Program Diet Sehat

Manfaat Olahraga untuk Otak yang Penting bagi Kita

Ada begitu banyak alasan mengapa orang berlomba-lomba untuk tetap aktif bergerak dan berolahraga, salah satunya karena alasan kesehatan. Alasan kesehatan yang dimaksud termasuk manfaat olahraga untuk otak. Bagaimanakah pengaruh baik olahraga bagi otak kita? Simak ulasan GGL berikut ini!

Menjaga Kesehatan Otak dengan Olahraga

Olahraga Bisa Tingkatkan Kemampuan Berpikir

Manfaat olahraga untuk otak termasuk meningkatkan kemampuan berpikir. Kemampuan berpikir atau yang juga dikenal dengan fungsi kognitif merupakan sebuah proses di dalam otak yang meliputi penerimaan informasi, pembentukan persepsi, pembelajaran, memori (ingatan), perhatian, daya nalar, dan pemecahan masalah.

Baca Juga : Ciri-ciri Metabolisme Tubuh Menurun

Salah satu faktor paling dominan dalam terjadinya penurunan fungsi kognitif adalah usia. Volume hipokampus, yakni bagian otak yang berfungsi untuk mengolah memori, mengenali objek, dan memahami bahasa, menyusut 1-2% setiap tahunnya. Olahraga dapat secara efektif mengimbangi kerusakan terkait penuaan ini dengan meningkatkan volume hipokampus sebeasar 2%.

Aktivitas fisik seperti olahraga, merupakan cara yang mudah dan murah untuk menunda timbulnya penurunan kognitif. Latihan resistensi dan aerobik adalah sebagian contoh olahraga yang dapat secara signifikan membantu meningkatkan fungsi kognitif manusia.

Selain jenis, durasi yang disarankan yakni sekitar 1 jam per satu sesi olahraga, juga menentukan besarnya efek olahraga pada fungsi kognitif.

Olahraga Bantu Tingkatkan Daya Ingat

Di seluruh dunia, sebanyak 7,7 juta kasus baru penderita demensia diantisipasi setiap tahunnya. Ini berarti, satu kasus baru ditemukan setiap 4 detiknya. Demensia disebabkan oleh perubahan otak yang memicu penurunan kemampuan berpikir (kognitif), dimana untuk kasus yang cukup parah, dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan biasanya akan kesulitan untuk mengurus dirinya sendiri.

Baca Juga : 5 Manfaat Gaya Hidup Aktif untuk Kesehatan

Banyak studi membuktikan bahwa olahraga dapat menurunkan risiko terjadinya penurunan kognitif dan demensia. Dalam penelitian skala besar di Kanada, olahraga terbukti memberikan efek perlindungan pada mereka yang berisiko mengalami gangguan kognitif dan demensia.

Individu yang aktif bergerak memiliki risiko yang lebih kecil dalam mengalami gangguan kognitif dan demensia karena olahraga dapat meningkatkan aktifitas neurofisiologis (sistem saraf).

Olahraga, terutama jenis aerobik,  dapat menginduksi pelepasan Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yakni protein yang berkaitan dengan pembelajaran dan memori. Peningkatan konsentrasi BDNF ini dapat meningkatkan ukuran hipokampus sehingga kita dapat mengolah informasi dan mengingatnya dengan lebih baik.

Di sisi lain, olahraga resistensi (kekuatan) dapat mendorong pelepasan Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1) yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak. Hormon inilah yang dapat meningkatkan fungsi kognitif, terutama pada lansia.

Olahraga Cegah Stres dan Kecemasan (Anxiety)

Kondisi stres kronis atau jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan karena tubuh akan memproduksi kortisol lebih banyak daripada biasanya. Tingkat hormon kortisol yang tinggi dapat menurunkan kemampuan otak untuk berfungsi secara normal. Stres juga dapat membunuh sel-sel otak dan membuat area otak, yakni korteks prefrontal, menyusut, yang mana bagian ini bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran.

Disinilah peran olahraga terlihat, karena pada saat kita berolahraga, tubuh kita melepaskan zat kimia yang disebut endorfin. Endorfin ini berinteraksi dengan reseptor di otak kita untuk mengurangi persepsi terhadap rasa sakit. Endorfin juga memicu perasaan “positif” di dalam diri kita sehingga kita tidak lagi merasa cemas dan stres.

Menjaga Kesehatan Otak mencegah kecemasan

Olahraga Meningkatkan Kualitas Tidur

Tidur adalah bagian penting dari rutinitas harian kita. Tidur yang cukup dan berkualitas sama pentingnya dengan makanan dan minuman yang kita konsumsi demi kelangsungan hidup kita. Tidur dapat menjaga fungsi otak, menjaga konsentrasi dan memudahkan kita untuk mengingat hal-hal baru.

Baca Juga : 5 Dampak Buruk Kurang Tidur yang Perlu Kamu Tahu

Anggapan bahwa olahraga dapat meningkatkan kualitas tidur telah dibuktikan oleh sebuah studi yang mendapati bahwa dengan meningkatkan intensitas olahraga, kita akan memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Studi lain juga membuktikan bahwa olahraga rutin dapat meningkatkan waktu tidur sehingga kita bisa mendapat istirahat yang cukup.

Jadi, jangan pernah menunda waktu untuk berolahraga. Jangan pernah lelah menjaga kersehatan otak dengan olahraga. Karena semakin muda kita memulai berolahraga, semakin terasa pula manfaat olahraga untuk otak yang didapatkan dari olahraga seiring dengan bertambahnya usia kita nanti.

Mulai bergerak aktif bersama GGL! Karena GGL menyediakan berbagai program olahraga yang mudah kita ikuti, kapan saja dan dimana saja.

Sumber
1. https://jamanetwork.com/journals/jamaneurology/fullarticle/778849
2. https://journals.lww.com/acsm-msse/Fulltext/2007/08000/The_Impact_of_Resistance_Exercise_on_the_Cognitive.24.aspx
3. https://www.nature.com/articles/s41598-019-40040-8
4. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3041121/
5. https://www.researchgate.net/publication/236582394_Sleep_Quality_Improvement_and_Exercise_A_Review
6. https://www.researchgate.net/publication/263395744_Physical_Activity_Cognitive_Function_and_Brain_Health_What_Is_the_Role_of_Exercise_Training_in_the_Prevention_of_Dementia
7. https://www.researchgate.net/publication/325705893_Exercise_for_cognitive_brain_health_in_aging_A_systematic_review_for_an_evaluation_of_dose
8. https://www.researchgate.net/publication/326329681_Exercise_can_improve_sleep_quality_A_systematic_review_and_meta-analysis
9. https://www.scielo.br/j/rbme/a/d6ZwqpncbKwM7Z74s8HJH8h/?lang=en&format=pdf
10. https://www.tuw.edu/health/how-stress-affects-the-brain/
11. https://www.webmd.com/depression/guide/exercise-depression
12. https://www.who.int/mental_health/neurology/dementia/dementia_thematicbrief_epidemiology.pdf

Related Posts

Shopping Basket