori non-esensial dapat diproduksi sendiri oleh tubuh kita (11 jenis), sementara kategori esensial tidak diproduksi tubuh. Satu-satunya cara untuk mendapatkannya adalah dari makanan yang kita konsumsi setiap hari.

Total ada 9 asam amino esensial yang kita butuhkan dari makanan; histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin.

apa itu asam amino

Fungsi Asam Amino Esensial

Tubuh kita memanfaatkan asam amino untuk membuat dan memproses protein. Berbeda jenis amino acid dan proses sintetisnya akan menentukan fungsi setiap protein nantinya. Berikut beberapa fungsi yang dimaksud.

    • Memecah makanan.
    • Membentuk serta memperbaiki jaringan tubuh.
    • Memproduksi hormon dan neurotransmitter (zat kimia pada otak).
    • Menyediakan sumber energi.
    • Menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku.
    • Membentuk otot.
    • Meningkatkan imun.
    • Menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Untuk asam amino esensial sendiri, ada fungsi spesifik yang diberikan oleh setiap jenis kandungannya. Semakin kita membaca fungsi spesifik ini, semakin kita paham seberapa pentingnya asam amino esensial ini bagi tubuh.

Histidin

Membantu memproduksi neurotransmitter yang disebut histamin. Histamin sendiri berfungsi penting untuk menjaga imun, sistem pencernaan, kualitas tidur, serta fungsi seksual pada tubuh kita.

Isoleusin

Isoleusin berkontribusi pada metabolisme otot serta fungsi imun tubuh. Isoleusin juga membantu produksi hemoglobin pada sel darah merah dan mengatur energi.

Leusin

Membantu tubuh kita memproduksi protein dan hormon pertumbuhan. Leusin juga membantu membentuk serta memperbaiki jaringan otot, menyembuhkan luka, dan mengatur kadar gula dalam darah.

Lisin

Lisin terlibat dalam produksi hormon dan energi. Lisin juga penting untuk pemanfaatan kalsium serta fungsi imun.

Metionin

Membantu pertumbuhan jaringan tubuh, metabolisme, serta detoksifikasi. Metionin juga membantu tubuh kita menyerap mineral seperti seng dan selenium.

Fenilalanin

Membantu produksi neurotransmitter seperti dopamin, epinefrin, serta norepinefrin. Fenilalanin juga dibutuhkan untuk memproduksi asam amino non-esensial.

Treonin

Berkontribusi dalam produksi kolagen dan elastin. Memberi struktur pada kulit dan jaringan ikat. Treonin juga membantu membentuk gumpalan darah untuk mencegah pendarahan serta berperan penting dalam metabolisme lemak dan fungsi imun.

Baca Juga : Makanan yang Mengandung Lemak Baik Bagi Tubuh

Triptofan

Membantu menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh kita dan memproduksi serotonin yang berfungsi untuk mengurangi depresi, mengontrol rasa cemas, menyembuhkan luka, memicu rasa mual, hingga menjaga kesehatan tulang.

Valin

Valin terlibat dalam pertumbuhan otot, regenerasi jaringan, serta menghasilkan energi bagi tubuh.

apa itu asam amino esensial

Cara Mendapatkan Asam Amino Esensial

Sudah tahu apa itu asam amino dan fungsinya, berikutnya, kita juga harus tahu bagaimana cara mendapatkan asupan yang satu ini.

Pada dasarnya, kita bisa mendapatkan asupan asam amino dengan mengonsumsi makanan berprotein tinggi. Makanan yang mengandung kesembilan asam amino dianggap sebagai sumber protein lengkap. Sumber protein lengkap ini seperti daging sapi, ikan, unggas, telur, dairy, kedelai, dan quinoa.

Makanan yang mengandung beberapa asam amino saja disebut protein tidak lengkap. Makanan ini seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Bagi kita yang vegetarian, penting untuk memasukkan beberapa jenis protein tidak lengkap untuk melengkapi kesembilan asam amino esensial.

