Kenali Gejala dan Opsi Makanan untuk Tekanan Darah Rendah

makanan untuk tekanan darah rendah

Hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah pada tubuh berada di bawah angka normal. Seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), hipotensi juga termasuk masalah kesehatan yang serius. Namun, hipotensi bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan untuk tekanan darah rendah.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas seperti apa hipotensi atau tekanan darah rendah itu, termasuk saran makanan yang sebaiknya dikonsumsi.

Gejala Umum Tekanan Darah Rendah

Kasus tekanan darah rendah sering kali terjadi tanpa menunjukkan gejala. Kita baru bisa tahu kondisi ini setelah melakukan pemeriksaan tekanan darah. Tekanan darah di bawah 90/60 mm/Hg umumnya akan dianggap sebagai hipotensi.

Hipotensi cukup umum dan dapat dialami oleh siapa saja. Pada orang yang berusia lanjut, kemungkinan hipotensi terjadi dengan gejala jauh lebih tinggi. Sementara orang yang lebih muda dan memiliki gaya hidup aktif cenderung mengalami hipotensi tanpa gejala.

Risiko seseorang mengalami hipotensi dapat meningkat seiring kita bertambah tua. Ini karena aliran darah ke otot jantung dan otak juga ikut menurun karena penumpukan plak. Ada sekitar 10-20% orang yang berusia di atas 65 tahun yang mengalami hipotensi postural (ortostatik), yakni menurunnya tekanan darah saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring.

Karena umum, dan bisa terjadi tanpa gejala, tidak ada salahnya untuk membagikan artikel ini kepada teman dan keluarga kita. Dengan begini mereka juga lebih paham dan bisa menjaga diri.

Gejala-gejala yang dialami saat hipotensi terjadi karena otak tidak mendapat aliran darah yang cukup. Mereka yang mengalami hipotensi dengan gejala, umumnya akan mengalami beberapa hal berikut ini;

  1. Merasa pusing atau mengalami sakit kepala
  2. Merasa mual bahkan muntah
  3. Penglihatan jadi kabur
  4. Napas jadi lebih pendek dan cepat
  5. Merasa kelelahan
  6. Tubuh terasa lemas dan lesu
  7. Sulit untuk berkonsentrasi
  8. Mudah gelisah, bahkan mengalami perubahan perilaku (tidak bersikap seperti biasanya)
  9. Pingsan

Makanan untuk Tekanan Darah Rendah

Seperti yang sudah disampaikan di awal artikel, kita bisa mencegah tekanan darah rendah dengan menjaga pola makan serta mengatur asupan. Berikut beberapa saran makanan juga minuman untuk tekanan darah rendah.

Makanan yang Kaya Vitamin B12

Tubuh yang kekurangan asupan vitamin B12 berisiko mengalami hipotensi ortostatik. Yakni keadaan di mana tekanan darah mendadak turun saat berdiri dari posisi duduk atau berbaring. Kondisi ini cukup serius dan dapat menyebabkan penderita pingsan.

Mengonsumsi makanan kaya vitamin B12 adalah solusinya. Contohnya seperti; susu, telur, yoghurt, salmon, tuna, daging sapi, hati, dan kerang.

Makanan yang Tinggi Kandungan Folat

Folat adalah bentuk alami vitamin B9 yang terdapat pada makanan. Kurang asupan folat bisa menyebabkan anemia dan menyebabkan tekanan darah menurun. Makanan tinggi folat ini seperti; bayam, asparagus, brokoli, biji-bijian, kacang, telur, makanan laut (seafood), gandum utuh, dan hati.

Makanan Asin atau Tinggi Garam

Mengonsumsi makanan asin dapat meningkatkan tekanan darah. Namun harus dilakukan dalam moderasi. Tidak perlu mengonsumsi makanan yang terlalu asin. Orang dewasa disarankan untuk mengonsumsi garam kurang dari 6 gram per hari.

Minum Minuman Berkafein

Kopi atau teh bisa jadi opsi konsumsi kafein untuk membantu meningkatkan tekanan darah. Efek ini bisa terlihat pada satu jam pertama setelah konsumsi dan bertahan hingga 3 jam. Namun sebaiknya tidak dikonsumsi saat malam, karena dapat mempersulit tidur.

Minum Lebih Banyak Air Putih

Walau tidak selalu jadi penyebab utama, terkadang dehidrasi dapat menyebabkan tekanan darah menurun. Itu sebabnya disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak air, terutama jika kita banyak melakukan aktivitas fisik termasuk berolahraga.

Tips untuk Cegah Tekanan Darah Turun

Selain menjaga pola makan dengan konsumsi makanan yang tepat, ada beberapa tips lainnya yang juga bisa dilakukan untuk cegah hipotensi. Berikut tips-tipsnya.

  • Kita bisa membagi porsi asupan harian dalam porsi-porsi yang lebih kecil. Artinya kita akan makan lebih sering tapi dengan porsi kecil. Ini salah satu cara untuk cegah tekanan darah menurun saat mencoba mencerna makanan dalam porsi besar di satu waktu
  • Sebisa mungkin hindari konsumsi minuman beralkohol
  • Perhatikan pergerakan. Hindari duduk atau berdiri dalam waktu yang terlalu lama. Jangan juga berdiri dengan tiba-tiba. Cobalah berdiri secara perlahan

Mengonsumsi makanan untuk tekanan darah rendah, serta mulai menerapkan gaya hidup sehat bisa bantu kita cegah hipotensi. Sesuaikan juga asupan harian dengan makanan sehat lainnya. Manfaatkan fitur kalkulator kalori dari GGL untuk mengatur meal plan ideal.

Sumber
1. https://health.clevelandclinic.org/the-best-sources-of-vitamin-b12-infographic/
2. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21156-low-blood-pressure-hypotension
3. https://www.bloodpressureuk.org/your-blood-pressure/how-to-lower-your-blood-pressure/healthy-eating/salt-and-your-blood-pressure/
4. https://www.emedicinehealth.com/ask_is_coffee_good_for_low_blood_pressure/article_em.htm
5. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/the-facts-about-high-blood-pressure/low-blood-pressure-when-blood-pressure-is-too-low
6. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/folic-acid/
7. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3461697/
8. https://www.nhs.uk/conditions/low-blood-pressure-hypotension/
9. https://www.webmd.com/heart/understanding-low-blood-pressure-basics
Shopping Basket