Program Diet Sehat

Kurangi Makan Gorengan dengan 4 Tips Mudah Ini

Makan gorengan memang tidak ada duanya. Camilan favorit sebagian besar orang Indonesia ini harganya murah, mudah didapat, dan rasanya pun enak. Pilihan variasinya juga semakin banyak. Beberapa gorengan kekinian bahkan dijual dengan memakai topping seperti coklat atau keju.

Sayangnya, mengonsumsi gorengan terlalu banyak dan sering ternyata bisa berdampak buruk bagi tubuh. Kesukaan kita dengan gorengan ibarat hubungan yang toxic. Enak, tapi bisa bikin kita sakit. Ini dia beberapa tips untuk lepas dari hubungan toxic gorengan.

1. Ketahui Motivasi Mengurangi Makan Gorengan

Ada alasan mengapa gorengan bisa dianggap sebagai makanan yang tidak sehat. Gorengan umumnya mengandung lemak trans yang tinggi. Lemak trans adalah salah satu faktor pemicu risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, dan obesitas. Risiko ini bisa lebih buruk apabila konsumsi lemak trans dianggap berlebihan.

Belum lagi proses memasak gorengan yang tidak semuanya bersih. Beberapa pedagang bandel masih menggoreng dengan menggunakan minyak bekas yang sudah dipakai berkali-kali sampai berubah warna. Minyak bekas yang tidak benar-benar disaring dan disimpan dengan baik bisa memicu pertumbuhan bakteri dan mengandung radikal bebas yang bisa meningkatkan risiko kanker.

Minyak goreng yang dipakai beberapa kali juga dapat meningkatkan kandungan lemak trans pada makanan.

Tidak hanya itu, kandungan kalori gorengan juga tinggi. Pisang goreng contohnya, satu potong pisang goreng (100 gram) memiliki 252 kalori. Kandungan lemaknya sangat tinggi, yakni 13,27 gram, begitu juga kandungan gulanya sebanyak 16,96 gram.

Kalori dua potong pisang goreng (200 gram) yang kita konsumsi lebih banyak dari sepiring nasi (100 gram), ayam goreng (100 gram), dan tumis kangkung (100 gram). Mengonsumsi terlalu banyak kalori dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi obesitas juga dapat memicu banyak penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, bahkan berujung kematian.

Fakta-fakta ini seharusnya cukup jadi motivasi untuk mulai mengurangi konsumsi gorengan. Ini adalah tips pertama yang harus dilakukan.

kurangi makan gorengan secara bertahap

2. Kurangi Makan Gorengan Secara Bertahap

Dengan motivasi yang jelas, harapannya niat untuk mengurangi konsumsi gorengan juga makin kuat. Tips yang kedua yakni dengan mengurangi makan gorengan secara bertahap. Mulailah dengan mengurangi porsi atau intensitasnya.

Contoh, jika biasanya kita mengonsumsi gorengan setiap hari, cobalah untuk makan 3 kali saja dalam seminggu. Lalu perlahan dikurangi jadi 2 kali seminggu, 1 kali seminggu, sampai akhirnya hanya makan kadang-kadang saja. Kurangi juga porsinya. Sekali makan cukup 3 potong saja, lalu jadi 2 potong, lalu jadi 1 potong.

Karena porsi dan intensitasnya dikurangi, saat ingin ngemil kita bisa memilih opsi camilan yang lebih sehat. Contohnya mengonsumsi buah-buahan. Buah mengandung serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang baik bagi tubuh. Buah-buahan juga kaya fitonutrien seperti flavonoid dan karotenoid. Fitonutrien dapat melindungi kita dari diabetes, hipertensi, hingga penyakit paru-paru dan katarak.

3. Langsung Berhenti Sama Sekali

Tips ketiga yang bisa dicoba adalah langsung berhenti sama sekali. Cara yang satu ini bisa jadi lebih sulit untuk diterapkan. Apalagi jika kita sudah terbiasa mengonsumsi gorengan hampir setiap hari. Sekalipun terdengar lebih sulit, tidak ada salahnya untuk dicoba.

Satu tips untuk membantu cara ini berhasil, yakni pastikan untuk mengonsumsi makanan utuh. Makanan utuh yang kaya protein dan serat akan membuat kita lebih cepat kenyang dan kenyang lebih lama. Dengan begini, kecenderungan untuk merasa lapar dan ingin makan gorengan bisa ditekan.

Mengonsumsi makanan utuh juga membuat tubuh jadi makin sehat. Ini karena tubuh kita akhirnya mendapat asupan nutrisi yang sesuai.

kurangi makan gorengan dengan lebih produktif

4. Lebih Produkif Lebih Baik

Terkadang, rasa ingin ngemil muncul bukan karena kita lapar, tapi karena kita sedang bosan. Kondisi ini dikenal dengan istilah boredom eating (makan karena bosan). Studi menyebutkan bahwa ketidakmampuan dalam mengatasi rasa bosan dan mengontrol emosi dapat berimbas pada perilaku makan yang salah.

Kondisi yang satu ini tidak bisa dianggap remeh. Karena jika dibiarkan, kebiasaan makan saat merasa bosan bisa berujung pada obesitas. Orang dengan obesitas jauh lebih rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti yang sudah disebutkan di atas.

Tips terakhir yang bisa kita lakukan untuk menghindari konsumsi gorengan saat sedang bosan adalah dengan berusaha produktif. Bagaimana caranya? Sibukkan diri dengan aktivitas yang bermanfaat dan menyenangkan untuk dilakukan, atau mulai mengerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda. Kurangi juga aktivitas screening seperti scrolling media sosial atau maraton series karena bisa memicu boredom eating itu tadi.

Keempat tips untuk mengurangi makan gorengan ini bisa dilakukan sembari bertransisi ke gaya hidup yang lebih sehat. Bebas dari hubungan toxic dengan gorengan. Gunakan aplikasi GGL untuk membantu kamu mengatur asupan harian serta berolahraga. Bagikan juga artikel ini untuk teman atau kerabat kamu yang masih bertahan di hubungan yang toxic dengan gorengan.

Sumber
1. https://academic.oup.com/jn/article/135/3/562/4663700?login=true
2. https://healthyeating.sfgate.com/fruit-give-us-4083.html
3. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15466943/
4. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23885994/
5. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25903253/
6. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27374582/
7. https://www.livestrong.com/article/532582-the-hazards-of-reusing-cooking-oil/
8. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/overweight-and-obesity#:~:text=Obesity%20is%20a%20serious%20medical,cholesterol%2C%20cancers%20and%20sleep%20disorders.

Related Posts

Shopping Basket