Selain makanan, suplemen juga bisa melengkapi kebutuhan asam amino esensial. Namun, selama kita bisa memperoleh asupan nutrisi ini dari makanan utuh, sebaiknya tidak perlu ditambah dengan konsumsi suplemen.

Untuk saran asupan harian, ada rekomendasi dari World Health Organization (WHO) yang bisa dijadikan acuan. Berikut rekomendasi konsumsi per 1 kg berat badan.

    • Histidin: 10 mg
    • Isoleusin: 20 mg
    • Leusin: 39 mg
    • Lisin: 30 mg
    • Metionin: 10 mg
    • Fenilalanin: 25 mg (disarankan agar dikombinasikan dengan asam amino non-esensial: tirosin)
    • Treonin: 15 mg
    • Triptofan: 4 mg
    • Valin: 26 mg

Jika kita merasa kekurangan asupan asam amino esensial, sebaiknya kita meningkatkan asupan protein harian. Berikutnya, kita bisa menggunakan aplikasi GGL untuk membuat meal plan ideal dengan beberapa makanan tinggi protein yang sudah disebutkan di atas.

Apakah Makan Coklat Bisa Menambah Berat Badan

Apakah Makan Coklat Bisa Menambah Berat Badan?

Camilan dengan tambahan coklat selalu jadi favorit banyak orang. Namun karena rasanya yang manis, banyak orang bertanya-tanya apakah makan coklat bisa menambah berat badan?

Selain rasa yang manis karena tinggi gula, coklat juga umumnya tinggi kandungan lemak. Ini jadi salah satu alasan beberapa orang ragu mengonsumsi camilan yang mengandung coklat. Karena gula dan lemak dianggap identik dengan penambahan berat badan.

Untuk menghindari gula yang tinggi ini, beberapa orang mengakali dengan memilih dark chocolate atau coklat pahit. Asumsinya adalah, karena rasanya yang pahit, mereka akan tetap bisa makan coklat tanpa cemas.

Tapi, apakah benar dark chocolate bisa jadi alternatif camilan coklat yang lebih baik dan sehat? Dan apakah coklat bisa menambah berat badan itu benar? Cari tahu jawabannya di artikel ini, yuk!

 

Fakta Makan Coklat Bisa Menambah Berat Badan

Apakah Makan Coklat Bisa Menambah Berat Badan?

Pada dasarnya, semua makanan dan minuman yang mengandung kalori jika dikonsumsi berlebihan bisa menambah berat badan. Apalagi jika yang dikonsumsi adalah makanan atau minuman olahan yang jumlah kalorinya lebih tinggi dari makanan utuh. Coklat salah satunya.

Baca Juga : Cara Defisit Kalori untuk Pemula

Variasi jenis coklat antara dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate dibedakan berdasarkan bahan bakunya. Dark chocolate umumnya terbuat dari biji kakao, lemak kakao (lemak alami biji kakao), dan sedikit tambahan gula tergantung kepekatan coklat.

Milk chocolate di sisi lain, mengandung lebih banyak lemak kakao dan gula dengan tambahan susu di dalamnya. Inilah yang membuat jenis coklat ini berwarna lebih terang serta memiliki rasa yang lebih creamy dan manis.

White chocolate atau coklat putih tidak mengandung padatan kakao seperti dark dan milk chocolate tetapi mengandung lemak kakao, susu, dan gula di dalamnya.

Jika bicara tentang kalori, white chocolate mengandung kalori yang lebih tinggi daripada jenis lainnya karena kandungan gula dan lemaknya lebih banyak. Dark chocolate yang mengandung lebih sedikit gula daripada jenis lainnya dianggap sebagai alternatif jenis coklat yang lebih sehat.

Dark chocolate yang rendah gula disebut dapat membantu penurunan berat badan. Sebuah penelitian menunjukkan, konsumsi ≥ 30 g dark chocolate selama 4 – 8 minggu terbukti dapat menurunkan berat badan, terutama mengurangi massa lemak di area perut.

