Program Diet Sehat

Makanan Olahan Buruk bagi Tubuh, Ini Alasannya!

Karena makin terbiasa dengan hal-hal praktis, tidak heran kalau di sektor pangan pun mulai banyak dikembangkan. Bisa dilihat dari banyaknya produksi makanan olahan dalam kemasan. Sayangnya, makanan dalam kemasan ini cenderung berbahaya bagi tubuh.

Kita dikelilingin dengan beragam makanan instan. Mulai dari mie instan berbagai rasa, sosis, nuggets, dan masih banyak lagi. Belum lagi maraknya layanan pesan antar yang memungkinkan kita memesan makanan dengan mudah. Segala sesuatu yang serba instan ini juga memiliki efek samping.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara khusus alasan mengapa konsumsi makanan olahan berlebihan buruk bagi tubuh.

Mengandung Terlalu Banyak Zat Kimia

Makanan yang kita konsumsi sebenarnya ada tingkatannya. Mengacu pada klasifikasi makanan NOVA, ada empat tingkatan makanan berdasarkan proses pengolahannya. Kita bahas sedikit, agar mudah dipahami di tingkatan mana makanan produk olahan yang sedang kita bicarakan di sini.

Pada tingkat pertama adalah makanan yang tidak diproses atau diproses secara minimal. Proses pengolahannya sederhana. Mulai dari dibersihkan, dipotong, dipanggang, direbus, didinginkan, atau dibekukan. Proses ini tidak menambahkan bahan lain seperti garam, gula, minyak, dan bumbu lainnya.

Pada tingkat kedua ada olahan makanan kuliner. Proses ini melibatkan proses pembumbuan standar seperti saat kita hendak memasak di rumah dengan menggunakan garam, gula, minyak, atau bumbu-bumbu lain.

Pada tingkat ketiga, ada olahan standar. Tingkat klasifikasi makanan yang ketiga ini sudah menggunakan zat aditif yang berfungsi untuk mengawetkan makanan. Contohnya seperti keju, sayur yang diawetkan, buah kalengan, dan roti kemasan.

Terakhir, Ultra-processed food (UPF) atau makanan olahan tingkat keempat. Ini adalah jenis makanan olahan yang sudah melalui proses pengolahan kompleks. Prosesnya melibatkan banyak sekali bahan tambahan, bisa sampai lima jenis bahan bahkan lebih. Sementara bahan makanan utamanya (dari tingkat pertama) sangat sedikit hingga tidak ada sama sekali.

Produk UPF sudah melalui proses ekstraksi, pewarnaan, pengawetan, hingga perubahan bentuk asli dari bahan utama makanan. Penggunaan zat kimia juga cukup banyak di sini. Produk UPF inilah yang sedang dibahas di dalam artikel ini. Dampaknya buruk bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi terus-menerus.

Konsumsi Makanan Olahan Dapat Berujung Pada Obesitas

Mengonsumsi UPF dengan banyak proses berisiko membuat kita mengalami obesitas atau kegemukan.

Risikonya akan semakin tinggi, jika semakin sering dan banyak dikonsumsi. Alasannya sederhana, karena makanan produk olahan ini mengandung kalori yang sangat-sangat tinggi dan biasanya mengandung banyak lemak, gula, dan garam. Jenis makanan ini sedikit hingga tidak ada serat, dan mikronutrien lainnya yang dibutuhkan tubuh.

Pada tahun 2008-2016 Inggris melakukan Survei Diet dan Gizi Nasional. Dalam survei tersebut ditemukan bahwa mengonsumsi makanan yang diolah secara berlebihan terbukti berujung pada obesitas. Ini karena makanan produk olahan alias UPF dari segi rasa memang sangat enak.

Rasa enak ini bikin kita jadi ingin terus makan. Bahkan saat kita sudah berhenti makan pun, kita bisa “ngidam” produk makanan yang sama lagi.

Tidak heran kalau persentase kemungkinan mengalami obesitas mencapai 90% dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi makanan produk olahan.

alasan makanan olahan buruk bagi tubuh

Risiko Terkena Penyakit Kronis

Dalam kondisi obesitas karena banyak mengonsumsi produk UPF, risiko terkena penyakit kronis juga semakin tinggi. Pada orang dewasa meningkatkan 10% porsi dari produk UPF akan meningkatkan 12% risiko kanker, 11% risiko kanker payudara, 12% risiko penyakit kardiovaskular, 13% risiko jantung koroner, dan 11% risiko gangguan pembuluh darah di otak yang dapat berujung pada stroke.

Tidak hanya itu, menambah porsi produk UPF hingga 10% juga dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga 15%, dan risiko penyakit penyebab kematian hingga 14%. Dengan kata lain, 10% penambahan porsi bisa meningkatkan semua risiko penyakit kronis ini hingga lebih dari 10%.

Penyakit-penyakit kronis ini memang tidak langsung dialami sekarang, tapi untuk beberapa waktu ke depan, bisa perlahan-lahan memperburuk kondisi kesehatan kita.

Karena alasan-alasan inilah GGL selalu menyarankan untuk mengonsumsi makanan utuh. Makanan yang dimasak sendiri, atau bisa juga membeli makanan yang bukan produk UPF. Saat sedang diet ataupun tidak diet sekalipun, sebaiknya tetap menghindari mengonsumsi yang diolah secara berlebihan demi kesehatan kita.

Sumber
1. http://archive.wphna.org/wp-content/uploads/2016/01/WN-2016-7-1-3-28-38-Monteiro-Cannon-Levy-et-al-NOVA.pdf
2. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7399967/
3. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0232676#:~:text=A%2010%25%20increase%20in%20the,%25CI%201.08%E2%80%931.28).
4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7399967/

Related Posts

Shopping Basket