Program Diet Sehat

5 Cara Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Pada saat kita berolahraga, berjalan, bahkan saat tertidur, tubuhmu selalu menggunakan energi dengan menjaga detak jantung, pernapasan, serta suhu tubuh agar kita tetap hidup. Dalam hal ini, metabolisme tubuhlah yang mengubah apa yang kita makan dan minum menjadi energi yang bisa kita gunakan sehari-hari. Yuk simak artikel GGL di bawah ini untuk lebih memahami apa itu metabolisme dan bagaimana cara meningkatkan metabolisme.

Kecepatan Metabolisme Setiap Orang Berbeda

Kecepatan metabolisme setiap individu bervariasi. Beberapa di antara kita yang memiliki metabolisme lambat biasanya menyimpan energi lebih banyak daripada yang digunakan, hasilnya terbentuklah jaringan lemak sebagai bentuk simpanan energi. Sebaliknya, mereka yang memiliki metabolisme cepat, membakar lebih banyak energi dan cenderung tidak menumpuk lemak.

Tubuh manusia secara umum memiliki empat mekanisme dalam menggunakan total energi sehari-hari yakni energi yang dikeluarkan pada saat beristirahat (BMR), mencerna makanan (TEF), serta untuk aktivitas fisik (NEAT dan EAT).

Kemampuan tubuh dalam mengubah asupan makanan menjadi energi berbeda-beda pada setiap individu, dan hal tersebut umumnya dipengaruhi oleh genetik. Faktor lain yang mempengaruhi yakni usia senja dan komposisi tubuh dimana seseorang memiliki lebih banyak massa lemak daripada massa otot, cenderung memiliki metabolisme yang lebih lambat.

Baca Juga : Cara Defisit Kalori Paling Efektif agar Diet Berhasil

cara meningkatkan metabolisme tubuh

Walaupun faktor genetik dan usia merupakan hal yang tidak bisa kita modifikasi, kamu tetap dapat meningkatkan metabolisme dengan 5 cara meningkatkan metabolisme tubuh berikut sebagai strategi yang efektif untuk menurunkan berat badanmu.

Baca Juga : Ciri-ciri metabolisme tubuh menurun

1. Tetap Aktif

Metabolismemu akan meningkat tergantung pada seberapa aktif kamu. Olahraga teratur sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, namun aktivitas ringan seperti berjalan-jalan santai, membersihkan rumah, maupun gerakan kecil pada kaki dan tangan (fidgeting) dapat membuatmu tetap aktif.

Hal ini dibuktikan pada sebuah penelitian yang mendapatkan bahwa, karyawan yang menghabiskan waktu sebanyak 185 menit bekerja sambil berdiri (standing work) dapat membakar hingga 174 kalori lebih banyak daripada mereka yang bekerja sambil duduk.

2. Olahraga Resistensi (Resistance Training) 

Olahraga resistensi adalah salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan dan massa otot. Setelah kamu melakukan resistance training, selama 24-48 jam ke depan, tubuh kamu akan bekerja untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula dan untuk memulihkan otot. Usaha memulihkan otot yang dilakukan tubuh ini dapat meningkatkan metabolisme kita.

Selain itu, otot membutuhkan lebih banyak kalori untuk mempertahankan keberadaannya daripada lemak, sehingga semakin banyak massa otot yang kamu punya, semakin banyak pula kalori yang akan terbakar.

3. Makan Makanan Tinggi Protein

Sumber makanan tinggi protein seperti daging hewani, telur, dan kacang kedelai, memiliki  Thermic Effect of Food (TEF) yang lebih besar dibandingkan karbohidrat dan lemak. Selain itu, mengonsumsi protein yang cukup juga dapat mencegah kehilangan massa otot pada saat kamu melakukan defisit kalori, tubuhmu mampu membakar kalori dan membakar lebih banyak lemak.

Baca Juga  : Air Lemon dan Kopi Bisa Menurunkan Berat Badan, Apa Benar?

Sebuah penelitian membuktikan bahwa orang yang mengonsumsi makanan tinggi protein (35% protein dari total kalori) membakar 70 kkal lebih banyak daripada mereka yang mengonsumsi lebih sedikit protein (15% protein dari total kalori).

4. Minum Air Putih yang Cukup

Lebih memilih minum air putih daripada minuman manis cenderung dapat mengurangi asupan kalori harianmu, karena air putih mengandung 0 kalori. Ditambah lagi, air putih memberikan stimulus untuk sebagai cara meningkatkan metabolisme tubuh yang biasa kita kenal dengan thermogenesis. Hasilnya, kita dapat membakar kalori lebih banyak.

Minum 500ml air dapat meningkatkan metabolisme sebesar 30%. Jadi, dengan kamu minum 3 – 4 liter sehari kamu dapat menambah pengeluaran energi sekitar 140 – 190 kkal per hari.

5. Tidur yang Cukup

Kurang tidur tidak hanya buruk bagi kesehatanmu saja, tetapi juga dapat memperlambat laju metabolisme.  Pada saat kamu kurang tidur, tubuh akan cenderung “meminta” lebih banyak kalori yang masuk daripada yang keluar untuk dijadikan cadangan di dalam tubuh. Lebih lagi, pembakaran kalori pada saat kita beristirahat (BMR) juga menjadi tidak efektif, sehingga kamu akan menyimpan energi dalam bentuk lemak di dalam tubuh.

Baca juga : 4 Penyebab Metabolisme Menurun yang Perlu Diketahui

Semua strategi diatas dapat membantu kamu meningkatkan metabolisme. Penting bagi kita untuk dapat konsisten mengatur pola makan yang sehat dan seimbang serta rutin menerapkan pola hidup sehat salah satunya dengan berolahraga. Kamu dapat menggunakan aplikasi GGL untuk memantau pola makanmu serta mengikuti program olahraga yang dapat kamu ikuti dengan mudah dan fleksibel.

Sumber
1. https://oem.bmj.com/content/71/2/109.long
2. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1038/oby.2008.38
3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11101470/
4. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/14671205/
5. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-truth-about-metabolism
6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC296885/?page=4
7. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3809630/
8. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4258944/
9. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4701627/

Related Posts

Shopping Basket