Ini karena kandungan flavonol pada biji kakao dapat meningkatkan sensitivitas insulin, pembakaran kalori (thermogenesis), pemecahan lemak (lipogenesis), serta menekan nafsu makan.

Apakah Dark Chocolate Lebih Baik?

Coklat bisa dikategorikan sebagai dark chocolate apabila mengandung >70% kakao. Kandungan kakao yang semakin tinggi ini membuat dark chocolate memiliki rasa yang lebih pekat daripada milk chocolate.

Rasa pekat ini dapat meningkatkan rasa kenyang, menurunkan keinginan untuk makan sesuatu yang manis, dan menekan nafsu makan. Alhasil, konsumsi dark chocolate mampu menurunkan asupan total harian kita hingga 8%.

Namun perlu diingat, bukan berarti kita bisa makan dark chocolate sebanyak yang kita mau. Karena faktanya dark chocolate mengandung kalori yang lebih tinggi dari milk chocolate.

Infografis Coklat Bisa Menambah Berat Badan

Perbedaan paling mendasar adalah pada kandungan lemaknya. Dark chocolate mengandung kakao yang lebih banyak (>70%) dibandingkan milk chocolate (30%). Seperti yang kita tahu, kakao mengandung lemak alami yakni cacao butter yang tinggi kalori.

Baca Juga : Makanan yang Mengandung Lemak Baik Bagi Tubuh

Semakin pekat kakao yang terkandung, semakin banyak pula lemak di dalamnya. Inilah yang menjelaskan kenapa dark chocolate mengandung kalori yang lebih tinggi walaupun kandungan gulanya relatif lebih sedikit daripada milk chocolate.

Coklat Jenis Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi

Jadi, Coklat Jenis Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi?

Penelitian lainnya mendapati bahwa semua jenis coklat, baik dark chocolate, milk chocolate, maupun white chocolate sama-sama bisa meningkatkan berat badan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

Dark chocolate mungkin bisa jadi pilihan yang lebih sehat karena kandungan flavonolnya yang bisa menurunkan berat badan. Namun kandungan flavonol ini berbeda-beda tergantung bagaimana biji kakao tersebut diproses.

Proses pembersihan, fermentasi, pemanggangan, dan penambahan bahan lainnya ke dalam coklat berisiko menghilangkan kandungan flavonol dalam biji kakao. Itu sebabnya sebagian besar produk dark chocolate di pasaran hanya mengandung sedikit bahkan tidak ada flavonol.

Jadi mengonsumsi dark chocolate dalam jumlah banyak tidak menjamin flavonol yang kita terima juga banyak.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Makan coklat sebenarnya boleh saja saat kita diet, asalkan jumlahnya dimoderasi. Kita bisa membatasinya dengan makan 1 – 2 keping coklat di samping diet seimbang. Ada pula opsi makanan tinggi flavonol lainnya seperti apel, pir, anggur, dan teh yang bisa jadi alternatif selain coklat.

Jadi, apakah makan coklat bisa menambah berat badan? Tentu bisa, apabila konsumsinya tidak kita batasi. Saat diet, hal utama yang harus kita perhatikan adalah jumlah kalori yang masuk. Mengontrol asupan makan kita dengan aplikasi GGL bisa sangat membantu. Download dan gabung sekarang!

pengaruh stres terhadap berat badan

Pengaruh Stres Terhadap Berat Badan: Menurunkan atau Menaikkan?

Apa ada pengaruh stres terhadap berat badan? Ya, tentu ada. Stres adalah reaksi yang diberikan tubuh ketika menghadapi ancaman, tekanan, atau situasi baru di sekitar kita. Stres tidak hanya berdampak pada psikis, namun juga fisik kita.

Pengaruh stres ini mungkin bisa terjadi apabila kondisi ini tidak segera ditangani. Apakah akan menyebabkan penurunan atau peningkatan berat badan? Ini bervariasi dari satu orang ke yang lainnya.

