Program Diet Sehat

Diet untuk Ibu Menyusui, Amankah?

Selama masa kehamilan, dapat dipastikan berat badan ibu pasti bertambah. Tidak heran kalau ada banyak ibu yang kemudian berusaha untuk menurunkan berat badan selepas melahirkan. Tapi, apakah diet untuk ibu menyusui aman dan diperbolehkan? Bukankah ibu yang sedang menyusui butuh banyak asupan makanan untuk dapat menghasilkan ASI?

Mari kita cek sama-sama jawabannya.

Kebutuhan Kalori Harian Ibu Menyusui

Apa ibu yang sedang menyusui perlu makan atau mengonsumsi kalori lebih banyak? Jawabannya ternyata tidak. Banyaknya asupan kalori harian selama menyusui bisa disamakan dengan jumlah asupan kalori harian sebelum hamil. Dengan kata lain, kita bisa mengonsumsi kalori sesuai dengan Total Pengeluaran Energi Harian (TDEE). Cara ini lebih efektif membantu menurunkan berat badan.

Kenapa demikian? Karena aktivitas menyusui membakar 500-700 kalori per hari. Jadi, tanpa defisit kalori, selama ibu menyusui akan ada pengeluaran energi harian yang cukup tinggi setiap hari. Namun, jika ibu tidak merasa perlu menurunkan berat badan, maka sebaiknya tingkatkan asupan kalori harian dengan mengonsumsi tambahan 450-500 kalori per hari.

diet untuk ibu menyusui

Kondisi Ibu Menyusui saat Diet

Masih menjawab pertanyaan seputar diet untuk ibu menyusui, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dahulu. Hal pertama, kondisi dari sang ibu dan bayi sendiri memungkinkan untuk program menurunkan berat badan. Ini akan membutuhkan pendapat dari dokter yang menangani ibu. Umumnya kondisi yang memungkinkan adalah 6-8 minggu setelah melahirkan.

Syarat yang kedua, menurunkan berat badan harus dilakukan dengan bertahap. Hindari melakukan aktivitas terlalu berat, atau mengurangi asupan kalori secara ekstrim. Ini dapat membahayakan kesehatan ibu dan bayi. Pastikan juga bahwa asupan kalori agar tidak kurang dari 1800 kalori per hari.

Syarat ketiga, ibu menyusui boleh diet dengan memastikan makanan yang dikonsumsi adalah makanan utuh dengan nutrisi lengkap. Pastikan juga untuk minum air putih lebih banyak, dan menghindari makanan cepat saji, dan makanan olahan dalam kemasan atau Ultra Processed Food (UPF) .

Diiringi Olahraga dengan Intensitas Rendah

Setelah melahirkan, walau belum benar-benar bisa berolahraga, tapi harus tetap aktif bergerak. Salah satunya dengan berjalan kaki. Setelah sudah lewat 6-8 minggu, dan dokter juga sudah mengizinkan untuk berolahraga, kita bisa mulai dengan olahraga berintensitas rendah dahulu.

Olahraga dengan intensitas rendah ini bisa dilakukan 20-30 menit per hari. Kita bisa melakukan olahraga low impact sendiri di rumah. Dengan begini akan lebih mudah juga untuk beraktivitas sembari merawat sang anak.

Selain mulai berolahraga, pastikan juga untuk mendapat istirahat yang cukup. Ini dapat membantu tubuh untuk kembali segar dan memulihkan tenaganya lagi. Jaga pola makan, olahraga, dan istirahat.

Jadi, diet untuk ibu menyusui dapat dilakukan selama prosesnya dilakukan dengan pengawasan dan bertahap dengan mengutamakan kondisi kesehatan ibu dan bayi. Dalam proses diet selama menyusui ini, ibu bisa memakai aplikasi GGL yang punya program diet ibu menyusui. Diet dapat dilakukan dengan lebih terpantau di sini. Daftar segera!

Sumber
1. https://www.nichd.nih.gov/health/topics/breastfeeding/conditioninfo/calories#f1
2. https://www.llli.org/breastfeeding-info/weight-loss-mothers/
3. https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-lose-weight-while-breastfeeding#caloric-intake

Related Posts

Shopping Basket