Program Diet Sehat

4 Makanan yang Harus Dihindari Saat Diet

Banyak dari kita tidak tahu apa saja makanan yang harus dihindari saat diet. Ini jadi salah satu penyebab utama diet yang kita lakukan sering gagal. Apalagi jika makanan-makanan yang sebaiknya dihindari ini dikonsumsi dalam porsi besar.

Mengonsumsi makanan tinggi kalori yang tidak mengenyangkan adalah kesalahan yang sering terjadi saat diet. Selain jenis makanan seperti ini, masih ada beberapa jenis makanan lainnya yang harus dikurangi bahkan dihindari.

Berikut daftarnya, agar kita dapat menghindari kesalahan selama menjalankan diet.

1. Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng dengan minyak umumnya memiliki kalori yang lebih besar dan mengandung lemak trans. Kandungan lemak trans yang tinggi bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL dan menurunkan kolesterol baik HDL.

Saat kadar LDL naik melebihi batas normal secara terus-menerus, plak akan terbentuk di pembuluh darah dan menyebabkan terjadinya atherosclerosis. Ini bisa mengganggu aliran darah dan memicu komplikasi seperti nyeri di dada, serangan jantung, dan stroke.

makanan manis harus dihindari saat diet

 

2. Makanan dan Minuman Manis

Makanan dan minuman dengan gula tambahan tidak hanya menyumbang kalori dalam jumlah banyak untuk tubuh. Konsumsi gula berlebihan juga dapat meningkatkan risiko obesitas hingga memicu diabetes.

Konsumsi gula tambahan dianjurkan tidak lebih dari 10% dari total asupan kalori harian per hari. Artinya, jika total asupan kalori harian kita sekitar 2.000, kalori dari gula tambahan maksimal 200 kalori, yakni sebanyak 50 gram atau sekitar 4 sendok makan saja.

Hal yang sama juga berlaku saat minum minuman manis yang umumnya sedikit sulit untuk dihindari. Apalagi sebagian besar dari kita sudah terbiasa makan ditemani es teh manis. Selain itu, saat nongkrong juga terbiasa pesan kopi, cokelat, atau minuman manis lainnya.

Selain gula tambahan, kudapan manis seperti kue atau kukis yang bahan bakunya adalah margarin perlu dihindari juga. Kebanyakan produk margarin mengandung lemak trans. Sekitar 100 gram margarin mengandung setidaknya 15 gram lemak trans.

Kudapan manis juga memiliki kalori yang cukup tinggi. Ini karena kandungan karbohidrat, khususnya gula tambahan yang melebihi batas normal. Sebagai gambaran, 100 gram choco chip cookies mengandung 433 kalori dan 23 gram gula meski terlihat sedikit.

3. Makanan Olahan dan Cepat Saji

Makanan olahan dan cepat saji bisa berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan. Makanan olahan tinggi kalori. Selain itu, biasanya kandungan lemak jenuh, lemak trans, gula, dan garamnya juga cukup tinggi.

Makanan tinggi lemak, gula, dan garam seperti fast food atau frozen food umumnya memicu ketagihan. Ini menyebabkan kita makan lebih banyak. Dampaknya, tubuh jadi lebih sering surplus kalori sehingga berat badan kita bertambah.

Selalu perhatikan kandungan lemak, gula, dan garam pada informasi nilai gizi yang tertera di kemasan makanan olahan. Dalam 100 gram makanan, pastikan kandungan lemak di bawah 17,5 gram, lemak jenuh di bawah 5 gram, gula di bawah 22,5 gram, dan garam di bawah 1,5 gram (600 mg sodium).

4. Makanan Padat Kalori yang Tidak Mengenyangkan

Hindari makanan yang kalorinya terlalu besar tapi porsinya kecil. Karena porsinya yang terlihat kecil, kita kadang tidak sadar dan makan terlalu banyak melebihi batas defisit kalori.

Umumnya makanan padat (tinggi) kalori seperti minyak, krim, keju, kacang-kacangan, kue, keripik, hingga bumbu pelengkap seperti mayonnaise dan saus porsinya lebih sedikit. Itu sebabnya saat dimakan makanan ini tidak akan memenuhi lambung dan membuat kita tetap merasa lapar.

Sebaliknya, makanan rendah kalori umumnya memiliki porsi yang lebih besar. Saat dimakan, lambung mudah penuh dan kita jadi lebih mudah merasa kenyang.

Makanan berkalori rendah dan bervolume tinggi ini contohnya seperti buah dan sayur. Selain itu, makanan yang mengandung protein atau serat seperti ikan, plain greek yoghurt, telur, hingga kentang juga dianjurkan karena dapat memberikan efek kenyang lebih lama.

Selain memperhatikan makanan yang harus dihindari saat diet, pemilihan jenis makanan yang tepat juga harus dilakukan. Mengingat kondisi tubuh setiap orang berbeda. Contohnya beberapa dari kita yang memiliki diabetes, darah tinggi, atau alergi makanan.

Itu sebabnya, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter agar pola makan bisa diatur dengan lebih spesifik. Jadi, diet yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan saja, tetapi juga meningkatkan kesehatan seperti yang diajarkan oleh GGL.

Sumber
1. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9322581/
2. https://www.healthline.com/nutrition/butter-vs-margarine#risks-of-eating-margarine
3. https://www.healthline.com/nutrition/calorie-density
4. https://www.healthline.com/nutrition/weight-loss-mistakes#TOC_TITLE_HDR_14
5. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/symptoms-causes/syc-20350800
6. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5133084/
7. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6566881/
8. https://www.nhs.uk/live-well/eat-well/how-to-eat-a-balanced-diet/what-are-processed-foods/
9. https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/eating-highly-processed-foods-linked-weight-gain

Related Posts

Shopping Basket