Program Diet Sehat

Pengaruh Stres Terhadap Berat Badan: Menurunkan atau Menaikkan?

Apa ada pengaruh stres terhadap berat badan? Ya, tentu ada. Stres adalah reaksi yang diberikan tubuh ketika menghadapi ancaman, tekanan, atau situasi baru di sekitar kita. Stres tidak hanya berdampak pada psikis, namun juga fisik kita.

Pengaruh stres ini mungkin bisa terjadi apabila kondisi ini tidak segera ditangani. Apakah akan menyebabkan penurunan atau peningkatan berat badan? Ini bervariasi dari satu orang ke yang lainnya.

Stres bisa mempengaruhi nafsu makan dan kecenderungan untuk memilih jenis makanan yang kurang sehat.

Baca artikel ini lebih jauh untuk mengetahui seperti apa stres memengaruhi berat badan kita, termasuk cara pengelolaan stres agar perubahan berat badan tidak terjadi.

Apakah Stres Bisa Menurunkan BB?

Rasa sedih saat kehilangan seseorang atau sesuatu yang berharga, tekanan dari lingkungan, serta kejadian kurang menyenangkan lainnya bisa membuat kita berada di kondisi stres akut. Kondisi ini dapat memicu peningkatan hormon adrenalin yang membuat nafsu makan kita menurun.

Beberapa orang bahkan kehilangan nafsu makan sama sekali sehingga melewatkan waktu makan. Jika dibiarkan, stres akut dapat menyebabkan penurunan berat badan.

Sering kali penurunan berat badan karena stres terjadi hanya sementara. Berat badan kita akan kembali membaik saat tekanan berangsur-angsur berkurang.

pengaruh stres bisa menaikkan berat badan

Berat Badan Justru Naik Saat Stres, Apakah Normal?

Pada zaman dahulu, nenek moyang kita memanfaatkan kondisi stres untuk keluar dari situasi yang mengancam jiwa. Mekanisme ini disebut respons “fight or flight”. Respons ini membuat tubuh melepaskan gula ke dalam darah sehingga otot kita memiliki energi untuk melarikan diri dari predator atau ancaman fisik lainnya.

Namun di zaman modern, sebagian besar stres yang kita rasakan bersifat psikis (pertengkaran, tekanan kerja, kekhawatiran finansial, dan lainnya) daripada fisik. Tubuh kita masih merespons dengan cara yang sama, seolah-olah stres psikis yang kita rasakan adalah ancaman fisik.

Sayangnya karena tidak benar-benar digunakan untuk aktivitas fisik, kelebihan energi ini malah disimpan kembali dalam bentuk lemak. Jadi benar, stres, terutama yang kronis, bisa menyebabkan berat badan bertambah.

Lebih lagi sebuah studi membuktikan bahwa stres yang berkepanjangan bisa menurunkan massa otot kita. Padahal kita tahu bahwa otot adalah “alat” pembakar lemak alami yang dimiliki tubuh. Ini akan memperparah penumpukan lemak dalam tubuh.

Baca Juga : 4 Cara Menaikkan Berat Badan dengan Sehat

Selain itu pada saat stres, tubuh kita mengaktivasi HPA-axis yang menyebabkan pelepasan hormon kortisol. Hormon kortisol dikenal sebagai “hormon stres” yang mendorong kita untuk makan lebih banyak.

Di saat yang bersamaan, selain fisiologis, mekanisme psikologis pun terjadi saat kita stres. Tekanan yang dirasakan terus menerus membuat kita mengharapkan “penghargaan” dari sesuatu. Umumnya, konsumsi makanan yang manis dan tinggi lemak adalah cara paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk sejenak melupakan stres yang kita alami.

Bagaimana Cara Hindari Kenaikan BB Karena Stres?

American Psychological Association mengungkapkan, sebenarnya makanan manis dan tinggi lemak seperti cokelat, es krim, kue, dan camilan lainnya tidak benar-benar bisa meningkatkan mood kita. Ini berarti kita tidak perlu mengonsumsi makanan kurang sehat tersebut untuk mengatasi stres yang kita alami.

Baca Juga : Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Baik menurunkan atau menaikkan, perubahan berat badan dikarenakan stres harus benar-benar kita tangani dengan serius. Apabila tidak, bukan hanya berat badan yang terdampak, sistem imun dan kesehatan kita juga bisa menurun.

Walaupun menurunkan tingkat stres perlu waktu, kita masih bisa mengelola stres dengan mengatur efek hormon kortisol yang meningkat ini dengan melakukan relaksasi, meditasi, yoga, atau mengatur pernapasan.

Olahraga juga sangat penting. Menghabiskan waktu setidaknya setengah jam untuk olahraga aerobik, resistensi, atau peregangan (contoh: yoga), terbukti bisa mengurangi stres.

Terakhir, hindari makanan padat energi, yakni jenis makanan atau minuman yang mengandung kalori tinggi namun tidak ada nutrisinya. Jenis makanan ini terbukti bisa berpengaruh buruk pada keseimbangan hormon stres kita.

Baca Juga : Makanan Tinggi Protein Bikin Gemuk, Benarkah?

Mengaplikasikan pola makan sehat tidak lagi sulit dengan aplikasi GGL. Dengan mengontrol pola makan, pengaruh stres terhadap berat badan bisa kita atasi. Ini karena kalori yang kita konsumsi akan diubah menjadi energi, bukan menjadi lemak dan disimpan oleh tubuh.

Sumber
1. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25133833/
2. https://www.dishlab.org/pubs/AR%20Stress%20&%20Obesity.pdf
3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3939594/
4. https://www.researchgate.net/publication/235746619_Diet_Exercise_Mindfulness_and_Relaxation_Stress_Management_and_Stress_Reduction
5. https://www.researchgate.net/publication/319338035_Does_stress_influence_sleep_patterns_food_intake_weight_gain_abdominal_obesity_and_weight_loss_interventions_and_vice_versa

Related Posts

Shopping Basket