Program Diet Sehat

Karbohidrat Bisa Bikin Gemuk? Cek Faktanya Yuk!

Banyak orang takut makan nasi atau makanan berkarbohidrat lainnya. Apalagi mereka yang sedang diet. Ada juga yang justru menghapus makanan berkarbohidrat dari menu makanan harian. Alasannya karena karbohidrat bisa bikin gemuk atau terlalu banyak karbohidrat bikin berat badan cepat naik. Apa benar begitu? Coba kita cek sama-sama!

Bahan Bakar Utama Tubuh

Kita harus tahu kalau karbohidrat itu satu dari tiga makronutrien. Makronutrien ini terdiri dari karbohidrat, lemak, dan protein. Ketiganya penting bagi tubuh untuk tumbuh dan berkembang. Apalagi kalau kita sedang melakukan diet.

Seperti namanya, makronutrien, makro berarti besar atau banyak dan nutrien yang merujuk pada nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh dan berkembang.

Jadi karbohidrat merupakan salah satu nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup banyak agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Alasannya karena karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh atau “bahan bakar” pokok untuk melakukan aktivitas.

Efek Samping Pengurangan Karbohidrat

Saat kurang karbohidrat, tubuh akan beralih menggunakan bahan bakar pengganti. Tubuh akan memakai lemak dan protein sebagi sumber energi alternatif. Tapi ini ada efek sampingnya. Yakni meningkatnya asupan lemak jenuh yang ujung-ujungnya meningkatkan kolesterol. Dengan kata lain, kita berisiko terkena penyakit jantung.

Tidak hanya itu. Kurang asupan karbohidrat juga bikin kita merasa pusing, mual, dehidrasi, hingga merasa lemas. Kalau sudah seperti ini, berarti kita tidak bisa menghindar dari karbohidrat. Karena memang tubuh butuh karbohidrat.

Berat Badan Turun, Tapi Bukan Fat Loss

Lagi, karbohidrat yang diserap tubuh tidak semuanya akan digunakan untuk proses metabolisme. Sebagian energi dari karbohidrat akan disimpan dalam bentuk glikogen. Glikogen ini akan mengikat air di dalam tubuh.

Ingat, air di dalam tubuh juga punya bobot. Jadi benar, saat kita tidak makan makanan berkarbohidrat, tubuh akan jadi lebih ringan. Ini berarti berat badan kita akan turun. Tapi bobot badan yang hilang itu bukan lemak-lemak di dalam tubuh kita, yang hilang adalah bobot air yang seharusnya diikat oleh glikogen tadi.

Sampai sini, kita jadi tahu beberapa fakta penting. Pertama, tubuh tidak mungkin beroperasi tanpa karbohidrat sama sekali. Kedua, pemahaman kalau karbohidrat bikin gemuk itu kurang tepat. Ketiga, sekaligus yang paling penting adalah, kita bisa tetap menikmati makanan berkarbohidrat dengan porsi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

So, jangan takut lagi soal karbohidrat bisa bikin gemuk! Selama kita makan dengan porsi yang cukup, tubuh kita tidak akan gemuk. Caranya adalah dengan menyesuaikan jumlah kalori dari makanan berkarbohidrat itu sendiri. Ini bisa kita lakukan dengan menggunakan aplikasi GGL. Kita bisa diet dengan cara yang menyenangkan.

Sumber
1. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8116550/#:~:text=Carbohydrates%20are%20the%20main%20energy,and%20hepatic%20de%20novo%20lipogenesis.
2. https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/why-we-need-to-eat-carbs/
3. https://www.huffingtonpost.com.au/2017/11/05/do-carbs-make-you-retain-water_a_23265193/

Related Posts

Shopping Basket