Apa Benar Kopi Dapat Membantu Membakar Lemak?

Apa Benar Kopi Dapat Membantu Membakar Lemak?

Minuman populer yang satu ini memang memiliki banyak manfaat. Mulai dari meningkatkan energi hingga berpotensi menekan risiko beberapa penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, stroke, dan kanker hati. Tidak hanya itu, minum kopi juga disebut-sebut dapat membantu membakar lemak.

Manfaat minum kopi diyakini bisa membantu menurunkan berat badan jika dikonsumsi dengan tepat. Kamu disarankan untuk minum kopi tanpa gula, cream, atau topping lainnya. Lalu, bagaimana cara kopi bekerja menurunkan berat badan? Dapatkah kopi membantu membakar lemak? Mari kita periksa bersama faktanya.

Dampaknya Tidak Begitu Signifikan

Dalam sebuah studi ditemukan bahwa terjadi peningkatan pengeluaran energi hingga 13% setelah minum kopi. Namun, mengonsumsi kopi saja ternyata tidak lebih efektif dampaknya jika dibandingkan dengan mengonsumsi kopi disertai dengan berolahraga.

Peningkatan pengeluaran energi sebanyak 13% mungkin terdengar banyak. Namun pada kenyataannya tidak begitu signifikan. Jika dibandingkan dengan kondisi saat tidak minum kopi dan minum kopi, selisih peningkatan energinya hanya sebanyak 0,15 kkal/menit. Jadi setelah 210 menit minum kopi, peningkatan pengeluaran energi yang terjadi hanya sebanyak 31,5 kalori saja.

Apa Benar Kopi Dapat Membantu Membakar Lemak?

Hanya Efektif Pada Subyek Tertentu

Studi lainnya dilakukan pada 10 wanita bertubuh ramping dan 10 wanita obesitas. Setelah mengonsumsi kafein terlihat bahwa pengeluaran energi meningkat. Dalam studi yang sama ditemukan bahwa kafein mempengaruhi metabolisme energi di dalam tubuh. Namun, ditemukan perbedaan dampak kedua karakter subyek yang berbeda ini.

Pengeluaran energi ini terjadi karena adanya peningkatan pembakaran lemak dan karbohidrat secara bersamaan. Pada wanita bertubuh ramping pembakaran lemak yang memicu pengeluaran energi meningkat hingga 29%. Sementara pada wanita obesitas hanya meningkat sebanyak 10%. Selain itu, efek termogenesis pada wanita bertubuh ramping masih terus berlangsung hingga malam hari.

Studi ini menemukan konsumsi kafein dapat memicu pembakaran lemak. Namun ditekankan juga bahwa pembakaran lemak tersebut lebih efektif dialami oleh wanita dengan tubuh ramping.

Dapat Meningkatkan Performa Berolahraga

Sebuah kajian yang dipublikasikan oleh British Journal of Sports Medicine memeriksa 21 hasil studi seputar konsumsi kafein. Kajian ini menyebutkan bahwa kopi bersifat ergogenik, yakni dapat mempengaruhi metabolisme yang membuat performa saat berolahraga jadi meningkat. Efek ini dapat terlihat setelah mengonsumsi 2 cangkir kopi sekitar 60 menit sebelum berolahraga.

Secara spesifik di dalam kajian ini, efek ergogenik dari kafein terlihat saat melakukan latihan ketahanan aerobik, melatih kekuatan otot, daya tahan otot, power, daya lompat, serta latihan kecepatan. Butuh penelitian lanjut untuk melihat adakah efek ergogenik yang sama saat melakukan aktivitas gerak lainnya.

Baca Juga : Cara Defisit Kalori untuk Pemula

Melihat bahasan studi ini, menurunkan berat badan dengan mengonsumsi kopi hanya bisa terlihat hasilnya jika disertai juga dengan berolahraga. Kajian ini tidak membahas secara spesifik bagaimana konsumsi kopi atau kandungan kafein di dalamnya dapat membakar lemak.

Efek Samping Konsumsi Berlebihan

Minum kopi jelas tidak ada salahnya selama dilakukan dengan moderasi, termasuk saat sedang diet. Namun ada batasan konsumsi yang harus diperhatikan. Konsumsi kafein per hari yang disarankan adalah tidak lebih dari 400 mg, yakni sekitar 4-5 cangkir kopi per hari (1 cangkir =118 ml). Ini adalah batas yang aman untuk dikonsumsi.

Dengan adanya batasan konsumsi ini, kita tidak bisa minum kopi berlebihan karena bukannya membantu membakar lemak, justru efek sampingnya yang terasa. Terlalu banyak minum kopi dapat menyebabkan sakit perut, rasa mual, sakit kepala, jantung berdetak cepat, cemas, dan insomnia.

Jadi, apa benar kopi dapat membantu membakar lemak? Jawabannya benar, jika dilihat dari beberapa studi yang dirujuk di atas. Namun ada beberapa hal yang harus kita perhatikan juga. Pertama, pembakaran lemak yang meningkatkan pengeluaran energi ini ternyata tidak cukup signifikan untuk membuat berat badan turun.

Kedua, dampak peningkatan energi ini hanya terlihat pada subyek tertentu saja. Dalam hal ini pada kita yang berbadan gemuk dan cenderung obesitas, dampaknya tidak banyak. Ketiga, tidak bisa hanya mengandalkan minum kopi saja untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan.

Baca Juga : Cara Tepat Makan Oatmeal untuk Diet

Lebih baik fokus memperbaiki pola makan, rutin berolahraga, dan mendapat tidur yang cukup. Dengan cara ini, hasilnya bisa lebih optimal dan lebih baik juga untuk kesehatan. Hal yang sama juga dilakukan oleh para member GGL dengan bantuan aplikasi untuk memantau makanan dan olahraga.

Sumber
1. https://academic.oup.com/ajcn/article/79/1/40/4690067?login=false
2. https://bjsm.bmj.com/content/bjsports/54/11/681.full.pdf
3. https://www.fda.gov/consumers/consumer-updates/spilling-beans-how-much-caffeine-too-much
4. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/7485480/
Shopping Basket