Program Diet Sehat

Perbedaan Lemak dan Otot pada Berat Badan

Banyak orang pasti kaget kalau GGL bilang berat badan itu bukan segalanya untuk mengukur keberhasilan diet. Ini karena konsep ramping dan ringan mempunyai definisi yang berbeda. Apa maksudnya? Maksudnya adalah, kita bisa ramping walau berat badan tidak berkurang banyak. Salah satu alasan kenapa hal di atas bisa terjadi adalah pengaruh perbedaan lemak dan otot pada berat badan.

Contoh, ada kasus di mana dua orang yang berat badannya sama persis, tapi ukuran tubuhnya sangat berbeda. Orang pertama tubuhnya ramping, sementara orang kedua tubuhnya lebih besar dan bergelambir. Apa yang terjadi?

Otot Lebih Padat daripada Lemak

Ini yang terjadi. Orang pertama tubuhnya ramping karena ada lebih banyak massa otot tanpa lemak (lean muscle mass). Sebaliknya, orang kedua tubuhnya lebih besar dan bergelambir karena hanya terdapat sedikit massa otot tanpa lemak. Karena otot sifatnya lebih padat daripada lemak, tidak heran kalau hal ini bisa terjadi.

Otot yang padat membutuhkan lebih sedikit ruang. Sementara lemak yang tidak padat, butuh lebih banyak ruang. Dengan kata lain, lemak lebih makan tempat daripada otot. Alhasil, saat tubuh kita lebih banyak lemak, ukuran tubuh akan makin besar atau gemuk.

Contoh agar lebih mudah memahami perbedaan lemak dan otot ini. Ada 1 kg agar-agar dan 1 kg besi. Beratnya sama, bukan? Tapi untuk menyimpan 1 kg agar-agar jelas butuh wadah yang sangat besar. Sedangkan untuk 1 kg besi yang padat, kita cukup menyediakan wadah yang kecil. Ini sama dengan otot dan lemak pada tubuh kita.

Otot Bakar Lebih Banyak Kalori

Perbedaan otot dan lemak yang berikutnya adalah, otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak. Sekitar 4,5 kg otot di tubuh kita disebutkan bisa membakar hingga 50 kalori saat kita beristirahat seharian. Sementara untuk ukuran yang sama, yakni 4,5 kg lemak, hanya bisa membakar sekitar 20 kalori saja.

Dengan kata lain, lebih banyak otot di dalam tubuh akan lebih baik untuk kita. Karena metabolisme tubuh jadi lebih baik. Tubuh juga bisa membakar kalori yang masuk dengan lebih optimal. Pengaruhnya tidak hanya pada berat badan, tapi juga lingkar badan kita yang jadi makin kecil seperti penjelasan di poin sebelumnya tadi.

Persentase Otot Harus Lebih Banyak

Setelah tahu perbedaan otot dan lemak, ada satu hal penting yang perlu diingat. Yakni untuk memperoleh body goals yang kita impikan, kita harus mengurangi persentase lemak di tubuh dan meningkatkan persentase massa otot tanpa lemak. Jadi tujuannya lebih ke fat loss (mengurangi lemak) daripada weight loss (mengurangi berat badan) saja.

Caranya tentu saja seperti yang sudah seringkali dianjurkan oleh GGL. Yakni dengan menjaga pola makan, diimbangi dengan olahraga, aktif bergerak, hingga mendapat istirahat yang cukup. Tidak sulit, kok. Selama kita bisa konsisten, body goals kita pasti bisa tercapai.

Sumber
1. https://www.webmd.com/fitness-exercise/news/20030731/dont-fall-for-fitness-myths
2. https://www.webmd.com/diet/obesity/features/8-ways-to-burn-calories-and-fight-fat#1
3. https://www.healthline.com/health/does-muscle-weigh-more-than-fat#body-composition

Related Posts

Shopping Basket