Program Diet Sehat

Waspadai 5 Gejala Diabetes Melitus ini

Banyak dari kita kurang mengenal gejala diabetes melitus. Kebanyakan penderita diabetes melitus, terutama yang tipe 2, baru akan sadar setelah diabetes mulai berkembang lebih parah. International Diabetes Federation (2021) mengungkapkan, sebanyak 537 juta orang dewasa (usia 20 – 79 tahun) hidup dengan diabetes.

Apabila tidak ditangani sedini mungkin, diabetes bisa menyebabkan kerusakan organ hingga kematian. Untuk mencegah hal itu terjadi, kenali beberapa gejala khas diabetes melitus berikut ini!

1. Sering Buang Air Kecil

Umumnya, jumlah normal untuk buang air kecil per hari adalah sekitar 2.5 – 3 liter dalam 24 jam. Namun bagi penderita diabetes, urin yang dikeluarkan dalam sehari bisa lebih banyak jumlahnya hingga 15 liter. Sering buang air kecil atau poliuria adalah salah satu gejala utama diabetes yang bisa menyebabkan dehidrasi parah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat merusak fungsi ginjal.

Poliuria terjadi apabila gula dalam darah terlalu tinggi. Jika insulin tidak mampu “mengurangi” gula dalam darah, tubuh akan berusaha mengeluarkannya melalui urin. Ketika ini terjadi, ginjal akan menarik lebih banyak air untuk melarutkan gula. Akibatnya, kita akan buang air kecil lebih sering dari biasanya.

2. Mudah Merasa Haus, Gejala Diabetes yang Khas

Rasa haus akan muncul pada kondisi tertentu seperti cuaca panas, aktivitas berat, dan lainnya. Namun, jika merasa haus sepanjang waktu bahkan setelah kita baru saja minum, bisa jadi itu pertanda yang kurang baik. Polidipsia adalah istilah untuk rasa haus yang berlebihan. Gejala ini juga merupakan gejala awal diabetes.

Rasa haus yang tak berkesudahan ini adalah hasil dari aktivitas buang air kecil yang terlalu sering. Alhasil, tubuh akan kehilangan kelembapan akibat cairan yang berkurang. Mulut dan kulit bisa menjadi kering, yang dapat membuat kulit terasa gatal setelahnya.

3. Gejala Diabetes Bikin Lapar Terus Menerus

Gejala diabetes melitus yang paling khas adalah rasa lapar yang terjadi terus menerus atau polifagia. Jika asupan makanan penderita diabetes tidak diatur, kondisi ini bisa memperparah penyakit diabetes melitus.

Saat kita makan, tubuh akan mengubah makanan yang kita konsumsi menjadi glukosa. Glukosa akan menjadi “bahan bakar” bagi sel-sel di dalam tubuh. Untuk mengantarkan “bahan bakar” tersebut ke dalam sel, kita membutuhkan hormon insulin.

Sayangnya pada penderita diabetes, hormon insulin tidak dapat bekerja maksimal. Akibatnya, glukosa gagal masuk ke dalam sel dan malah tersebar bebas dalam darah kita. Inilah mengapa kita akan merasa lebih lapar dan lelah dari biasanya, penyebabnya tidak lain karena sel dalam tubuh merasa belum mendapatkan “bahan bakar” yang dibutuhkan untuk dapat berfungsi normal.

4. Luka dan Memar yang Sukar Sembuh

Bagi penderita diabetes, luka dan memar memang bisa sembuh. Namun prosesnya mungkin akan memakan waktu lebih lama daripada orang tanpa diabetes. Kondisi ini bisa disebabkan oleh tiga hal ini:

  • Neuropati

Gula darah tinggi dalam waktu yang lama menyebabkan kerusakan pada sistem saraf dan pembuluh darah. Kerusakan ini dapat mengurangi suplai darah ke seluruh tubuh yang berdampak besar pada kecepatan penyembuhan luka dan memar.

  • Defisiensi Sistem Imun

Gula darah yang tinggi meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. Kerja sistem imun akan dihambat dalam melawan bakteri. Lebih lagi, kadar gula yang tinggi merupakan tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.

  • Hipoksia

Hipoksia merupakan kondisi di mana sel tubuh tidak mendapat oksigen yang cukup. Pada penderita diabetes, kondisi hipoksia mencegah terjadinya angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) yang pada akhirnya, memperlambat penyembuhan luka.

5. Penglihatan Kabur

Hilangnya ketajaman mata dan ketidakmampuan untuk melihat detail halus merupakan gejala umum diabetes. Kadar gula darah yang tinggi mengakibatkan pembengkakan sementara pada lensa mata sehingga penglihatan menjadi kabur. Kondisi ini biasanya akan berlangsung beberapa jam dan bisa diatasi apabila kita bisa mengontrol gula darah kembali normal.

Namun apabila tidak segera diatasi, gejala ini akan berkembang menjadi penyakit baru seperti katarak, glukoma, dan neuropati optik.

Apabila kita merasa mengalami beberapa gejala diabetes melitus di atas, segera cek kadar gula darah. Walaupun tidak bisa disembuhkan, penyakit diabetes bukanlah penghalang bagi kita untuk tetap bisa menikmati hidup. Pola makan yang benar, olahraga teratur, dan menjaga berat badan tetap normal adalah cara mudah yang bisa kita lakukan dengan aplikasi GGL, untuk mencegah diabetes dan menjalani hidup dengan lebih sehat.

Sumber
1. https://link.springer.com/article/10.1007/s00125-021-05380-z
2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544517/
3. https://www.researchgate.net/publication/311562631_DIABETES_CAUSES_SYMPTOMS_AND_TREATMENTS
4. https://www.researchgate.net/publication/51580046_Diabetes_and_its_effects_on_wound_healing

Related Posts

Shopping Basket