Tips Mengatur Pola Makan Saat Idul Fitri

mengatur pola makan saat idul fitri

Harus diakui kalau kita kadang makan berlebihan saat Idul Fitri. Setelah berpuasa selama sebulan penuh, kita jadi ingin merayakan dengan menyantap berbagai menu khas hari raya yang nikmat. Selain itu, kita juga sering sungkan untuk menolak ajakan makan dari sahabat dan kerabat.

Artikel ini dibuat untuk kita yang ingin tetap menjalankan diet selama Idul Fitri. Ada beberapa tips sederhana yang bisa kita terapkan agar tetap bisa menjaga moderasi dan tidak kebablasan. Ini beberapa tips yang dimaksud.

1. Mencatat Asupan yang Dikonsumsi

Banyak studi menunjukkan bahwa mencatat apa yang kita makan sehari-hari ternyata efektif bantu turunkan berat badan. Mencatat makanan ini termasuk menghitung jumlah kalori dan gizi setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Saat mencatat makanan, kita jadi tahu sebanyak apa porsi yang bisa kita konsumsi dalam sehari. Ini nantinya akan mempermudah kita untuk menakar makanan saat santap bersama.

Meski masih kurang akurat karena tidak bisa menimbang makanan, setidaknya kita sudah mengenal porsi yang dibutuhkan oleh tubuh karena kebiasaan mencatat ini. Contoh, nasi cukup satu centong atau saat minum teh manis maksimal segelas saja.

Selain itu, pencatatan asupan kalori dan gizi makanan juga dapat membuat kita lebih waspada. Alhasil kita bisa jadi lebih konsisten, dan tidak menyesal setelah Lebaran.

menghindari makanna dan minuman manis

2. Menghindari Makanan dan Minuman Manis

Sudah menjadi rahasia umum jika sajian Lebaran banyak yang manis-manis. Mulai dari aneka kue kering hingga minumannya. Rasanya yang enak, ukurannya yang kecil dan tidak mengenyangkan bisa bikin kita makan berlebihan serta mengonsumsi banyak gula tambahan dalam waktu singkat.

Saat berkunjung ke rumah saudara atau teman, ada baiknya kita mengisi perut dengan makanan sehat yang mengenyangkan terlebih dulu. Karena sudah kenyang, keinginan untuk ngemil kue kering atau minum minuman manis bisa lebih mudah dikontrol.

Minuman manis umumnya mengandung lebih banyak gula dan tidak mengenyangkan. Minuman berkarbonasi atau soda misalnya, produk ini tinggi kalori dan gula tambahan. Satu kaleng Coca Cola (355 ml) mengandung 140 kalori dan 39 gram gula.

Konsumsi gula tambahan yang berlebihan ini dampaknya buruk bagi kesehatan, yakni dapat memicu diabetes tipe 2, kegemukan, gangguan jantung, bahkan kanker.

3. Pilih Makanan Tinggi Protein dan Serat

Makanan manis, berlemak, dan bersantan sangat mudah ditemukan saat Lebaran. Kita punya dua pilihan di sini. Pertama, hindari sama sekali makanan-makanan ini. Kedua, boleh dikonsumsi tapi tetap dengan moderasi.

Jika ada banyak menu yang bisa dipilih, maka prioritaskan untuk memilih makanan yang tinggi protein dan serat. Mengapa demikian? Karena kedua jenis makanan ini bikin cepat kenyang, dan bisa menahan lapar dalam waktu lama. Alhasil keinginan makan juga lebih mudah dikendalikan.

Saat sedang makan, cobalah untuk mengunyah perlahan dan nikmati makanan yang kita santap. Ini juga jadi salah satu cara efektif untuk mengontrol nafsu makan, mengurangi makan berlebih, dan menurunkan berat badan.

4. Hindari Makanan Olahan

Bukan tidak mungkin kita akan menemukan jajanan dalam kemasan saat berkunjung ke rumah saudara atau teman. Sebisa mungkin kurangi atau hindari sama sekali makanan dan minuman olahan. Ini dilakukan karena kita tidak akan bisa mengecek nutrition facts.

Solusi dari permasalahan ini adalah mengonsumsi makanan utuh yang diolah sendiri. Setidaknya makanan rumahan lebih mudah untuk dikira-kira kandungan nutrisinya. Jika sudah terbiasa menimbang makanan, kita akan memiliki intuisi untuk mengambil porsi makanan yang tepat.

Jika terpaksa harus mengonsumsi makanan kemasan, lakukan dengan moderasi untuk mencegah atau meminimalkan surplus kalori. Misal ambil sekali saja dengan porsi paling sedikit. Jika porsinya agak besar, bisa dibagi dua untuk dimakan bersama-sama dengan kerabat.

5. Tidak Sungkan untuk Menolak

Salah satu pemicu terbesar mengapa kita makan berlebihan saat Lebaran adalah sulit menolak ajakan atau undangan makan. Biasanya ini terjadi karena kita takut disangka tidak sopan pada tuan rumah.

Untuk mengatasi ini disarankan untuk menolak secara halus. Jangan katakan ya atau tidak jika ditawari. Coba berikan jawaban lain seperti: “kelihatannya enak, tapi saya sudah kenyang”. Selain itu bisa juga bilang: “sayang sekali, perut sudah tidak bisa diisi lagi”.

Tidak perlu menjelaskan kenapa menolak ajakan makan. Namun, jika mereka terlalu memaksa, barulah kita bisa menjelaskan jika dalam kondisi diet, mencegah penyakit tertentu, atau ada pantangan dari dokter.

Kita memang sering menggunakan Idul Fitri sebagai momen self reward. Dengan memperhatikan apa yang kita makan dan menjaga moderasi, kita tetap bisa menikmati makanan yang enak dan bergizi selama hari raya.

Jika merasa kesulitan, kita bisa memanfaatkan aplikasi GGL dari sekarang untuk mulai memeriksa beberapa menu Lebaran yang mungkin kita santap nanti. Cek berapa kalori serta kandungan gizinya. Dengan begini kita jadi lebih siap untuk menerapkan tips-tips di atas. Selamat mencoba!

Sumber
1. https://www.healthline.com/nutrition/does-calorie-counting-work#why-counting-calories-works
2. https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-sugar-addiction
3. https://www.healthline.com/nutrition/13-ways-sugary-soda-is-bad-for-you#TOC_TITLE_HDR_9
4. http://healthline.com/nutrition/11-ways-to-eat-clean#TOC_TITLE_HDR_11
5. https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/enjoy-food/eating-with-diabetes/food-psychology/food-family-and-diabetes-how-to-say-no-politely
Shopping Basket