Stres bisa mempengaruhi nafsu makan dan kecenderungan untuk memilih jenis makanan yang kurang sehat.

Baca artikel ini lebih jauh untuk mengetahui seperti apa stres memengaruhi berat badan kita, termasuk cara pengelolaan stres agar perubahan berat badan tidak terjadi.

Apakah Stres Bisa Menurunkan BB?

Rasa sedih saat kehilangan seseorang atau sesuatu yang berharga, tekanan dari lingkungan, serta kejadian kurang menyenangkan lainnya bisa membuat kita berada di kondisi stres akut. Kondisi ini dapat memicu peningkatan hormon adrenalin yang membuat nafsu makan kita menurun.

Beberapa orang bahkan kehilangan nafsu makan sama sekali sehingga melewatkan waktu makan. Jika dibiarkan, stres akut dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Sering kali penurunan berat badan karena stres terjadi hanya sementara. Berat badan kita akan kembali membaik saat tekanan berangsur-angsur berkurang.

pengaruh stres bisa menaikkan berat badan

Berat Badan Justru Naik Saat Stres, Apakah Normal?

Pada zaman dahulu, nenek moyang kita memanfaatkan kondisi stres untuk keluar dari situasi yang mengancam jiwa. Mekanisme ini disebut respons “fight or flight”. Respons ini membuat tubuh melepaskan gula ke dalam darah sehingga otot kita memiliki energi untuk melarikan diri dari predator atau ancaman fisik lainnya.

Namun di zaman modern, sebagian besar stres yang kita rasakan bersifat psikis (pertengkaran, tekanan kerja, kekhawatiran finansial, dan lainnya) daripada fisik. Tubuh kita masih merespons dengan cara yang sama, seolah-olah stres psikis yang kita rasakan adalah ancaman fisik.

Sayangnya karena tidak benar-benar digunakan untuk aktivitas fisik, kelebihan energi ini malah disimpan kembali dalam bentuk lemak. Jadi benar, stres, terutama yang kronis, bisa menyebabkan berat badan bertambah.

Lebih lagi sebuah studi membuktikan bahwa stres yang berkepanjangan bisa menurunkan massa otot kita. Padahal kita tahu bahwa otot adalah “alat” pembakar lemak alami yang dimiliki tubuh. Ini akan memperparah penumpukan lemak dalam tubuh.

Baca Juga : 4 Cara Menaikkan Berat Badan dengan Sehat

Selain itu pada saat stres, tubuh kita mengaktivasi HPA-axis yang menyebabkan pelepasan hormon kortisol. Hormon kortisol dikenal sebagai “hormon stres” yang mendorong kita untuk makan lebih banyak.

Di saat yang bersamaan, selain fisiologis, mekanisme psikologis pun terjadi saat kita stres. Tekanan yang dirasakan terus menerus membuat kita mengharapkan “penghargaan” dari sesuatu. Umumnya, konsumsi makanan yang manis dan tinggi lemak adalah cara paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk sejenak melupakan stres yang kita alami.

Bagaimana Cara Hindari Kenaikan BB Karena Stres?

American Psychological Association mengungkapkan, sebenarnya makanan manis dan tinggi lemak seperti cokelat, es krim, kue, dan camilan lainnya tidak benar-benar bisa meningkatkan mood kita. Ini berarti kita tidak perlu mengonsumsi makanan kurang sehat tersebut untuk mengatasi stres yang kita alami.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Baik menurunkan atau menaikkan, perubahan berat badan dikarenakan stres harus benar-benar kita tangani dengan serius. Apabila tidak, bukan hanya berat badan yang terdampak, sistem imun dan kesehatan kita juga bisa menurun.

Walaupun menurunkan tingkat stres perlu waktu, kita masih bisa mengelola stres dengan mengatur efek hormon kortisol yang meningkat ini dengan melakukan relaksasi, meditasi, yoga, atau mengatur pernapasan.

