Program Diet Sehat

Penelitian Tentang Rokok Herbal: Apakah Lebih Aman?

Beberapa orang ingin beralih dari rokok tembakau dan mulai mencari-cari penelitian tentang rokok herbal. Alasan utamanya karena pengaruh buruk rokok tembakau bagi kesehatan.

Rokok herbal mengandung berbagai jenis tanaman yang dipercaya bermanfaat bagi tubuh. Karena tidak mengandung daun tembakau, maka rokok herbal pun tidak mengandung nikotin. Seperti yang kita tahu, nikotin adalah senyawa yang menimbulkan adiksi (kecanduan).

Ini sebabnya ada banyak orang percaya kalau rokok herbal bisa dijadikan bantuan untuk beralih dari rokok tembakau. Apakah benar rokok herbal bisa jadi alternatif yang lebih sehat dan aman dari rokok tembakau? Simak ulasan GGL kali ini sampai habis, yuk!

Penelitian tentang rokok herbal

Ulasan Penelitian Tentang Rokok Herbal

Apa itu Rokok Herbal?

Ramuan herbal Asia memang sudah digunakan untuk tujuan pengobatan dari berabad-abad yang lalu. Dengan tujuan memperluas pasar, pada tahun 2000 beberapa negara di Asia berinovasi dengan memproduksi ramuan herbal dalam bentuk rokok.

Sejak saat itu, masyarakat mulai meminati rokok herbal. Mereka percaya dapat memperoleh manfaat kesehatan yang sama.

Rokok herbal tidak mengandung tembakau seperti rokok pada umumnya. Beberapa jenis rokok herbal ada yang terdiri dari campuran passion flower, rambut jagung, kelopak bunga mawar, daun teratai, akar manis, melati, ginseng, dan bunga semanggi merah yang memang sering digunakan dalam pengobatan tradisional.

Penelitian Tentang Rokok Herbal

Sejauh ini belum ada penelitian tentang rokok herbal yang menyebutkan jenis rokok ini baik untuk kesehatan. Ramuan herbal memang baik untuk dikonsumsi dalam bentuk minuman atau makanan, namun lain cerita jika dibakar dalam bentuk rokok.

Ini karena semua jenis tanaman, baik yang digunakan sebagai obat tradisional sekalipun, jika dibakar akan membentuk senyawa sisa yakni tar, karbon monoksida, dan jenis racun lainnya.

Tar merupakan cairan lengket berwarna cokelat yang bisa mengendap di dalam paru-paru dan menutupi jalur pernapasan. Karbon monoksida juga sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Inilah yang menjadi alasan utama kalau rokok herbal tidak lebih baik daripada rokok tembakau.

Baca Juga : Apakah Rokok Elektrik Berbahaya dibanding Rokok Tembakau?

Mendukung hal tersebut, studi dari Korean Society of Toxicology mendapati bahwa asap yang dihasilkan rokok herbal mengandung beberapa komponen beracun yang jumlahnya lebih banyak dari rokok tembakau.

Senyawa beracun seperti amino aromatik, benzo[α]pyrene, serta komponen fenolik seperti hidrokuinon, resorsinol, dan katekol dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, gangguan pendengaran dan pernapasan, serta bersifat karsinogen (pemicu kanker dan tumor).

Tepatkah Mengganti Rokok Tembakau ke Rokok Herbal

Tepatkah Mengganti Rokok Tembakau ke Rokok Herbal?

Walaupun memiliki klaim bebas kandungan tembakau, beberapa merek rokok herbal terbukti mengandung campuran tanaman obat dan daun tembakau. Ada pula yang hanya menyemprotkan ekstrak herbal pada daun tembakau yang sudah dikeringkan.

Lebih lagi rokok herbal sering dipromosikan sebagai alternatif rokok yang mengandung tar lebih rendah. Survey membuktikan klaim tersebut membuat 86% responden percaya bahwa rokok herbal lebih menyehatkan daripada rokok tembakau biasa.

Kandungan nikotin yang memberikan efek candu, ditambah dengan persepsi bahwa rokok herbal lebih sehat daripada rokok biasa dapat menyebabkan penggunanya merokok lebih banyak daripada sebelumnya.

Ini didukung hasil sebuah studi yang mengatakan bahwa para perokok yang telah mengganti rokok tembakaunya dengan rokok herbal cenderung akan merokok lebih banyak daripada sebelumnya.

Baca Juga : Adakah Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cepat?

Federal Trade Commission membuat pernyataan bahwa sedikit atau tidak adanya kandungan tembakau tidak serta merta membuat rokok baik untuk dihisap. Mereka bahkan dengan gamblang menyebutkan bahwa tidak ada rokok yang sebenarnya aman untuk manusia.

Sejauh ini belum ada penelitian tentang rokok herbal yang membuktikan bahwa produknya membawa manfaat untuk kesehatan kita. Jadi, jangan terkecoh dengan kata “herbal” ini ya. Sebaiknya hindari rokok, apa pun jenisnya. Jika merasa artikel ini membantu pemahaman kita, share yuk! Supaya semakin banyak orang akan sadar akan bahaya merokok.

Sumber
1. https://www.everydayhealth.com/stop-smoking/herbal-and-natural-cigarettes.aspx
2. https://www.researchgate.net/publication/40446701_Chinese_Herbal_Cigarettes_Are_as_Carcinogenic_and_Addictive_as_Regular_Cigarettes
3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4395654/
4. https://www.researchgate.net/publication/51382663_Asian_herbal-tobacco_cigarettes_not_medicine_but_less_harmful
5. https://www.scienceopen.com/document_file/a7ab11dd-f286-4931-ac6c-66f4258ca98b/PubMedCentral/a7ab11dd-f286-4931-ac6c-66f4258ca98b.pdf
6. https://www.ftc.gov/news-events/news/press-releases/2000/04/ftc-accepts-settlements-charges-alternative-cigarette-ads-are-deceptive

Related Posts

Shopping Basket