Olahraga juga sangat penting. Menghabiskan waktu setidaknya setengah jam untuk olahraga aerobik, resistensi, atau peregangan (contoh: yoga), terbukti bisa mengurangi stres.

Terakhir, hindari makanan padat energi, yakni jenis makanan atau minuman yang mengandung kalori tinggi namun tidak ada nutrisinya. Jenis makanan ini terbukti bisa berpengaruh buruk pada keseimbangan hormon stres kita.

Baca Juga : Makanan Tinggi Protein Bikin Gemuk, Benarkah?

Mengaplikasikan pola makan sehat tidak lagi sulit dengan aplikasi GGL. Dengan mengontrol pola makan, pengaruh stres terhadap berat badan bisa kita atasi. Ini karena kalori yang kita konsumsi akan diubah menjadi energi, bukan menjadi lemak dan disimpan oleh tubuh.

cara menghitung berat badan ideal untuk target diet

Cara Menghitung Berat Badan Ideal untuk Target Diet

Bingung menentukan body goal untuk diet? Salah satu solusi termudah adalah dengan mengetahui cara menghitung berat badan ideal. Setelah tahu berat badan ideal untuk kita, lebih mudah juga untuk menentukan target body goal dan diet kita.

Menjadikan berat badan ideal sebagai target diet, adalah langkah realistis agar target lebih terasa masuk akal dan memudahkan kita untuk lebih konsisten. Kita juga jadi cenderung menerapkan cara diet yang lebih sehat dan aman bagi tubuh dan kesehatan.

Untuk mengetahui berapa berat badan ideal dan cara menentukan target diet, simak artikel berikut selengkapnya.

Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Ada banyak cara menghitung berat badan ideal. Namun dalam artikel ini kita hanya akan membahas dua cara saja yang paling mudah untuk diterapkan.

Disclaimer: Metode penghitungan berat badan dapat berbeda tergantung kebutuhannya, terutama untuk kebutuhan medis terkait penentuan dosis obat serta perawatan penyakit.

Umumnya cara hitung yang digunakan mengacu pada rumus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes):

 

Pria: (Tinggi badan dalam cm – 100) x 90%

Wanita: (Tinggi badan dalam cm – 100) x 85%

 

Jika seorang pria memiliki tinggi 170 cm, maka berat badan idealnya sekitar (170 – 100) x 90% = 63 kg.

Selain formula dari Kemenkes di atas, ada satu lagi formula yang juga umum digunakan untuk menghitung berat badan ideal:

 

Pria: 22 x (Tinggi badan dalam meter)2

Wanita: 22 x ((Tinggi badan – 10) dalam meter)2

 

Seorang pria memiliki tinggi badan 170 cm, berat badan ideal sesuai formula ini maka konversi dulu 170 cm menjadi 1,7 meter lalu masukkan ke dalam rumus. Hasilnya berat idealnya adalah 63,6 kg.

Penurunan Berat Badan yang Aman

Setelah mengetahui berat badan ideal, kita bisa menghitung kira-kira berapa berat badan yang harus diturunkan. Katakanlah pria dengan tinggi 170 cm dan berat badan 90 kg, memiliki berat badan ideal sebesar 63,6 kg. Artinya berat badan yang harus diturunkan adalah 26,4 kg.

Target 26,4 kg tidak bisa diturunkan dalam 2-3 bulan saja. Karena penurunan berat badan yang dianggap normal, aman, dan lebih stabil adalah antara 0,45-0,9 kg per minggu. Penurunan berat badan yang stabil seperti ini juga lebih konsisten mendapat hasil dan mencapai target.

Menurunkan berat badan yang aman juga dilakukan dengan menerapkan defisit kalori dalam batas aman. Kita dapat melakukan defisit sebanyak 20-35% dari total kebutuhan kalori harian.

Jika pembatasan kalori atau defisit dilakukan secara berlebihan, metabolisme bisa menurun dan massa otot berkurang.

Menentukan Target Diet yang Tepat

Target diet umumnya dibagi menjadi dua, yakni target jangka pendek dan jangka panjang. Target jangka panjang adalah berat badan ideal yang sudah dicari sebelumnya atau mendekati angka itu. Lalu untuk target jangka pendek, yakni target selama 1-2 bulan pertama.

Baca Juga : Cara Menaikkan Berat Badan

Hindari untuk mematok angka yang terlalu besar. Target yang ditentukan ini harus realistis, mudah dicapai, dan tidak menyiksa tubuh. Normalnya, target jangka pendek adalah 5% dari berat badan awal sebelum diet.

Jika memiliki berat badan 90 kg, target 1-2 bulan ke depan adalah menurunkan sekitar 4,5 kg. Setelah target terpenuhi, kita bisa membuat target jangka pendek baru dan menyesuaikan kalori defisitnya lagi agar tidak menyebabkan efek negatif pada tubuh.

Mendapatkan berat badan ideal adalah impian semua orang. Sayangnya, banyak yang gagal karena target yang dibuat tidak realistis. Selain itu diet juga dijalankan secara sembarangan dan tidak terkontrol dengan baik.

Untuk mencapai body goal, terapkan cara menghitung berat badan ideal di atas. Berikutnya, buat target yang jelas diikuti dengan pola makan yang baik dan olahraga. Apabila membutuhkan teman untuk sharing progres, bergabunglah ke GGL. Ada fitur Support Group yang bisa bantu kita tetap semangat menurunkan berat badan.

diet ala korea

Diet ala Korea, Amankah untuk Kesehatan?

Ngobrol soal diet ala Korea tidak bisa jauh-jauh dari K-Pop atau drakor. Idol dan selebriti asal Korea Selatan yang kita tonton ini umumnya melakukan diet ketat untuk menjaga badan agar tetap terlihat langsing saat tampil di TV.

Berangkat dari sinilah diet ala Korea lalu dikenal juga dengan sebutan K-Pop diet. Diet ini banyak digandrungi para penggemar dengan harapan bisa mendapat badan seperti artis dan idola mereka.

Diet dan Gaya Hidup Tradisional Korea

Sebelum membahas K-Pop diet yang diterapkan para selebriti Negeri Ginseng ini, ada baiknya kita bahas dulu tentang diet tradisional Korea.

Pola makan tradisional masyarakat Korea Selatan mengacu pada konsumsi makanan utuh dan fermentasi seperti kimchi. Selain itu, diet ini juga mengurangi konsumsi makanan olahan, serta makanan tinggi lemak dan gula.

Aturan diet ini dilakukan dengan anjuran-anjuran tertentu. Sayangnya, tidak dijelaskan secara spesifik persentase defisit kalori yang harus dilakukan selama diet. Umumnya porsi makan akan dikurangi hingga tubuh bisa beradaptasi dan kita tidak merasa kelaparan.

Berikut beberapa aturan yang wajib dilakukan selama menjalani diet ini:

Makan lebih sedikit dari biasanya

Tidak ada batasan kalori atau pengurangan porsi. Namun, disarankan agar memperbanyak sayuran, biji-bijian, dan ikan untuk memangkas kalori yang masuk ke tubuh, tapi tetap kenyang. Selain itu, tidak dianjurkan juga untuk ngemil karena ada risiko surplus kalori.

Olahraga secara rutin

Untuk olahraga bisa menggunakan K-Pop workout yang lebih banyak menggunakan bodyweight atau beban tubuh. Misal dengan melakukan dance atau gerakan seperti push up, plank, burpee, dan squat.

Membatasi penggunaan minyak

Hindari atau batasi mengonsumsi makanan yang berminyak. Selain itu, batasi bumbu lain seperti saus, salad dressing, atau sejenisnya yang kandungan kalorinya tinggi.

Menghindari makanan manis

Apa pun yang manis mulai dari minuman soda, kue, jus kemasan, hingga es krim harus dihindari karena cenderung tinggi kalori. Selain itu, risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung juga meningkat saat makan sesuatu yang manis berlebihan.

diet ala korea

Manfaat Diet Ala Korea

Jika dilihat lagi, diet tradisional di atas tidak jauh berbeda dengan pola makan GGL. Perbedaannya terlihat pada program olahraganya. GGL menganjurkan kita untuk tetap aktif dan melakukan olahraga resistance. Program olahraganya pun sudah tersedia di aplikasi GGL.

Menjalankan diet ala Korea dianggap memiliki banyak manfaat. Itulah kenapa diet ini bisa dijalankan dalam jangka waktu lama dan menjadi gaya hidup. Berikut beberapa manfaat yang mungkin didapatkan.

  • Membantu menurunkan berat badan.
  • Menurunkan risiko obesitas.
  • Menurunkan risiko penyakit kronis dan kematian.

Diet Ala Artis Korea

Diet ala artis Korea cukup berbeda dari diet tradisional di atas. Sayangnya, diet-diet artis Korea ini tidak dijelaskan secara gamblang. Umumnya pola makan ala artis ini diperoleh dari wawancara sehingga sulit untuk diketahui protokolnya dengan jelas.

Meski demikian, beberapa orang, terutama para penggemar tetap mengikuti dengan harapan memiliki body goal seperti artis idolanya. Berikut beberapa diet ala artis Korea yang banyak diikuti.

Diet IU

Diet IU dilakukan dengan hanya mengonsumsi apel (besar) untuk sarapan, 2 ubi untuk makan siang, dan protein shake untuk makan malam. Dengan menu makan ini, asupan nutrisi yang didapatkan hanya sekitar 500 kalori saja per hari.

Kebutuhan kalori ideal untuk wanita dewasa sekitar 1.600-2.400 per hari. Selanjutnya, defisit kalori idealnya 20-35% dari total kalori yang dibutuhkan tubuh. Artinya untuk melakukan defisit kalori dengan aman, kita harus mengonsumsi 1280-1560 kalori per hari.

Jika kita hanya makan sekitar 500 kalori sehari, defisit yang dilakukan jelas terlalu ekstrem. Dikhawatirkan kondisi malnutrisi bisa terjadi jika diet terus dijalankan. Apalagi jika kita juga aktif seperti IU yang adalah seorang penyanyi dan sering menari saat perform. Kita akan mudah merasa lemas karena kurang energi.

Selain itu, masalah kesehatan seperti meningkatnya risiko obesitas, diabetes, hingga gangguan jantung juga berpotensi kita alami.

Diet Suzy

Diet yang dipopulerkan oleh Bae Suzy mengonsumsi 2 porsi dada ayam, 1 buah ubi, dan 1 gelas susu low fat untuk sarapan. Untuk makan siang berupa 1 mangkuk nasi cokelat dan salad. Terakhir untuk makan malam adalah 2 ubi.

Menu ini jika dihitung hanya memiliki 900-1.000 kalori saja. Ini masih kurang jauh dari batas defisit kalori yang aman untuk kita.

Antara diet tradisional dan diet ala artis Korea ini perbedaannya cukup signifikan. Jika diet tradisional bisa dijadikan bagian dari gaya hidup sehat seperti GGL, diet ala artis Korea justru sebaliknya. Konsumsi kalori yang terlalu sedikit serta variasi makanan yang itu-itu saja bisa membuat kita kurang asupan nutrisi.

Tidak salah kalau kita ingin badan ramping seperti idola kita, tapi memahami bahwa tubuh juga butuh asupan gizi yang cukup jauh lebih penting. Kita tetap bisa menurunkan berat badan tanpa harus melakukan defisit kalori ekstrem dan menahan lapar mati-matian.

Karena tubuh kita butuh energi untuk bergerak, beraktivitas, serta berolahraga, kita harus makan yang cukup. Bahkan saat sedang diet. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan menerapkan program pola makan dan olahraga dari GGL. Kita bisa belajar cara hidup sehat yang tepat.